Kinerja Makin Gacor! Telkom Kantongi Pendapatan Rp113,5 Triliun di Q3 2026

Telko|November 2, 2026|
Kinerja Makin Gacor! Telkom Kantongi Pendapatan Rp113,5 Triliun di Q3 2026

Trendtech, Jakarta – Telkom Indonesia (TLKM) baru aja pamer kinerja yang super solid selama sembilan bulan pertama tahun 2026. Di tengah ketatnya persaingan industri telko, Telkom berhasil mencetak pendapatan konsolidasi spektakuler sebesar Rp113,5 triliun alias naik 3,5% secara tahunan (YoY).

Sektor bisnis Data, Internet & IT Services jadi pahlawan utama dengan kontribusi gede banget mencapai Rp71,5 triliun, tumbuh 8,3% YoY. Dari sisi profitabilitas, EBITDA Telkom juga naik 2,0% YoY ke angka Rp55,5 triliun, dengan laba bersih normalisasi yang ikutan melejit 3,9% YoY jadi Rp16,5 triliun.

Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, ngebocorin kalau rahasia sukses ini berkat konsistensi perseroan menjalanin arah strategis TLKM 30. Langkah ini berfokus memperkuat bisnis inti dan adaptif nangkap peluang digital era now yang makin butuh koneksi internet super kencang dan andal.

Baca juga: Indosat Ngebut Tumbuh Double-Digit, Mantap Andalkan Bisnis Inti Telco Demi Nge-AI!

4 Segmen Bisnis Telkom Langsung Mejit Barengan

Kinerja makin menguat ini nggak lepas dari performa apik empat segmen bisnis utamanya:

1. B2C (Telkomsel & IndiHome): Makin Jago Monetisasi

Segmen konsumen (B2C) menyumbang pendapatan sebesar Rp81,6 triliun, naik 3,5% YoY. Telkomsel sendiri sukses ngantongin Rp82,9 triliun berkat bisnis digitalnya yang melonjak 7,7% YoY jadi Rp60,7 triliun. Menariknya, rerata pendapatan per pengguna (ARPU) seluler Telkomsel naik 7,1% YoY jadi Rp45.400.

Sementara itu, IndiHome juga mulai nunjukin tren pemulihan kuartalan yang makin positif. Pada kuartal III 2026, basis pelanggan IndiHome naik jadi 9,63 juta pengguna dengan ARPU menyentuh Rp217.700.

2. B2B Infrastructure: Data Center AI & NeutraDC Tumbuh Pesat

Segmen infrastruktur B2B tumbuh 5,5% YoY menjadi Rp7,1 triliun. Mitratel ikutan menyumbang pendapatan Rp7,01 triliun dari bisnis menara dan FTTT dengan EBITDA stabil di angka Rp5,81 triliun.

Gak kalah keren, unit data center NeutraDC ngalamin lompatan pendapatan super dahsyat sebesar 17% YoY jadi Rp1,39 triliun! Tingginya pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) liwat layanan Neutra Compute bikin EBITDA NeutraDC meroket 35% YoY. Ke depan, NeutraDC siap melebarkan kapasitas data center dari 400 MW hingga menyentuh target 1 GW.

3. B2B ICT: Indibiz Makin Banyak Penggemar

Lanjut ke segmen B2B ICT, pendapatan yang berhasil diraup mencapai Rp11,2 triliun (naik 3,1% YoY). Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lewat produk Indibiz jadi motor penggerak utama dengan kenaikan 10,2% YoY jadi Rp3,3 triliun, seiring jumlah pelanggan Indibiz yang kini menembus 771,1 ribu pengguna.

4. Bisnis Internasional: Sikat Pasar Global Lewat Kabel Laut

Kinerja segmen internasional Telkom (Telin) juga ikutan ngegas dengan pendapatan Rp8,9 triliun, tumbuh 5,8% YoY. Pertumbuhan jaringan internasional bahkan melonjak 50,2% YoY jadi Rp1,37 triliun demi melayani global hyperscalers. Telkom terus memperkuat Batam sebagai hub kabel laut regional yang terintegrasi langsung dengan fasilitas data center.

Transformasi TLKM 30: Bikin Struktur Lebih Lean & Agile

Nggak cuma ngejar cuan, Telkom juga terus berbenah lewat empat pilar transformasi TLKM 30 (Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, dan Modus-operandi Shift). Langkah streamlining alias perampingan portofolio jadi prioritas utama tahun 2026 ini.

Baca juga: Gokil! Komdigi & Indosat Hadirkan Garuda Spark Innovation Hub Jayapura, Tempat Nongkrong Digital Paling Hits Anak Muda Papua

Telkom tercatat sudah menyelesaikan penataan 14 entitas bisnis (divestasi 3 entitas, penutupan 9 entitas, dan penggabungan 2 entitas) agar struktur organisasi makin simpel, efisien, dan lincah (agile). Selain itu, hingga Q3 2026, capex senilai Rp15,7 triliun telah direalisasikan untuk memperluas jaringan dan konektivitas digital.

Salah satu milestone terbesar Telkom tahun ini adalah tuntasnya pemisahan bisnis wholesale fiber connectivity ke entitas baru bernama InfraNexia per 30 September 2026. Lebih dari 90% aset jaringan fiber TelkomGroup kini dikonsolidasikan ke InfraNexia dengan model open-access dan carrier-neutral.

Dengan pondasi keuangan dan transformasi yang makin kokoh, Telkom optimis bisa menutup tahun 2026 dengan performa super prima sekaligus terus nyajiin customer experience terbaik buat seluruh penggunanya.

Go to Top