Lenovo Siapkan Revolusi AI di MWC 2026: Dari Laptop Lipat Genggam Hingga Layar 3D Tanpa Kacamata

Laptop|March 11, 2026|
Lenovo Siapkan Revolusi AI di MWC 2026: Dari Laptop Lipat Genggam Hingga Layar 3D Tanpa Kacamata

Trendtech, Jakarta – Dunia teknologi kembali dihebohkan dengan kehadiran Lenovo di ajang Mobile World Congress (MWC) 2026. Raksasa teknologi asal Tiongkok ini tidak hanya membawa gebrakan baru di lini laptop consumer, tetapi juga memperkenalkan konsep perangkat masa depan yang tampak seperti keluar dari film fiksi ilmiah. Mulai dari laptop dengan layar 3D yang tidak membutuhkan kacamata, hingga perangkat gaming handheld yang bisa dilipat layaknya koran, Lenovo sepertinya serius ingin merebut hati para kreator dan gamer di seluruh dunia.

Bukan Sekadar Laptop Biasa, Ini “Ruang Kreativitas” dalam Genggaman

Bayangkan Anda sedang membuat desain 3D, lalu objek tersebut tiba-tiba bisa muncul di layar dengan kedalaman yang nyata tanpa Anda perlu memakai kacamata khusus. Atau bayangkan sedang main game di perjalanan, lalu layar perangkat Anda bisa dibentangkan menjadi dua kali lipat ukuran semula.

Skenario-skenario tersebut sebentar lagi mungkin menjadi keseharian kita. Lenovo benar-benar “all out” di MWC 2026 dengan membawa sederet perangkat baru yang mengusung kecerdasan buatan (AI) sebagai jantung utamanya.

Jun Ouyang, Senior Vice President dan General Manager Consumer Segment Lenovo, mengungkapkan bahwa generasi kreator dan gamer masa kini menginginkan segalanya: tenaga besar, portabilitas tinggi, dan kecerdasan mesin dalam satu perangkat mungil.

Baca juga: ROG Flow Z13-KJP Edition: Tablet Gaming Rp60 Juta yang Cuma Ada 50 Unit di Indonesia!

“Kami merancang teknologi consumer yang lebih baik untuk memberdayakan masyarakat di mana pun mereka berada,” ujar Ouyang dalam keynote-nya di Barcelona, Selasa (3/3/2026).

Yoga Book Pro 3D Concept: Studio Animasi di Atas Meja Kerja

Salah satu bintang utama yang mencuri perhatian adalah Yoga Book Pro 3D Concept. Jujur saja, saat pertama kali melihat perangkat ini, kami sempat mengira ini hanya pajangan konsep yang tidak mungkin terwujud. Tapi Lenovo membuktikan sebaliknya.

Laptop ini hadir dengan layar ganda Lenovo PureSight Pro Tandem OLED yang mampu menampilkan gambar dalam format tiga dimensi tanpa kacamata khusus. Artinya, para animator, arsitek, atau desainer produk kini bisa melihat objek ciptaan mereka dalam bentuk spasial secara langsung di layar laptop.

Yang lebih keren lagi, laptop ini dilengkapi fitur Zero touch gestures. Kamera RGB di perangkat ini bisa membaca gerakan tangan Anda di depan PC. Mau memutar objek? Cukup gerakkan tangan. Mau memperbesar gambar? Tinggal cubit di udara. Tidak perlu menyentuh layar atau mouse.

“Proses kreatif 3D selama ini terasa rumit karena kita harus bolak-balik dari mouse ke keyboard. Kini, dengan gerakan tangan, semuanya terasa alami,” jelas salah satu product manager Lenovo saat mendemonstrasikan perangkat tersebut.

Ditenagai prosesor Intel Core Ultra 7 dan GPU NVIDIA GeForce RTX 5070, laptop ini siap merender animasi kompleks tanpa membuat Anda menunggu berjam-jam.

Legion Go Fold Concept: Gaming Handheld yang Bisa Jadi Laptop

Para gamer sejati pasti tahu repotnya membawa dua perangkat saat traveling: satu laptop untuk kerja, satu handheld untuk gaming. Lenovo menjawab dilema ini dengan Legion Go Fold Concept.

Ini adalah perangkat genggam lipat dengan layar POLED yang bisa “dibuka” dari ukuran 7,7 inci menjadi 11,6 inci. Konsepnya sederhana tapi revolusioner: Anda bisa bermain game di mode handheld saat di kereta, lalu membuka lipatan layar dan menyambungkan keyboard nirkabel untuk berubah menjadi mode desktop.

Ada empat mode penggunaan yang ditawarkan:

  • Mode Handheld Standar: Buat gaming santai di ruang terbatas

  • Mode Vertical Split-Screen: Main game di satu layar, sambil streaming atau baca walkthrough di layar lainnya

  • Mode Horizon Full Screen: Putar layar 90 derajat dan nikmati gaming layar penuh 11,6 inci

  • Mode Expanded Desktop: Sambungkan keyboard nirkabel dan ubah perangkat ini menjadi laptop untuk bekerja

Controller kanannya juga multifungsi. Bisa digunakan sebagai mouse vertikal ala FPS Mode, dilengkapi layar kecil untuk menampilkan metrik performa game, dan tombol pintas yang bisa disesuaikan.

Dengan prosesor Intel Core Ultra 7 258V dan RAM 32GB, perangkat ini siap menjalankan game-game berat sekaligus multitasking tanpa kendala.

Yoga 9i 2-in-1 Aura Edition: Si Mungil yang Perkasa

Bagi Anda yang lebih suka perangkat konvensional namun tetap ingin merasakan kecanggihan AI, Lenovo menghadirkan Yoga 9i 2-in-1 Aura Edition (14”, 11) .

Laptop convertible ini dirancang untuk para kreator yang butuh fleksibilitas. Bisa digunakan sebagai laptop untuk ngetik, tablet untuk menggambar, atau mode “Canvas” di mana layar dimiringkan sedikit agar lebih ergonomis saat membuat sketsa.

Layarnya menggunakan panel 2.8K PureSight Pro OLED dengan kecerahan hingga 1100 nits. Warna yang dihasilkan sangat akurat dengan cakupan 100% DCI-P3, Adobe RGB, dan sRGB. Cocok banget buat Anda yang bekerja di bidang fotografi atau desain grafis.

Fitur Yoga Pen Gen 2 yang disertakan mendukung AES 3.0, membuat latensi hampir tidak terasa. Menulis atau menggambar di layar ini terasa seperti menulis di atas kertas.

Yoga Pro 7a dan Legion 7a: Duet Maut dengan Prosesor AMD Ryzen AI

Lenovo juga memperkenalkan duo laptop bertenaga AMD Ryzen AI Max+ Series, yaitu Yoga Pro 7a (15”, 11) dan Legion 7a (15”, 11) .

Yoga Pro 7a ditujukan untuk para kreator yang bekerja dengan beban berat. Dengan dukungan RAM hingga 128GB dan arsitektur memori terpadu antara CPU dan GPU, rendering video 4K atau editing foto resolusi tinggi terasa lebih cepat.

Yang menarik, laptop ini dilengkapi Force Pad yang juga berfungsi sebagai kanvas gambar. Trackpad-nya bisa digunakan untuk membuat sketsa langsung, berkat teknologi dari Wacom. Saat pena digunakan, touchpad otomatis non-aktif untuk mencegah sentuhan tidak sengaja.

Sementara Legion 7a jelas ditujukan untuk para gamer hardcore. Dengan sistem pendingin Lenovo X Power yang mampu menghasilkan TDP hingga 95W, laptop ini tetap dingin meski dipakai main game berjam-jam.

Idea Tab Pro Gen 2: Tablet Pertama dengan Lenovo Qira

Beralih ke dunia tablet, Lenovo meluncurkan Idea Tab Pro Gen 2 yang menjadi perangkat pertama dengan asisten AI bernama Lenovo Qira.

Qira bukan sekadar aplikasi biasa. Ini adalah Personal Ambient Intelligence yang terintegrasi langsung di level sistem, bisa bekerja di PC, ponsel, tablet, hingga perangkat wearable. Qira memahami konteks penggunaan Anda dan memberikan bantuan proaktif.

Untuk pelajar, fitur ini sangat membantu. Ada Smarter Reader yang bisa meringkas artikel panjang, Live Transcription untuk mencatat perkuliahan secara otomatis, dan Smart AI Input yang memungkinkan Anda mengetik cukup dengan perintah suara.

Tablet ini mengusung layar 13 inci 3.5K PureSight Pro dengan Dolby Vision dan empat speaker JBL. Tersedia juga opsi layar matte anti-glare buat Anda yang suka membaca e-book berjam-jam.

Dengan ketebalan hanya 6,2 mm dan berat di bawah 600 gram, tablet ini sangat nyaman digenggam. Baterainya 10200mAh dengan fast charging 45W, siap menemani Anda kuliah atau meeting seharian.

IdeaPad Slim 5i Ultra: Si Tipis dengan Baterai Tahan Lama

Terakhir, untuk Anda yang butuh laptop harian dengan harga lebih bersahabat, Lenovo menghadirkan IdeaPad Slim 5i Ultra (14”, 11) .

Laptop all-metal ini sangat tipis dan ringan, cocok untuk dibawa ke mana saja. Prosesor Intel Core Ultra menjamin performa harian yang responsif, sementara baterai 65Wh mampu bertahan hingga 20 jam untuk pemutaran video.

Layarnya tersedia dalam pilihan WUXGA OLED atau WQXGA IPS LCD 120Hz. Dua-duanya menawarkan visual yang tajam dan cerah.

Lenovo Qira: Jembatan Penghubung Seluruh Perangkat

Satu hal yang menarik dari semua peluncuran ini adalah kehadiran Lenovo Qira. Asisten AI ini akan hadir di lebih dari 20 perangkat Lenovo dalam beberapa minggu ke depan, termasuk ThinkPad, Yoga, Legion, IdeaPad, dan bahkan smartphone Motorola.

Qira berfungsi sebagai kecerdasan terpadu di seluruh ekosistem perangkat Anda. Bayangkan Anda sedang mengetik laporan di laptop, lalu harus pergi meeting dan melanjutkannya di tablet. Qira akan menjaga kontinuitas pekerjaan Anda tanpa perlu memindahkan file secara manual.

Bahasa yang didukung di gelombang pertama peluncuran meliputi Inggris, Spanyol, Prancis, Italia, Jerman, dan Portugis. Sayangnya, bahasa Indonesia belum termasuk. Namun Lenovo berjanji akan terus memperluas dukungan bahasa dan wilayah sepanjang tahun 2026.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa MacBook Neo Bukan Sekadar MacBook Biasa

Kesimpulan: Masa Depan Komputasi Ada di AI dan Fleksibilitas

Apa yang dipamerkan Lenovo di MWC 2026 ini menunjukkan arah yang jelas: masa depan laptop dan tablet tidak hanya soal spesifikasi mentah, tetapi bagaimana perangkat bisa beradaptasi dengan kebutuhan pengguna secara cerdas.

Dari Yoga Book Pro 3D Concept yang menghilangkan batasan antara dunia digital dan fisik, hingga Legion Go Fold Concept yang menyatukan fungsi gaming dan produktivitas dalam satu perangkat, Lenovo sepertinya ingin memastikan bahwa pengguna tidak perlu lagi memilih antara satu fungsi dan fungsi lainnya.

Semua perangkat baru ini rencananya akan mulai tersedia di pasar global secara bertahap mulai pertengahan 2026. Belum ada informasi resmi mengenai harga dan ketersediaan di Indonesia, namun biasanya Lenovo cukup agresif memasarkan produk-produk terbarunya di Tanah Air.

Yang jelas, persaingan di dunia laptop dan tablet dipastikan akan semakin panas. Dengan kehadiran AI yang semakin merasuk ke dalam perangkat keras, pengalaman komputasi kita akan berubah drastis dalam beberapa tahun ke depan. Dan Lenovo, dengan segala inovasinya di MWC 2026 ini, ingin berada di garis terdepan perubahan tersebut.