Simulasi Superkomputer Lumina: Memetakan 2 Miliar Tahun Pertama Alam Semesta yang Bikin Takjub!

News|October 27, 2026|
Simulasi Superkomputer Lumina: Memetakan 2 Miliar Tahun Pertama Alam Semesta yang Bikin Takjub!

Trendtech, Jakarta – Dunia sains kembali bikin gebrakan gokil! Para ilmuwan baru aja sukses ngembangin simulasi superkomputer canggih bernama Lumina yang bakal ngebongkar rahasia 2 miliar tahun pertama alam semesta kita.

Buat anak zaman now yang penasaran gimana galaksi dan bintang pertama kali terbentuk, riset yang dipublish di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society ini bakal ngebuka lembaran baru buat nafsirkan data dari Teleskop James Webb.

Mengenal Lumina, Proyek Superkomputer Skala Jumbo

Proyek kolaborasi elit dari MIT, Harvard, Smithsonian Center for Astrophysics, sampai University Texas at Dallas ini bener-bener gak main-main. Mereka meracik model pembentukan galaksi yang dikawinin sama perhitungan radiasi gas kosmik.

“Lumina ngelakuin segalanya, mulai dari pembentukan bintang skala kecil sampai reionisasi hidrogen skala besar dengan volume 100 kali lipat lebih gede dari simulasi sebelumnya,” ungkap Mark Vogelsberger, fisikawan asal MIT.

Baca juga: IBM dan Red Hat Berhasil Remediasi 400+ Kerentanan Open Source Lewat Lightwell Clearinghouse

Simulasi ini memuat sekitar 432 miliar elemen resolusi yang mewakili partikel materi gelap dan sel gas. Resolusinya juga 30 kali lipat lebih tajam dari simulasi legendaris IllustrisTNG, bikin para ilmuwan bisa ngintip galaksi individual di tengah luasnya kosmos.

Ditenagai Kekuatan Superkomputer Frontier

Nggak cuma konsepnya yang gokil, dapur pacu di balik Lumina juga super ngeri. Perhitungan ini digeber pake superkomputer Frontier yang mangkal di Oak Ridge National Laboratory, Tennessee.

Bayangin aja, sistem ini ngerahin 105.504 inti CPU dan 7.536 GPU sekaligus! Nggak heran kalau jejak memori puncaknya nyampe 600 terabyte, sementara tiap titik pemeriksaannya makan kapasitas sekitar 250 terabyte. Gokil banget, kan?

Model canggih ini mulai berjalan sekitar 45 juta tahun pasca Big Bang, saat alam semesta masih dipenuhin gas netral sebelum bintang-bintang pertama lahir dan mengubah lingkungan sekitar mereka secara brutal.

Membongkar Misteri Reionisasi Hidrogen dan Helium

Salah satu misi utama Lumina adalah ngebedah proses reionisasi, yaitu momen ketika radiasi dari objek bercahaya pertama kali ngubah status gas di alam semesta.

  • Reionisasi Hidrogen: Terjadi pas radiasi ultraviolet dari bintang purba ngelepasin elektron dari atom hidrogen netral. Hasilnya, gas netral yang tadinya nyerap cahaya jadi berkurang, bikin radiasi bisa ngebut lebih bebas di angkasa.

  • Reionisasi Helium: Butuh energi yang jauh lebih gede dan disetir langsung sama inti galaksi aktif, termasuk lubang hitam supermasif yang nyedot materi sekitarnya.

Aaron Smith, asisten profesor fisika dari University of Texas at Dallas, nambahin kalau simulasi ini ngebantu banget buat ngelacak perubahan gas di ruang yang super luas sekaligus nandain galaksi mana yang paling bertanggung jawab.

Baca juga: Bahaya Agen AI Otonom, Presiden Microsoft Minta Regulasi Global Dipercepat!

Kolaborasi Epik dengan Teleskop James Webb

Kehadiran Lumina pas banget di tengah era emas di mana para astronom lagi ngebet-ngebetnya ngeksplor galaksi purba pake Teleskop Luar Angkasa James Webb.

Dengan ngebandingin data observasi asli dan simulasi superkomputer ini, para ilmuwan bisa nguji berbagai teori seberapa cepet galaksi terbentuk, gimana lubang hitam tumbuh, sampai cara gas didistribusikan di antara struktur kosmik.

Meskipun Lumina cuma sebatas rekonstruksi komputasional dari rumus fisika dan bukan pengamatan langsung mata telanjang, data ini bakal segera dibukak buat komunitas ilmiah global. Jadi, para astronom bisa bareng-bareng ngebedah sejarah masa lalu kosmos kita dengan lebih akurat!

Go to Top