Trendtech, Jakarta – Bayangkan memiliki asisten pribadi di genggaman, yang bukan hanya menjalankan perintah, tetapi benar-benar memahami konteks dan kebutuhan harian Anda. Inilah visi yang diusung Galaxy AI Samsung. Bagi Samsung, kehadiran Artificial Intelligence (AI) di perangkat mobile bukan sekadar daftar fitur mentereng. AI dirancang sebagai inti dari pengalaman itu sendiri, menyatu secara natural dalam setiap interaksi kita dengan smartphone.
Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, dengan penuh semangat menjelaskan filosofi ini. “Galaxy AI Samsung adalah perwujudan komitmen kami untuk memberdayakan pengguna. Ia hadir sebagai partner yang membuat tugas sehari-hari lebih ringan dan ide-ide kreatif lebih mudah diwujudkan. Sebagai pionir, kami berdedikasi penuh membentuk masa depan mobile di Indonesia dan global, memastikan evolusi Galaxy AI selaras dengan dinamika kehidupan penggunanya,” ujarnya.
Lantas, bagaimana perjalanan Galaxy AI Samsung dari sebuah konsep menjadi bagian tak terpisah dari keseharian ratusan juta orang?
Baca juga: OPPO Reno15 Series Hadirkan AI Motion Photo dengan Teknologi Border Stitching Pertama di Industri
Perjalanan resmi Galaxy AI Samsung dimulai bersama Galaxy S24 Series di awal 2024. Saat itulah, Samsung meletakkan fondasi kuat bahwa AI di ponsel harus langsung terasa manfaatnya. Bukan teori, tapi solusi.
Pengguna langsung merasakan bagaimana teknologi ini meruntuhkan hambatan bahasa dengan Live Translate, atau mencatat rapi setiap diskusi penting lewat Transcript Assist. Belum lagi, cara mencari informasi yang berubah total berkat Circle to Search with Google. Fitur-fitur ini bukan sekadar tambahan, mereka adalah integrasi cerdas yang membuat ponsel terasa “paham” keinginan kita. Pendekatan humanis inilah—menekankan kemudahan dan relevansi—yang menjadi DNA bagi evolusi Galaxy AI Samsung di generasi berikutnya.
Evolusi Galaxy AI Samsung tidak berjalan statis. Samsung dengan cermat menyempurnakannya di setiap lini flagship, menyesuaikan dengan bentuk dan jiwa perangkatnya.
Di Galaxy Z Fold6 dan Flip6, Galaxy AI Samsung dioptimalkan untuk keunikan layar besar dan fleksibel. Live Interpreter Dual Screen memanfaatkan dua panel untuk terjemahan percakapan real-time yang lebih praktis. Sementara Generative Edit dan Sketch to Image membuka pintu eksplorasi kreatif dengan cara yang visual dan intuitif, sesuai sifat perangkat foldable yang inovatif.
Lompatan signifikan terjadi di Galaxy S25 Series, yang dijuluki “The True AI Companion”. Di sini, Galaxy AI Samsung mulai menunjukkan kemampuannya memahami konteks multimodal—teks, suara, dan visual—secara bersamaan. Fitur seperti Now Brief yang memberikan ringkasan pintar, atau Audio Eraser yang dengan mudah menyaring kebisingan dalam rekaman, menunjukkan AI yang semakin personal dan proaktif. Integrasi dengan Google Gemini juga memperkaya kemampuan asisten ini.
Evolusi puncaknya terlihat di Galaxy Z Fold7 dan Flip7. Galaxy AI Samsung di sini benar-benar “hidup” dalam interaksi dengan FlexWindow melalui AI-Optimized FlexWindow. AI kini bisa lebih proaktif menyarankan tata letak multi-tasking atau menyajikan informasi yang dibutuhkan, tepat sebelum kita menyadarinya.
Komitmen dan evolusi tiada henti Galaxy AI Samsung ini berbuah manis. Respon pengguna global sungguh luar biasa. Integrasi AI yang halus dan relevan terbukti bukan hanya inovasi, tetapi solusi nyata yang meningkatkan produktivitas dan kreativitas.
Baca juga: Motorola Moto G57 POWER Resmi Meluncur: Baterai 7000mAh dan Snapdragon 6s Gen 4
Angkanya berbicara sendiri: hingga 2025, lebih dari 400 juta pengguna Samsung di seluruh dunia telah aktif menggunakan Galaxy AI. Angka fantastis ini adalah validasi terbesar. Galaxy AI Samsung telah berhasil transisi dari teknologi canggih menjadi teman digital yang dipercaya dalam keseharian.
Bagi Samsung, ini adalah awal yang baru. Setiap generasi perangkat flagship akan terus membawa pengalaman Galaxy AI Samsung yang lebih relevan, personal, dan manusiawi. Tujuannya tetap satu: memastikan teknologi tidak pernah berjarak, melainkan selalu selaras dengan ritme kehidupan penggunanya. Masa depan mobile yang cerdas dan empatik, ternyata sudah ada di genggaman kita.