Lebih dari Sekadar Kecerdasan: Samsung Buka Suara tentang Fondasi Kepercayaan di Era AI di CES 2026

News|January 8, 2026|
Lebih dari Sekadar Kecerdasan: Samsung Buka Suara tentang Fondasi Kepercayaan di Era AI di CES 2026

Trendtech, Jakarta – Bayangkan memiliki asisten pribadi yang begitu paham dengan kebiasaan Anda, ia bisa menyiapkan segalanya sebelum Anda meminta. Namun, di balik kemudahan itu, adakah rasa aman bahwa data dan privasi Anda terjaga? Pertanyaan inilah yang menjadi jantung pembicaraan hangat di Las Vegas. Dalam sebuah forum khusus di CES 2026, Samsung Electronics mengajak kita semua untuk merenung: “Dalam teknologi (AI) ini, bisakah kita benar-benar percaya?” Diskusi ini bukan tentang fitur tercanggih, melainkan tentang fondasi paling manusiawi dalam hubungan kita dengan teknologi: kepercayaan.

Seiring AI kian menyatu dalam keseharian, dari ponsel hingga peralatan rumah tangga, kepercayaan tidak bisa dijanjikan begitu saja. Ia harus dibangun, sedikit demi sedikit. Dalam sesi bertajuk “In Tech We Trust?” di The Wynn, Las Vegas, para pakar seperti Allie K. Miller (CEO Open Machine) dan Zack Kass (mantan Head of Go-To-Market OpenAI) sepakat: kepercayaan lahir dari perilaku teknologi yang konsisten, transparan, dan mudah kita pahami. Shin Baik, perwakilan dari Samsung, pun menyampaikan hal serupa. Perusahaan menekankan pendekatan “trust-by-design”, di mana sistem AI harus dapat diprediksi dan memberi kendali penuh pada pengguna.

Baca juga: Samsung Perkenalkan Generasi Baru Audio 2026

“Pengguna ingin menjadi nahkoda atas pengalaman personal mereka,” ujar Allie Miller. Mereka ingin tahu, apakah AI bekerja secara lokal di perangkat atau di cloud? Data mereka amankah? Transparansi semacam inilah yang menjadi batu pertama dalam membangun kepercayaan AI.

Lantas, bagaimana mewujudkan keamanan di dunia di mana kecerdasan tersebar di banyak perangkat? Samsung memaparkan, pendekatan keamanan pun harus berevolusi. Di sinilah peran platform Samsung Knox dan Knox Matrix dijelaskan. Bayangkan jika setiap perangkat Samsung Anda—dari ponsel, TV, hingga lemari es—bisa saling mengenali dan mengawasi satu sama lain, membentuk perisai keamanan yang solid.

“Kepercayaan terhadap AI dimulai dari keamanan yang terbukti, bukan sekadar janji,” tegas Shin Baik. Knox, yang telah melindungi miliaran perangkat dari level chipset, kini menciptakan ekosistem yang mampu melindungi dirinya sendiri.

Setiap perangkat menjadi penjaga bagi yang lain, menciptakan lingkungan digital yang tangguh untuk keluarga Anda.

Salah satu poin penting yang mengemuka adalah pentingnya pilihan dan kontrol bagi kita, sebagai pengguna. Samsung menyoroti strategi hybrid-nya: AI on-device untuk memproses data sensitif secara lokal, dan AI cloud untuk tugas yang membutuhkan skala besar. Pendekatan ini memberi fleksibilitas tanpa mengorbankan privasi.

Zack Kass menambahkan, meski tantangan seperti misinformasi ada, teknologi juga punya peran untuk mengatasinya. “Untuk setiap risiko, selalu ada penangkalnya,” ujarnya.

Sementara itu, Amy Webb dari Future Today Institute memberikan perspektif menarik: konsumen mungkin tidak membeli produk hanya karena faktor kepercayaan, tetapi karena kenyamanan yang dibawanya. AI yang bisa membuat hidup lebih mudah, ditopang oleh fondasi kepercayaan yang kokoh, akan menjadi pemenang sesungguhnya.

Baca juga: Samsung TV Hadirkan Google Photos

Dialog di CES 2026 ini menggarisbawahi satu hal: masa depan AI bukanlah perlombaan menciptakan kecerdasan yang paling “tidak terlihat”, melainkan membangun teknologi yang paling bisa dipercaya. Ketika AI semakin menyelubungi hidup kita, komitmen terhadap keamanan berlapis, transparansi operasi, dan kontrol yang bermakna bagi pengguna bukan lagi sekadar fitur tambahan. Itu adalah kebutuhan dasar.

Samsung, melalui diskusi ini, menegaskan posisinya tidak hanya sebagai inovator, tetapi juga sebagai mitra yang mendengarkan kegelisahan kita dan berkomitmen untuk membentuk ekosistem AI yang manusiawi—dimana teknologi hadir untuk memudahkan, bukan mengkhawatirkan.

By Published On: January 8, 2026Categories: NewsTags: ,