Ini Dia! Belanja Online Makin Canggih dengan AI Jelang Lebaran, Gimana Caranya?

Tips & Trik|February 25, 2026|
Ini Dia! Belanja Online Makin Canggih dengan AI Jelang Lebaran, Gimana Caranya?

Trendtech, Jakarta – Hai, Sobat Tekno! Bulan Ramadan dan Idulfitri telah tiba. Pasti kalian sudah mulai menyusun daftar belanja, ya? Nah, ada kabar seru nih buat kamu yang suka hunting kebutuhan Lebaran. Sebuah studi global bareng National Retail Federation (NRF) baru saja rilis, dan hasilnya bikin kita melongo. Ternyata, meskipun 72% dari kita masih doyan keliling mall, hampir separuhnya (45%) sekarang udah pintar memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI untuk belanja, lho!

Mulai dari cari-cari produk, baca dan pahamin review, sampai cek promo terbaik, semua dibantu AI. Jadi, pengalaman belanja kita sekarang tuh makin seru karena dunia digital dan fisik sudah kawin makin mesra.

Kok Bisa AI Jadi Asisten Belanja Andalan?

Gini, Sob. Zaman sekarang, kita tuh maunya yang instan tapi tetap puas. Survei bilang, 41% dari kita pakai AI buat riset produk sebelum beli. Ada juga 33% yang mengandalkan AI buat nafsirin ulasan-ulasan panjang lebar, dan 31% lainnya pinter cari cuan dengan bantuan AI buat nemuin diskon terbaik. Ini artinya, kita datang ke toko tuh nggak asal lihat-lihat lagi, tapi udah punya incaran yang jelas berkat bantuan si ‘otak digital’.

Baca juga: ITSEC Asia & Infinix Hadirkan Perlindungan Siber AI di Smartphone

Nggak cuma itu, ekspektasi kita terhadap toko juga ikutan naik level. Memang, 35% dari kita masih suka toko yang kece dan nggak perlu ngantre. Tapi, yang menarik, satu dari tiga orang sekarang udah ngarep ada super app yang menggabungkan belanja dengan layanan lain. Bahkan, 30% responden membayangkan punya personal shopper berbasis AI di rumah pintar mereka, lengkap dengan pengiriman pakai robot otonom! Keren, kan?

Indonesia: Surganya Belanja Online di Asia Tenggara

Nah, tren canggih ini ternyata relevan banget buat kita di Indonesia. Data dari International Trade Administration nyatain dengan bangga kalau Indonesia itu raja e-commerce di Asia Tenggara! Kita nyumbang lebih dari 52% dari total bisnis online se-ASEAN. Nilai pasarnya aja diperkirakan tembus USD 52,93 miliar di 2023 dan diprediksi melejit sampai USD 86,81 miliar di 2028. Gila sih, ini mah! Artinya, platform digital udah jadi sahabat karib kita dalam setiap petualangan belanja.

Makanya, para pelaku bisnis ritel juga nggak bisa tidur nyenyak. Mereka harus bergerak cepat. Juvanus Tjandra, Managing Director IBM Indonesia, ngasih pandangannya nih, “Industri ritel Indonesia lagi panas-panasnya bertransformasi. AI untuk belanja sekarang bukan cuma alat bantu, tapi udah jadi fondasi buat bangun hubungan yang lebih dalam dan cerdas sama kita, para konsumen yang melek digital. Pelaku ritel yang jago mengawinkan AI dengan strategi data dan pengalaman pelanggan, dia yang bakal jadi pemenang di era baru ini.”

Ingat, sektor perdagangan itu menyumbang sekitar 12,96% buat PDB negara kita. Dengan populasi 280 juta jiwa yang didominasi anak muda tech-savvy, potensi pasar ritel Indonesia tuh luas banget, kayak lautan!

Gimana Sih Cara Brand Biar Nggak Ketinggalan Zaman?

Terus, gimana dong cara para brand biar tetap relevan di mata kita yang udah akrab sama AI? Simpelnya, mereka harus bisa bikin pengalaman belanja yang terasa personal dan nyambung terus. Ini dia jurus-jurusnya:

  • Desain Ulang Perjalanan Belanja: Mereka harus paham di titik mana kita pakai AI buat riset atau bandingin harga. Pastiin dari riset sampai beli, semuanya mulus tanpa hambatan.

  • Manfaatin Agen AI Buat Bantu Kita: Bukan cuma kurangi beban kerja mereka, tapi agen AI bisa bantu kita nemuin promo, ngejelasin review, sampai kasih rekomendasi personal yang bikin kita makin yakin beli.

  • Data Siap Tempur dan Sering Uji Coba: Nah, ini nih tantangannya. 54% eksekutif brand ngaku pusing ngurusin data yang tersebar di mana-mana. Makanya, nyiapin data produk yang rapi dan rajin uji coba itu wajib hukumnya.

  • Jangan Hilangkan Jati Diri Brand: Pake AI buat bikin semuanya makin relevan dan gampang, tapi jangan sampai kreativitas dan keaslian brand jadi luntur.

  • Investasi di Ahli AI: 51% eksekutif bilang mereka kekurangan ahli AI. Solusinya, selain latih tim internal, jalin juga kerja sama sama pihak yang lebih berpengalaman biar penerapan AI-nya efektif dan bertanggung jawab.

Baca juga: Telkomsigma dan Google Cloud Indonesia Perkuat Layanan Cloud dengan AI Berbasis Data

Intinya, para pelaku ritel sekarang harus jago-jago merangkul AI. Bukan cuma buat ngejar efisiensi, tapi buat nguatin ikatan emosional dengan kita, para pelanggannya. Studi dari IBM ngingetin, kunci sukses itu bukan cuma di “pakai” atau nggaknya AI, tapi gimana caranya ngenalin AI ke dalam toko tanpa menghilangkan kedekatan budaya dan hubungan personal yang selama ini jadi kekuatan ritel di Indonesia.

Jadi, momen Lebaran tahun ini nggak cuma soal baju baru dan ketupat, tapi juga jadi saksi bisu dimulainya babak baru inovasi ritel yang lebih cerdas dan manusiawi. Udah siap belanja dengan asisten AI, Sob?

By Published On: February 25, 2026Categories: Tips & TrikTags: , , ,