Malaysia Sita Chip AI Rp190 Miliar di Bandara KL, Ada Apa Nih?

Trendtech, Jakarta – Dunia teknologi lagi dihebohkan sama berita panas dari negeri tetangga! Otoritas bea cukai Malaysia baru saja menyita chip kecerdasan buatan (AI) canggih senilai 49,5 juta ringgit atau setara dengan $12,11 juta (sekitar Rp190 miliar) di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Penyelidikan besar-besaran langsung digelar buat bongkar sindikat penyelundupan semikonduktor berkinerja tinggi ini.
Penyitaan gila-gilaan ini melibatkan 30 unit server yang isinya penuh dengan chip AI kelas berat. Temuan itu didapat saat petugas ngelakuin inspeksi rutin di zona perdagangan bebas bandara, seperti yang dibeberkan Direktur Bea Cukai Bandara, Aspalila Ag Tuah, ke awak media hari Rabu.
Modus Operandi: Dipalsukan Jadi Komponen Elektronik Biasa
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pengiriman hardware super mahal ini asalnya dari salah satu negara di Asia. Rencananya, barang-barang tersebut mau diekspor ulang ke negara lain di kawasan yang sama. Nahasnya, transaksi kelas kakap ini ternyata enggak dilengkapi izin perdagangan resmi.
Baca juga: Drama Industri Chip: Nekat Daur Ulang DRAM Bekas demi Pangkas Biaya!
Modus yang dipakai sindikat ini juga tergolong licik banget. Server-server canggih tersebut sengaja dideklarasikan secara keliru sebagai komponen elektronik biasa. Tujuannya jelas, biar mulus melintas lewat Malaysia tanpa kena batasan atau aturan ketat saat dikirim ke destinasi akhir.
Saat ini, satu perusahaan lokal di Malaysia yang ngebantu proses pengiriman tersebut udah dipanggil pihak berwenang buat dimintai keterangan. Pemerintah enggak main-main buat mengusut tuntas siapa aja dalang di balik jaringan gelap ini.
Jaringan Penyelundupan Lintas Negara yang Kian Terendus
Usut punya usut, pengiriman ilegal ini diyakini punya kaitan erat sama sindikat serupa yang sempat dibongkar bea cukai pada Juni lalu. Total ada lima kasus berbeda yang sekarang udah dihubung-hubungkan ke sindikat ini.
Kalau ditotal secara keseluruhan, nilai chip yang berhasil disita dari jaringan ini udah tembus lebih dari 100 juta ringgit! Sayangnya, pihak bea cukai masih nutup rapat detail lanjutan karena proses investigasi mendalam masih terus berjalan.
Baca juga: Krisis Chip Global: Kenapa Baterai Awet dan Durability Jadi Standar Baru Pilih Smartphone?
Ketatnya Aturan Ekspor Chip AI Gara-Gara Ketegangan Global
Langkah tegas Malaysia ini enggak lepas dari kebijakan ketat yang mereka berlakukan tahun lalu. Pemerintah Malaysia resmi menerapkan kontrol ekspor terhadap chip AI canggih asal Amerika Serikat.
Kebijakan ini diambil menyusul tekanan masif dari Washington buat nahan laju distribusi semikonduktor high-end ke China. Langkah tersebut jadi cerminan betapa ketatnya pengawasan internasional terhadap rantai pasok semikonduktor global di tengah perang teknologi komputasi masa kini.

