Alibaba Cloud Kembali Jadi Raja Cloud di Asia Pasifik, Pangsa Pasarnya Makin Kokoh

News|April 24, 2026|
Alibaba Cloud Kembali Jadi Raja Cloud di Asia Pasifik, Pangsa Pasarnya Makin Kokoh

Trendtech, JakartaAlibaba Cloud, anak perusahaan dari Alibaba Group, berhasil mempertahankan posisinya sebagai penyedia Infrastructure-as-a-Service (IaaS) terbesar di kawasan Asia Pasifik. Tidak hanya bertahan, pangsa pasar mereka justru tercatat meningkat dalam setahun terakhir.

Berdasarkan laporan terbaru dari Gartner yang dirilis pada 10 April 2026, pangsa pasar Alibaba Cloud di Asia Pasifik naik menjadi 22,5% pada 2025. Angka ini sebelumnya berada di 20,8% pada 2024. Artinya, semakin banyak pelaku bisnis dan industri digital di Asia yang menggunakan layanan cloud dari Alibaba.

Ada dua kata kunci di balik pencapaian ini: AI-native dan agent-native. Alibaba Cloud terus menggelontorkan investasi untuk infrastruktur yang dioptimalkan bagi kebutuhan kecerdasan buatan (AI). Di tengah meningkatnya penggunaan AI di berbagai sektor, infrastruktur cloud yang andal menjadi kebutuhan mutlak.

Baca juga: ITSEC Asia & Infinix Hadirkan Perlindungan Siber AI di Smartphone

Dr. Li Feifei, Chief Technology Officer Alibaba Cloud, menjelaskan secara terus terang.

“Banyak perusahaan hanya berbicara soal infrastruktur AI dan arsitektur agen. Tapi data menunjukkan, pelanggan di Asia Pasifik benar-benar menentukan pilihan. Dan mereka memilih Alibaba Cloud. Kepercayaan ini kami raih lewat investasi jangka panjang, bahkan sebelum permintaan pasar melonjak.”

Pernyataan ini memperlihatkan bahwa Alibaba Cloud tidak sekadar mengikuti tren, tetapi benar-benar membangun kapasitas jauh sebelum kebutuhan pasar terjadi.

Alibaba Cloud penyedia cloud terbesar Asia Pasifik

Pertumbuhan Alibaba Cloud terlihat nyata di beberapa pasar utama. Berikut rinciannya:

  • Tiongkok Daratan dan Hong Kong: Masih menjadi pemimpin pasar berdasarkan pendapatan.
  • Malaysia dan Indonesia: Berada di posisi kedua penyedia cloud terbesar.
  • Singapura: Naik ke peringkat ketiga, dan menjadi satu-satunya pemain global yang mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan hingga tiga digit (YoY).

Pencapaian di Singapura cukup penting, mengingat negara tersebut dikenal sebagai salah satu pasar cloud paling kompetitif di Asia Pasifik.

Secara global, Alibaba Cloud kini menempati peringkat keempat sebagai penyedia IaaS terbesar di dunia berdasarkan pendapatan tahun 2025. Pangsa pasarnya naik dari 7,2% di 2024 menjadi 7,7% di 2025.

Baca juga: Cisco Menuntaskan Akuisisi Splunk

Secara keseluruhan, pasar IaaS global memang sedang tumbuh pesat. Gartner mencatat pertumbuhan sebesar 24,3% pada 2025, dengan tambahan pendapatan mencapai 45 miliar Dolar AS. Pendorong utamanya adalah meningkatnya penggunaan beban kerja (workload) berbasis AI-native di berbagai perusahaan.

Saat ini, Alibaba Cloud telah memiliki total 78 pusat data yang tersebar di Asia. Semua didukung dengan kapabilitas komputasi, penyimpanan, jaringan, dan keamanan yang dioptimalkan untuk AI. Mereka juga menyediakan rangkaian model dan alat AI yang cukup lengkap.

Dengan kata lain, Alibaba Cloud tidak hanya menjual infrastruktur cloud biasa. Mereka membangun fondasi yang benar-benar siap untuk mendukung kebutuhan bisnis di era kecerdasan buatan.