Trendtech, Jakarta – Ada satu pertanyaan yang mungkin sering terlintas di benak para pelaku bisnis dan teknisi IT belakangan ini: “Kami tahu AI punya potensi besar, tapi bagaimana cara menerapkannya dengan aman tanpa harus menguras waktu dan tenaga?”
Pertanyaan itu akhirnya mendapat jawaban hari ini. Cisco, raksasa teknologi jaringan asal Amerika Serikat, bersama dengan NVIDIA, mengumumkan perluasan besar-besaran dari solusi yang mereka beri nama Secure AI Factory with NVIDIA.
Bukan sekadar produk baru, ini adalah sebuah kerangka kerja yang dirancang untuk menjawab satu masalah klasik: bagaimana membuat AI tidak hanya canggih, tetapi juga mudah diterapkan dan aman di mana pun organisasi membutuhkannya.
Dari Berbulan-Bulan Menjadi Berminggu-Minggu
Bagi tim IT di berbagai perusahaan, salah satu tantangan terbesar dalam mengadopsi AI adalah kompleksitasnya. Membangun infrastruktur AI seringkali berarti harus merakit berbagai sistem terpisah yang satu sama lain sulit terintegrasi. Belum lagi urusan keamanan yang kerap menjadi “pekerjaan rumah” setelah semuanya berjalan.
Baca juga: Cisco Luncurkan Inovasi AI Terbaru di Cisco Live Amsterdam: Siapkan Infrastruktur untuk Era Agentic AI
Dengan Secure AI Factory ini, Cisco dan NVIDIA ingin mengubah paradigma tersebut. Kini, perusahaan mulai dari enterprise, neoclouds, sovereign cloud, hingga penyedia layanan dapat membawa AI dari fase uji coba ke fase produksi dalam skala penuh, tanpa perlu pusing menggabungkan sistem-sistem yang terpisah.
Yang lebih menarik, waktu implementasi yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan, kini bisa dipangkas menjadi hitungan minggu. Dan yang terpenting, keamanan sudah tertanam sejak awal, bukan sekadar tempelan di akhir.
“AI Tidak Hanya untuk Data Center”
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Chuck Robbins, Chair and CEO Cisco, dalam pengumuman resmi hari ini. Menurutnya, selama ini banyak organisasi memahami potensi AI, namun masih terjebak dalam cara menerapkannya secara aman dan dalam skala besar.
“Bersama NVIDIA, kami menjawab tantangan tersebut melalui arsitektur yang menetapkan standar baru untuk kinerja, sehingga upaya implementasi, pengoperasian, dan pengamanan infrastruktur AI menjadi lebih sederhana,” ujar Robbins.
Sementara itu, Jensen Huang, founder dan CEO NVIDIA, menambahkan bahwa keamanan harus menjadi fondasi, bukan sekadar lapisan tambahan. “AI factory sedang mentransformasi setiap industri, dan keamanan harus diintegrasikan ke dalam setiap lapisan, mulai dari silicon hingga software. NVIDIA dan Cisco bersama-sama membangun fondasi yang aman untuk infrastruktur AI, mulai dari core hingga edge,” tegasnya.
AI yang Bekerja di Mana Saja, Bukan Hanya di Data Center
Salah satu poin besar dari kolaborasi ini adalah pengakuan bahwa AI tidak selamanya bekerja di dalam gedung data center. Ada banyak skenario di mana AI harus bekerja di tempat data berada—saat pengambilan keputusan tidak bisa ditunda.
Bayangkan sebuah rumah sakit: di ruang operasi, AI yang menganalisis kondisi pasien secara real-time tidak bisa bergantung pada data center yang berjarak puluhan kilometer. Atau di area operasional pabrik, kamera pengawas harus bisa langsung mendeteksi potensi kecelakaan kerja tanpa jeda.
Cisco dan NVIDIA menjawab kebutuhan ini dengan dua pendekatan:
Pertama, mereka mentransformasi enterprise edge dengan mendukung NVIDIA RTX PRO GPU 4500 Blackwell Server Edition di seluruh portofolio Cisco UCS dan Cisco Unified Edge. Dengan ini, perusahaan dapat menjalankan beban kerja AI yang sangat penting di edge tanpa harus mengeluarkan biaya energi dan ruang sebesar data center.
Kedua, untuk para penyedia layanan, Cisco menghadirkan desain referensi Cisco AI Grid with NVIDIA. Solusi ini menggabungkan kekuatan Cisco Mobility Services Platform dengan GPU NVIDIA RTX PRO Blackwell Series, memungkinkan penyedia layanan memanfaatkan jaringan yang sudah ada untuk menghadirkan layanan terkelola bagi aplikasi AI di edge dengan keandalan setingkat operator.
Kinerja Tanpa Kompromi untuk Skala Masif
Tidak hanya fokus pada edge, Cisco dan NVIDIA juga memastikan bahwa untuk kebutuhan AI skala besar di pusat data, kinerja tetap menjadi prioritas.
Cisco menghadirkan switch berkecepatan tinggi terbaru, termasuk Cisco N9100 dengan kapasitas 102,4Tbps, yang ditenagai oleh switch silicon NVIDIA Spectrum-6 Ethernet. Produk ini dirancang untuk mendukung beban kerja AI yang paling berat.
Selain itu, Cisco Nexus Hyperfabric, yang kini menjadi bagian dari Cisco Nexus One, akan mendukung switch Cisco N9000 Series. Dengan ini, organisasi dapat beralih dari integrasi multi-vendor yang rumit ke solusi full stack yang jauh lebih sederhana. Beban tim IT pun berkurang, karena waktu implementasi menjadi lebih cepat.
Pelanggan yang membangun AI factory berskala besar kini memiliki dua pilihan jalur terverifikasi: arsitektur referensi yang sesuai dengan program NVIDIA Cloud Partner (NCP), atau Cisco Cloud Reference Architecture yang dikembangkan berbasis Cisco Silicon One.
Keamanan Terintegrasi di Setiap Lapisan
Saat model AI menjadi aset bernilai tinggi dan agen AI mulai mengambil tindakan secara otonom, keamanan tidak bisa lagi menjadi urusan belakangan. Cisco mengintegrasikan perlindungan ke dalam fondasi Secure AI Factory with NVIDIA untuk melindungi dari ancaman eksternal maupun perilaku agen yang menyimpang.
Cisco Hybrid Mesh Firewall kini diperluas hingga ke dalam data processing units (DPUs) NVIDIA BlueField yang terintegrasi dalam server NVIDIA GPU. Ancaman dapat diblokir di tingkat server sebelum sempat mencapai data organisasi. Hasilnya, beban kerja AI terlindungi dari dalam ke luar tanpa mengorbankan kinerja sama sekali.
Sementara itu, Cisco AI Defense menghadirkan keamanan model, pengujian kerentanan otomatis, serta pagar pengaman khusus untuk agen AI di edge. Dengan integrasi bersama NVIDIA NeMo Guardrails, para pengembang AI dan tim keamanan bisa tetap selangkah lebih maju menghadapi ancaman yang terus berkembang. Kini, AI Defense juga diperluas untuk mengamankan interaksi antar agen yang kian marak terjadi di lingkungan edge.
Menuju Era Agen AI yang Aman
Komitmen Cisco untuk mengintegrasikan keamanan di setiap lapisan terus berlanjut. Hari ini, Cisco juga mengumumkan bahwa Cisco AI Defense akan mendukung dan mengamankan runtime NVIDIA OpenShell, bagian dari NVIDIA Agent Toolkit.
Artinya, AI Defense akan menambahkan kontrol dan pagar pengaman untuk mengatur tindakan agen dan ‘claw’—agen otonom yang dapat bernalar dan menggunakan tools. Dengan memantau dan memvalidasi setiap tool dan tindakan agen secara terus-menerus, perusahaan dapat mengimplementasikan agen AI untuk mengelola alur kerja kritis dengan penuh keyakinan, tanpa mengorbankan keamanan.
Sambutan Positif dari Pelaku Industri
Inovasi ini mendapat respons hangat dari para mitra dan analis industri.
Alex Nataros, CTO Cirrascale Cloud Services, menyebut bahwa switch N9100 series yang didukung NVIDIA Spectrum-6 membawa kapasitas 102,4T yang mengesankan. “Inovasi ini memungkinkan kami meningkatkan skala infrastruktur AI secara mulus sekaligus mempertahankan kesederhanaan operasional.”
Andrew Leece, COO dan founder Sharon AI, menambahkan, “Switch N9300 berbasis Silicon One G300 memberikan fleksibilitas untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Implementasi infrastruktur AI yang siap pakai melalui Nexus One secara signifikan menyederhanakan operasional dan mempercepat time-to-value.”
Jeff Fonke, Practice Director – Global Solutions & Architecture, World Wide Technology, menekankan soal kepercayaan. “Klien telah lama mempercayakan kebutuhan jaringan enterprise mereka kepada Cisco. Portofolio jaringan AI Cisco yang kuat kini memperluas kepercayaan tersebut ke berbagai beban kerja AI.”
Baca juga: Komdigi, Indosat, Cisco, dan NVIDIA Luncurkan AI Center of Excellence di Indonesia
Sementara itu, Mary Johnston Turner, Global Lead, Digital and Datacenter Infrastructure and Services, IDC, melihat kolaborasi ini sebagai jawaban atas pergeseran tantangan industri. “Seiring organisasi melampaui fase eksperimen, tantangan bergeser dari ‘apa yang bisa dilakukan AI’ menjadi ‘bagaimana kami mengoperasionalkannya secara aman dalam skala besar.’ Kemitraan Cisco dan NVIDIA dirancang untuk memberikan fleksibilitas dan pilihan yang dibutuhkan pelanggan.”
Dengan langkah ini, Cisco dan NVIDIA tidak sekadar meluncurkan produk baru. Mereka membuka jalan bagi masa depan di mana AI dapat diterapkan di mana saja—dari pusat data hingga ke lokasi paling terpencil—dengan keamanan yang terintegrasi sejak awal. Bagi para pelaku bisnis dan profesional IT, ini adalah kabar baik: era AI yang mudah, aman, dan siap skala besar, akhirnya tiba.