BSI Satukan Data Pascamerger, Laba Bersih Tumbuh 22,8%: Bagaimana Teknologi Menjadi Kunci Kesuksesan?

News|January 21, 2026|
BSI Satukan Data Pascamerger, Laba Bersih Tumbuh 22,8%: Bagaimana Teknologi Menjadi Kunci Kesuksesan?

Trendtech, Jakarta – Menyatukan tiga budaya, tiga sistem, dan jutaan data nasabah ke dalam satu kesatuan yang harmonis. Itulah tantangan monumental yang dihadapi Bank Syariah Indonesia (BSI) pasca merger tiga bank syariah pelat merah pada Februari 2021. Bukan sekadar menggabungkan aset fisik, tetapi menyelaraskan denyut nadi informasi agar organisasi raksasa baru ini bisa benar-benar memahami dan memenuhi harapan nasabahnya.

Kini, setelah melalui perjalanan transformasi yang berliku, buah manis mulai dipetik. BSI mencatat pertumbuhan laba bersih yang mengesankan sebesar 22,8% di tahun 2024, sebuah bukti nyata bahwa kolaborasi manusia dan teknologi mampu menciptakan keajaiban.

Di balik kesuksesan angka-angka tersebut, tersimpan cerita tentang upaya mengikis hambatan klasik pascamerger: duplikasi data dan sistem yang berjalan sendiri-sendiri. Bayangkan betapa rumitnya jika informasi tentang satu nasabah tersimpan dalam beberapa versi yang berbeda. Potensi salah langkah, lambatnya layanan, dan keputusan yang kurang tepat bisa mengintai.

Baca juga: Cisco Menuntaskan Akuisisi Splunk

Untuk itulah, BSI memutuskan untuk membangun satu “sumber kebenaran” tunggal, sebuah fondasi data terpusat yang menjadi jantung bagi seluruh operasional dan pengambilan keputusan di bank tersebut.

“Ini adalah perjalanan transformasi yang mendalam. Kami memulai dengan infrastruktur yang relatif sederhana, tetapi dengan visi yang jelas,” ungkap Andy Nugroho, SVP Data & Decision Management BSI, dengan nada penuh keyakinan.

Kemitraan strategis dengan Cloudera, didukung oleh layanan profesional mereka, menjadi katalisator dalam proses penyatuan data warisan (legacy data) dari berbagai sistem lama. Hasilnya? Alur informasi keuangan yang vital menjadi lebih sederhana, akurat, dan siap diolah.

Dengan fondasi data yang kini kokoh dan terintegrasi, BSI tak lagi sekadar mengumpulkan data, tetapi benar-benar memanfaatkannya. Kemampuan analitik yang matang memungkinkan bank syariah terbesar di Indonesia ini melangkah lebih proaktif. Mulai dari deteksi penipuan yang lebih cerdas hingga personalisasi layanan yang membuat nasabah merasa benar-benar dikenal.

Laporan dan dashboard real-time menggantikan proses manual yang rentan error, memungkinkan tim di berbagai unit kerja melihat peluang pertumbuhan dengan lebih jernih dan mengambil keputusan dengan lebih percaya diri.

Prestasi BSI sebagai bank syariah dengan pendapatan tahunan lebih dari US$1,2 miliar ini bukanlah titik akhir. Justru, ini adalah pijakan kuat untuk melompat lebih jauh. Dengan fondasi data yang telah menjadi sumber kebenaran tunggal, BSI kini memandang ke masa depan dengan mata yang berbinar.

Baca juga: Trend Micro Bantu Lindungi Dunia dari Serangan Ransomware Kelompok LockBit

Penerapan kecerdasan buatan (AI) untuk layanan yang lebih intuitif menjadi target berikutnya. Komitmen untuk menjadi bank syariah terdepan di dunia bukan lagi sekadar impian, tetapi sebuah jalan yang sedang ditempuh dengan langkah pasti, didorong oleh inovasi teknologi dan didasari oleh data yang menyatu utuh.

Kisah BSI ini mengajarkan pada kita bahwa di era digital, menyatukan data berarti menyatukan visi dan aksi. Transformasi yang berawal dari penyederhanaan sistem ternyata mampu menggerakkan lengan bisnis, menghasilkan pertumbuhan yang nyata, dan yang paling penting, membangun kepercayaan bahwa institusi keuangan bisa beradaptasi dan berkembang dengan cara yang humanis, melayani dengan lebih baik, satu data pada satu waktu.

By Published On: January 21, 2026Categories: NewsTags: ,