Lawan Stunting dan Tambah Cuan, Sharp Hydro Heroes Hadir Berdayakan Ibu Muda di Bekasi!

News|August 21, 2026|
Lawan Stunting dan Tambah Cuan, Sharp Hydro Heroes Hadir Berdayakan Ibu Muda di Bekasi!

Trendtech, Jakarta – Momen mengurus rumah tangga sekaligus bantu ekonomi keluarga emang sering bikin ibu-ibu muda juggling ekstra keras. Memahami dilema ini, PT Sharp Electronics Indonesia kembali menghadirkan terobosan keren lewat program Sharp Hydro Heroes yang kini resmi menyasar para ibu muda di wilayah Teluk Pucung, Bekasi Utara, Jawa Barat.

Gak cuma sekadar diajarin cara menanam sayuran hidroponik, lewat program ini para ibu muda diajak buat jadi agent of change yang mandiri secara finansial sekaligus jago menjaga gizi keluarga demi mencegah risiko stunting pada anak.

Bukan Coba-Coba, Kelanjutan Sukses dari Karawang

Buat kamu yang belum tahu, Sharp Hydro Heroes sebenarnya sudah sukses meluncur di Karawang pada akhir 2024 lalu dengan menggandeng anak-anak muda. Nah, di edisi 2026 ini, Sharp membawa pendekatan yang lebih hangat dan relatable dengan kebutuhan ekosistem keluarga.

Baca juga: Acer Edu Summit Asia Pacific 2026 Dorong Inovasi Pendidikan Berbasis AI untuk Pembelajaran Masa Depan

Langkah strategis ini terasa makin urgent kalau mengintip Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Prevalensi stunting di Kota Bekasi tercatat masih berada di angka 11,7%. Target Pemkot Bekasi sendiri pengin menekan angka ini hingga 8,50% pada 2026 dan menyentuh 7,06% di tahun 2029.

“Melalui Sharp Hydro Heroes, kami ingin hadir lebih dekat dengan kebutuhan keluarga. Kami percaya pemberdayaan perempuan bukan cuma soal naik ekonomi, tapi bagaimana seorang ibu jadi penggerak perubahan di rumah, termasuk membangun pola makan sehat buat anak-anak,” ujar Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia.

Dari Lahan Lahan Terbatas Jadi Ladang Cuan & Gizi

Memanfaatkan lahan berukuran 15 x 5 meter di area SAGA Life School, Teluk Pucung, sebanyak 20 ibu muda terpilih bakal digembleng dengan berbagai materi pelatihan terstruktur. Gak main-main, pembekalannya super lengkap!

Ibu-ibu muda ini gak cuma belajar teknik menanam dan memanen sayur hidroponik, tapi juga diajarkan manajemen kewirausahaan, branding, hingga trik digital marketing dan promosi via media sosial. Jadi, hasil panennya bisa langsung disulap jadi bisnis rumahan yang menghasilkan cuan!

Pendekatan ini juga didukung penuh oleh pemerintah setempat. Ismail Marzuki, Lurah Teluk Pucung, Bekasi Utara, mengapresiasi kolaborasi nyata ini sebagai langkah konkret mendukung program Pemkot Bekasi dalam penganekaragaman konsumsi sayur-mayur untuk mencegah stunting.

Dukungan Mitra dan Misi Bikin Dampak Luas (SDGs)

Dalam mengeksekusi program sosial ini, Sharp tidak berjalan sendiri. Mereka menggandeng platform crowdfunding ternama, BenihBaik.com, untuk memberikan pendampingan secara berkelanjutan agar para peserta benar-benar bisa mandiri.

Firdaus Juli, Chief of Strategic & Business Development Benihbaik.com menegaskan bahwa kunci utama dari pemberdayaan sosial adalah keberlanjutan. Pelatihan yang diberikan dirancang agar bisa menjadi modal nyata buat menciptakan sumber penghasilan baru bagi keluarga.

Gak tanggung-tanggung, program Sharp Hydro Heroes ini langsung menyentuh 6 poin Sustainable Development Goals (SDGs) sekaligus, yaitu:

  1. SDG 2 (Zero Hunger): Membuka akses pangan bergizi dan pertanian berkelanjutan.

  2. SDG 3 (Good Health and Well-being): Meningkatkan literasi gizi dan pola makan sehat keluarga.

  3. SDG 5 (Gender Equality): Memberikan akses ekonomi dan kemandirian bagi perempuan/ibu muda.

  4. SDG 8 (Decent Work and Economic Growth): Membuka peluang wirausaha berbasis pertanian modern.

  5. SDG 10 (Reduced Inequalities): Membuka kesempatan pengembangan kapasitas diri secara inklusif.

  6. SDG 12 (Responsible Consumption and Production): Mengoptimalkan lahan terbatas jadi lebih produktif.

Baca juga: Kemnaker Gandeng TikTok: Buka Peluang Kerja Baru di Ekonomi Digital

Menanam Pengetahuan, Memanen Masa Depan

Bagi Sharp Indonesia, indikator sukses keberhasilan program ini gak cuma diukur dari berapa kilogram sayur selada atau pakcoy yang berhasil dipanen, melainkan dari dampak jangka panjang yang dirasakan oleh ekosistem keluarga.

“Kami berharap Sharp Hydro Heroes dapat tumbuh menjadi sebuah gerakan kecil yang memberikan dampak nyata. Ketika seorang ibu punya pengetahuan dan kesempatan berkembang, dampaknya bakal dirasakan oleh anak, keluarga, hingga lingkungan sekitar. Kita bukan sekadar menanam sayur, tapi menanam pengetahuan dan memanen masa depan,” tutup Pandu Setio, PR & Brand Communication Department Head PT Sharp Electronics Indonesia.

Go to Top