Biar Nggak Kena Hack! ESET PROTECT Hadirkan Keamanan Siber Berbasis AI

Trendtech, Jakarta – Bayangin deh, tiap satu detik ada 16 kali serangan siber yang nyoba jebol data digital di Indonesia! Menurut data terbaru dari AwanPintar.id untuk semester pertama 2026, kondisi dunia maya kita memang lagi seram-seramnya. Bukan cuma soal hacker yang makin canggih, tapi perusahaan-perusahaan juga lagi dipaksa buat makin patuh sama regulasi ketat seperti UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber. Kalau teledor sedikit saja, bukan cuma data yang hilang, tapi sanksi hukum juga siap mengintai.
Melihat situasi yang makin tricky ini, ESET sebagai raksasa keamanan siber global langsung tancap gas. Mereka resmi memperkuat platform ESET PROTECT dengan menyuntikkan teknologi AI (Artificial Intelligence) tingkat tinggi. Solusi ini bikin perusahaan nggak perlu pusing lagi ngatur keamanan data dan laporan compliance, karena semuanya bisa dipantau langsung dari satu dasbor terpusat yang praktis banget.
Satu Konsol Buat Monitor Semua Perangkat
Zaman sekarang, tim IT jelas bakal kewalahan kalau harus mengecek keamanan laptop, server, sampai HP karyawan satu per satu. Nah, platform ESET PROTECT hadir bawa jawaban simpel: kontrol penuh dalam satu layar. Mau perangkatnya lagi nyambung ke Wi-Fi kantor atau dipakai remote work dari coffeeshop, tim keamanan bisa langsung memantau, mendeteksi, dan merespons ancaman secara real-time.
Fleksibilitasnya juga juara banget buat skala bisnis apa pun. Perusahaan bebas memilih buat pasang sistem ini di server lokal sendiri (on-premises) atau tinggal terima beres lewat sistem cloud tanpa perlu ribet mengelola server fisik. Selain itu, ada lebih dari 170 template laporan bawaan dan 1.000 titik data yang bikin urusan audit keamanan data jadi jauh lebih cepat dan anti-ribet.
Makin Canggih Berkat Amunisi AI Berlapis
Bukan ESET namanya kalau nggak bawa inovasi memukau. Di dalam ESET PROTECT, ada ESET LiveGuard Advanced dan ESET AI Advisor yang bekerja bak asisten pribadi pintar buat menganalisis ancaman dan kasih ringkasan insiden secara kilat. Buat membendung bahaya kebocoran data dari penggunaan AI generatif di tempat kerja, ESET juga menyiagakan ESET AI Conversation Security dan ESET AI Behavioral Monitoring buat memblokir aksi mencurigakan sebelum bahaya meluas.
CTO Prosperita Group, Yudhi Kukuh, menegaskan kalau patuh sama aturan pemerintah itu sifatnya sudah wajib hukumnya. Menurutnya, ESET PROTECT menggabungkan proteksi AI berlapis buat menutup celah kerentanan sebelum sempat diacak-acak hacker, sekaligus menjaga benteng bisnis dari risiko sanksi hukum.
Pilihan paketnya pun beragam dan fleksibel sesuai kantong serta kebutuhan perusahaan:
-
ESET PROTECT Entry: Proteksi dasar berbekal machine learning.
-
ESET PROTECT Advanced: Perlindungan ekstra dari ransomware dan serangan zero-day plus enkripsi kuat.
-
ESET PROTECT Complete: Paket komplit buat amankan endpoint, aplikasi cloud, dan email.
-
ESET PROTECT Enterprise & Elite: Varian tertinggi dengan fitur XDR (Extended Detection and Response) buat perburuan ancaman tingkat dewa.
Baca juga: ITSEC Asia Gandeng PT INTI: Siap Amankan Siber Indonesia dan Cetak Talenta AI Masa Depan!
Siap-Siap Ketemu Para Pakar di Prosperita Solution Day 2026
Buat yang penasaran pengin bedah tuntas cara menyusun laporan keamanan siber yang disukai jajaran direksi dan auditor, Prosperita Group bakal menggelar ajang keren bertajuk Prosperita Solution Day 2026. Acara ini siap dihelat pada 2 September 2026 di Hutan Kota by Plataran, Jakarta.
Nggak cuma diskusi bareng pakar dari BSSN, APJII, dan IDNOG, di acara ini ESET juga bakal resmi meluncurkan layanan Managed Detection & Response (MDR). Layanan ini pas banget buat perusahaan yang pengin punya pengawalan siber 24/7 gabungan AI dan pakar manusia tanpa perlu repot bikin tim keamanan internal sendiri.

