RAIA Grid Resmi Meluncur, Siap Jadi ‘Jalan Tol Digital’ Berbasis AI Super Ngebut di Indonesia!

News|August 27, 2026|
RAIA Grid Resmi Meluncur, Siap Jadi ‘Jalan Tol Digital’ Berbasis AI Super Ngebut di Indonesia!

Trendtech, Jakarta – Dunia digital Indonesia baru aja dapet amunisi baru yang super canggih! PT Infra Fiber Teknologi (IFT)—kolaborasi keren antara Arsari Group dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH)—resmi merilis RAIA Grid. Ini bukan sekadar jaringan internet biasa, melainkan platform RAIA Grid infrastruktur AI pertama yang dirancang khusus buat menyambut era Generative AI dan Agentic AI di Tanah Air.

Kalau satu dekade terakhir kita fokus cuma buat nyambungin orang ke orang, sekarang eranya udah beda banget. Di zaman cloud computing, data raksasa, dan AI yang makin pintar, kita butuh koneksi yang bisa ngehubungin data, mesin, bisnis, sampai kecerdasan buatan secara instan. Nah, RAIA Grid hadir sebagai jawaban atas tantangan masa depan digital Indonesia yang makin kompleks.

Baca juga: Biar Nggak Ketinggalan Zaman! TOTM Technologies dan KORIKA Kongsi Kembangkan AI Aman dan Quantum-Safe di ASEAN

Gak main-main, RAIA Grid membentangkan “jalan tol digital” berupa jaringan kabel fiber optik sepanjang 86.000 km! Jaringan ini gak cuma nyokong koneksi 5G dan FTTH ke rumah-rumah, tapi juga ngebuka akses seluas-luasnya (open-access) buat operator seluler, data center, hingga penyedia layanan cloud. Semuanya dirancang supaya lalulintas data di Indonesia makin smooth tanpa kendala.

Founder dan Chairman Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo, nitegesin kalau proyek ini adalah investasi jangka panjang buat anak muda dan masa depan bangsa. Menurutnya, RAIA Grid dibangun dari Indonesia, oleh anak bangsa, buat nyiapin talenta serta teknologi AI mandiri yang sanggup bersaing di kancah global.

Hal senada juga disampaikan sama President Director RAIA Grid, Hendri Mulya Syam. Beliau ngebocorin kalau RAIA Grid punya visi strategis buat nyambungin antar data center dari ujung Indonesia sampai ke seluruh dunia. Efeknya? Komputasi skala besar dan lalu lintas data kecerdasan buatan bisa bergerak super cepat tanpa lag.

Uniknya lagi, sistem RAIA Grid gak cuma nyediain pipa data, tapi juga langsung nanam Machine Learning dan Agentic AI di dalam pengoperasian fisiknya. Mulai dari pemeliharaan jaringan secara otomatis, prediksi kendala, sampai optimasi rute fiber, semuanya dikerjain secara pintar dan otonom. Canggih banget, kan?

Dari sisi mitra strategis, CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, nyebut kalau kolaborasi ini adalah fondasi penting buat ngebangun ekosistem AI yang utuh. Lewat sinergi RAIA Grid, Indosat, dan Zankore, AI gak cuma jadi teori di atas kertas, tapi bener-bener nyata, berskala besar, dan gampang diakses sama semua pelaku industri di Indonesia.

Baca juga: Kerugian Kebocoran Data di ASEAN Tembus US$4,12 Juta! Serangan AI Makin Ganas, Kok Bisa?

Nggak berhenti di situ, Deputy CEO Arsari Group, Aryo Djojohadikusumo, bahkan ngebocorin ambisi besar lainnya: memperkuat kemandirian teknologi nasional sampai ke manufaktur supercomputer di dalam negeri! Jadi, Indonesia gak cuma jadi penonton atau konsumen teknologi asing, tapi juga pemain utama di era komputasi masa depan.

Dengan perpaduan investasi kuat dari Arsari Group dan keahlian telekomunikasi raksasa dari Indosat, RAIA Grid dipastikan bakal jadi tulang punggung transformasi digital Indonesia. Buat kamu para inovator, developer, dan anak muda pengembang aplikasi berbasis AI, siap-siap nikmatin ekosistem digital yang makin ngebut dan responsif!

Go to Top