Trendtech, Jakarta – Jadi bahan tertawaan kalau laptop gampang rusak cuma karena tumpah kopi atau terjatuh dari meja? ASUS Indonesia sekarang lagi gencar banget buktikan kalau laptop mereka bukan cuma sekadar perangkat kerja, tapi beneran bisa diandalkan di segala medan.
Dalam acara yang digelar di Jakarta baru-baru ini, ASUS mengajak puluhan media dan kreator konten buat jadi saksi langsung. Bukan sekadar duduk manis dengar presentasi, mereka semua diajak main ke area demo buat nguji ketahanan laptop ASUS secara brutal. Ada yang berdiri di atas bodi laptop, sampai simulasi tumpahan air di keyboard. Serem? Enggak juga, soalnya semua laptop tetap berfungsi normal!
Yang bikin heboh, ASUS menghadirkan Rizki Juniansyah, atlet angkat besi peraih medali emas Olimpiade 2024. Dengan santai, Rizki meletakkan beban seberat 100 kilogram di atas bodi ASUS Zenbook A14. Bukan cuma foto properti, beban betulan! Dan laptop itu? Tetap hidup mulus tanpa penyok. Gila sih ini!
Baca juga: Laptop Touchscreen AI Andal? Coba Acer Aspire Spin 14 AI
Bukan Cuma Sekadar Klaim, Tapi Ada Sertifikat Militernya
Jangan bayangin uji ketahanan ASUS cuma sebatas iklan yang diedit CGI. Pabrikan asal Taiwan ini benar-benar membawa laptop-laptop mereka ke laboratorium buat menjalani 26 prosedur uji ketahanan ekstrem bersertifikat US MIL-STD 810H. Ini standar yang sama kayak perlengkapan militer Amerika Serikat, lho.
Kira-kira apa aja siksaan yang harus dilewati laptop ASUS sebelum nyampe ke tangan lo?
-
Shock test: Laptop dijatuhin 18 kali dari ketinggian 80 cm. Bahkan dirancang toleran benturan mendadak hingga 40G—kurang lebih kayak lo jatuhin laptop dari motor yang lagi ngebut.
-
Vibration test: Digetarkan terus-terusan sampai 60 menit dengan frekuensi 5-500Hz. Biar komponen internal kayak konektor dan baut nggak kendur karena guncangan di mobil atau motor.
-
Suhu ekstrem: Disimpan di ruangan bersuhu 71°C (panas kayak bagasi mobil lagi terik) sampai beku -33°C selama 7 hari. Hasilnya, sasis nggak melengkung, layar OLED juga tetap responsif tanpa ghosting.
-
Pressure test: Beban konstan di atas bodi buat pastiin layar dan komponen dalem aman meski laptop ketindihan benda berat di tas.
Dan masih banyak lagi.
Hasilnya? Lo bisa bawa laptop ASUS ke gunung, ke pantai, ke kampus yang AC-nya rusak, atau numpahin air mineral pas lagi ngebut ngerjain skripsi—risiko rusaknya kecil banget.
Garansi 3 Tahun, Perlindungan Kecelakaan 100% Gratis
Tapi urusan laptop tangguh doang ternyata belum cukup buat ASUS. Masalah klasik pengguna laptop di Indonesia: kalau udah rusak karena kelalaian sendiri, garansi biasanya nggak nge-cover. Layar pecet, keyboard kemasukan kopi, atau casing retak—biaya servisnya bisa bikin pusing sendiri.
Nah mulai tahun 2026, ASUS bikin gebrakan baru. Lenny Lin, Country Manager ASUS Indonesia, ngumumin perubahan besar di kebijakan garansi:
“Kepercayaan konsumen Indonesia selama lebih dari satu dekade adalah motivasi terbesar kami. Kami ingin memastikan setiap pengguna punya laptop berkualitas terbaik yang bisa diandalkan dalam jangka panjang. Bukan cuma kuat secara hardware, kami juga perkuat layanan purna jual lewat ASUS VIP Protection.”
Perubahannya gila-gilaan:
-
Zenbook, Vivobook S, Vivobook Flip, Vivobook Pro, ProArt: dapet 3 tahun Garansi Internasional + 3 tahun ADP (Accidental Damage Protection). Tadinya cuma 1 tahun ADP.
-
ROG, TUF Gaming, ASUS Gaming, Vivobook Classic/Go: naik jadi 2 tahun Garansi Internasional + 2 tahun ADP. Tadinya juga cuma 1 tahun ADP.
ADP ini penting banget. Ini perlindungan buat kerusakan akibat kelalaian pengguna kayak tumpahan cairan atau layar pecah. Dan sekarang perlindungannya 100% alias Rp0 buat klaim. Nggak ada lagi cerita garansi ditolak karena “ini salah user”.
Buat pengguna desktop ROG, TUF, dan All-in-One, ASUS juga kasih On-Site Service. Teknisi bakal datang langsung ke rumah/kantor lo. Nggak perlu repot bongkar kabel dan bawa CPU seberat galon ke service center.
Service Center Tersebar Sampai 113 Negara, Ada Layanan Spa Juga!
Pernah deg-degan pas laptop rusak di luar negeri? Pengguna ASUS sekarang bisa napas lega. Dengan Garansi Internasional yang berlaku di 113 negara, lo bisa servis laptop di mana pun lo berada.
Lokal? Jangan ditanya. ASUS punya 141 titik layanan resmi dari Sabang sampai Merauke. Teknisinya certified, suku cadangnya orisinal, nggak pakai part abal-abal.
Baca juga: Rayakan 20 Tahun Jadi Pionir Gaming, ASUS ROG Luncurkan Inovasi Mengejutkan di CES 2026
Buat yang pakai seri premium kayak ROG, Zenbook, atau ProArt, ada juga Layanan Premium Eksklusif yang meliputi:
-
Pick-up & delivery gratis: buat lo yang tinggal jauh dari service center.
-
Laptop Spa: pembersihan profesional di ASUS Service Center. Baterai, kipas, port—dibersihin semua biar laptop adem dan awet.
-
FastLane Priority: antrian prioritas buat diagnosis dan perbaikan. Cocok buat lo yang butuh laptopnya cepet kelar karena kerjaan numpuk.
Jadi kesimpulannya? ASUS nggak cuma ngomong soal kualitas, tapi beneran action. Dari laptop yang bisa diinjak beban 100 kg, lolos uji militer, sampai garansi kecelakaan yang tadinya cuma setahun kini diperpanjang sampai 3 tahun.
Buat lo yang lagi cari laptop tahan banting buat jangka panjang—entah buat kerja, kuliah, atau gaming—sepertinya ASUS layak banget masuk pertimbangan utama. Tested tough, protects better. Bukan cuma jargon.