Layar 185Hz di Smartphone: Revolusi Game atau Angin Lalu Saja?

Game|January 9, 2026|
Layar 185Hz di Smartphone: Revolusi Game atau Angin Lalu Saja?

Trendtech, Jakarta – Teman-teman gamer, pernahkah kalian merasakan perbedaan yang benar-benar nyata saat beralih dari layar 60Hz ke 120Hz? Dunia seolah menjadi lebih mulus, setiap gesekan dan setiap gerakan karakter terasa begitu hidup. Itulah magisnya peningkatan refresh rate. Kini, angkanya melonjak lagi. Setelah 120Hz menjadi standar baru, vendor seperti Honor dan OnePlus sudah membidik 165Hz bahkan 185Hz.

Tapi, di balik angka yang fantastis itu, muncul pertanyaan besar: apakah kita, para pemain game mobile, benar-benar membutuhkan kecepatan ultra tinggi ini, atau ini hanya sekadar perlombaan angka atau marketing saja?

Mari kita telusuri bersama, dengan kepala dingin dan hati yang penuh rasa ingin tahu.

Baca juga: LG TV Micro RGB evo Siap Debut di CES 2026, Bawa Lompatan Besar Teknologi Layar Premium

Dari 60Hz ke 185Hz: Sebuah Evolusi yang Tak Terelakan?

Beberapa tahun silam, layar 60Hz adalah raja. Cukup untuk segala kebutuhan. Namun, hati gamer selalu haus akan kelancaran. Seiring chipset yang kian kuat, industri pun bergerak. Refresh rate 90Hz dan 120Hz hadir, bukan sekadar angka, tetapi membawa pengalaman visual yang benar-benar berbeda. Scrolling lebih halus, animasi lebih natural, dan tentu saja, game terasa lebih responsif.

Kini, batas itu didorong lagi. OnePlus 15 menghadirkan layar 1.5K dengan refresh rate 165Hz. Bahkan kabarnya, alibi turunnya resolusi dari 2K di generasi sebelumnya adalah untuk mencapai angka refresh yang lebih tinggi ini. Lalu, Honor Win melompat lebih jauh, mengusung layar dengan kecepatan 185Hz, setara dengan jagonya smartphone gaming, Asus ROG Phone 9.

Namun, di sini letak intinya: memiliki layar yang bisa menyegarkan 185 kali per detik tidak otomatis membuat semua game kita berjalan mulus 185 fps. Smartphone harus sanggup merender frame sebanyak itu secara konsisten, dan yang lebih krusial: game-nya sendiri harus mendukungnya. Dan inilah kenyataan yang sering kali tertutup gemerlap spesifikasi.

Daftar Game Pendukung: Seberapa Luaskah Pilihan Kita?

Vendor-vendor ponsel pintar tentu tidak serta-merta meluncurkan fitur tanpa dukungan. Mereka bekerja sama dengan pengembang. Saat peluncuran OnePlus 15, disebutkan beberapa game yang sudah bisa memanfaatkan refresh rate tingginya, seperti Call of Duty: MobileArena Breakout, dan League of Legends: Wild Rift.

Sementara untuk seri Honor Win yang menggempur dengan 185Hz, dikabarkan ada sekitar 20 game yang didukung, mencakup title populer seperti PUBG MobileHonor of Kings, dan Honkai: Star Rail.

Meski terdengar mengesankan, coba bandingkan dengan ribuan game yang membanjiri App Store dan Google Play. Daftar pendukung itu masih terhitung sangat kecil. Jadi, sebelum membayangkan semua game di ponsel Anda akan berjalan super mulus, tanyakan dulu: apakah game andalan Anda ada dalam daftar itu?

Fitur Revolusioner atau Gimmick Pemasaran? Hati-Hati Terjebak Angka.

Jujur saja, sebagai pencinta game, fitur interpolasi frame (yang mengolah frame agar tampil lebih tinggi) di beberapa ponsel memang terasa manis. Pengalaman main Genshin Impact yang lebih cair di perangkat seperti iQOO Neo 9 Pro itu nyata. Namun, sensasi itu cepat menguap ketika kita menyadari bahwa fitur ini hanya bekerja untuk game-game terpilih.

Di luar sesi gaming, antarmuka biasa tidak serta-merta menikmati kecepatan 185Hz itu. Akhirnya, fitur canggih ini terasa seperti sebuah “mode khusus” yang hanya bisa dinikmati di waktu-waktu tertentu. Ia belum menjadi kebutuhan dasar yang mengubah segalanya.

Jadi, jawaban jujurnya: Layar 185Hz hanya akan berguna jika game favorit Anda mendukungnya secara native atau melalui interpolasi yang baik. Bagi kebanyakan gamer, upgrade ke ponsel dengan pendingin yang lebih efisien atau chipset yang menjaga performa stabil dalam waktu lama, mungkin akan memberikan kepuasan yang lebih nyata.

Masa Depan: Akankah 185Hz Menjadi Standar Baru?

Harapannya tentu iya. Semakin banyak merek seperti iQOO, Nubia (RedMagic), ROG, OnePlus, dan Honor yang serius membawa panel refresh rate ultra tinggi ke pasar, semakin besar tekanan bagi pengembang game untuk mengoptimalkan game mereka melampaui batas 120fps.

Ini adalah siklus yang sehat. Vendor menyediakan hardware, dan developer merespons dengan software yang sesuai. Jika populasi ponsel 165Hz+ cukup besar, bukan tidak mungkin dukungan game high-frame-rate akan meluas. Bahkan, teknologi interpolasi frame ini suatu hari mungkin bisa diterapkan di area lain, seperti video streaming.

Baca juga: Samsung Perluas Jajaran TV Premium Micro RGB untuk 2026, Hadir dalam Ukuran 55-115 Inci

Kesimpulan: Jadi, Perlukah Kita Mengejar Layar 185Hz?

Jawabannya kembali ke diri kita sendiri. Mari berandai-andai sejenak.

  • Anda adalah gamer kompetitif mobile yang hidup di game seperti PUBG Mobile atau Honor of Kings yang sudah didukung, dan setiap milidetik kelancaran adalah kemenangan. Layar 185Hz bisa jadi senjata rahasia yang berharga.

  • Anda adalah gamer casual yang menikmati berbagai jenis game, dengan prioritas pada baterai tahan lama, harga terjangkau, dan pengalaman keseluruhan. Maka, fitur lain mungkin lebih layak jadi pertimbangan utama.

Pada akhirnya, jangan biarkan angka semata yang memutuskan. Uji langsung jika bisa. Rasakan dengan mata dan tangan Anda sendiri. Karena di dunia teknologi yang serba cepat ini, pengalaman personal adalah penilai yang paling jujur.

Bagaimana dengan Anda? Apakah kecepatan refresh layar ekstrem seperti 185Hz akan menjadi prioritas utama saat memilih smartphone gaming Anda berikutnya? Ceritakan pendapatmu di kolom komentar di bawah!

By Published On: January 9, 2026Categories: GameTags: ,