BDx Data Centers dan ITE Singapura Latih Mahasiswa, Siapkan Tenaga Kerja Andal untuk Industri Pusat Data & AI

Trendtech, Jakarta – Pernahkah kamu membayangkan, siapa di balik lancarnya layanan digital yang kita gunakan setiap hari? Mulai dari transaksi keuangan, aplikasi kecerdasan buatan (AI), hingga berbagai layanan publik berbasis teknologi—semuanya bergantung pada satu hal: pusat data. Nah, untuk memastikan ekosistem ini tetap kokoh, dibutuhkan sumber daya manusia yang benar-benar siap pakai.
Menyadari hal itu, Institut Pendidikan Teknik (ITE) Singapura bersama BDx Data Centers (BDx) mengambil langkah nyata. Keduanya resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan mencetak tenaga kerja infrastruktur digital yang kompeten, guna menjawab kebutuhan industri yang tengah berkembang pesat di Negeri Singa.
Yang menarik, kolaborasi ini mencakup ketiga kampus ITE sekaligus. Artinya, para mahasiswa berkesempatan mendapatkan pelatihan praktis langsung di fasilitas SIN1 milik BDx—sebuah fasilitas pusat data yang tidak hanya siap untuk kecerdasan buatan, tetapi juga dilengkapi dengan lingkungan uji coba komputasi kuantum. Bayangkan, belajar langsung di tempat yang menjadi tulang punggung transformasi digital. Ini bukan sekadar teori, tapi pengalaman nyata yang membuka jalur terstruktur menuju dunia kerja di sektor teknologi dengan pertumbuhan tercepat di Asia.
Baca juga: ZTE dan MyRepublic, Siap Percepat Layanan 5G Fixed Wireless Access ke Seluruh Indonesia
Kerja sama ini juga bukan tanpa alasan. Pemerintah Singapura sendiri tengah gencar menjalankan Green Data Centre Roadmap dan visi Smart Nation. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan profesional yang paham infrastruktur digital berbasis AI, kolaborasi seperti ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak akan tenaga teknis yang terlatih secara lokal. Mahasiswa ITE pun dipersiapkan untuk menjaga ketahanan serta performa tinggi dari sistem digital yang kini menjadi urat nadi hampir seluruh sektor industri.
Mayank Srivastava, Chief Executive Officer BDx Data Centers, dengan penuh optimisme menyampaikan bahwa pusat data adalah fondasi utama dari revolusi kecerdasan buatan. “Dengan membangun jalur pengembangan talenta lokal yang terampil bersama ITE, kami memperkuat ketahanan Singapura serta kepemimpinannya dalam jangka panjang di bidang kecerdasan buatan dan infrastruktur digital. Para siswa kami akan memperoleh kompetensi praktis yang diperlukan untuk mendukung operasi-operasi penting yang menjadi pendorong segala hal, mulai dari layanan keuangan hingga aplikasi kecerdasan buatan yang sedang berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Peter Lam, CEO ITE, juga mengungkapkan antusiasmenya. “Kami senang dapat bermitra dengan BDx, yang berkomitmen kuat dalam pengembangan talenta lokal. Visi ini selaras dengan misi kami untuk membangun tenaga kerja teknis yang terampil dan siap menghadapi masa depan. Melalui kerja sama ini, ITE akan bekerja sama dengan BDx untuk mengintegrasikan skenario operasional pusat data di dunia nyata ke dalam modul ajaran, memastikan para mahasiswa kami lulus dengan kompetensi praktis dan siap kerja di tengah tuntutan teknis sektor yang terus berkembang pesat,” jelasnya.
Langkah ini menjadi semakin krusial jika melihat proyeksi dari Asosiasi Pusat Data Asia-Pasifik (APDCA). Saat ini, sektor pusat data Singapura sudah menyerap sekitar 7.000 lapangan kerja bernilai tinggi. Angka tersebut diperkirakan akan melonjak hampir tiga kali lipat pada tahun 2030. Bahkan, kontribusi ekonominya diproyeksikan tumbuh hingga 8,9 kali lipat dalam periode yang sama. Dengan angka sebesar itu, kebutuhan akan tenaga teknis yang tidak hanya paham teori, tapi juga punya pengalaman praktis, sudah tidak bisa ditawar lagi.
Bagi Indonesia dan negara tetangga, inisiatif ini bisa menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara institusi pendidikan dan pelaku industri mampu menciptakan ekosistem talenta digital yang kuat. Karena pada akhirnya, masa depan industri pusat data dan AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tapi juga oleh kesiapan manusia yang berada di balik layar.

