Perketat Manajemen Risiko Trading Derivatif Crypto, Pintu Futures Luncurkan 5 Fitur Unggulan

Fintech|February 17, 2026|
Perketat Manajemen Risiko Trading Derivatif Crypto, Pintu Futures Luncurkan 5 Fitur Unggulan

Trendtech, Jakarta – Pasar crypto sedang berada dalam fase koreksi yang cukup dalam. Setelah mencapai puncak harga tertinggi sepanjang masa di level USD 126.210 pada Oktober 2025 lalu, kinerja Bitcoin (BTC) kini mengalami tekanan signifien. Per hari ini, harga BTC terkoreksi hampir -50% dan berada di kisaran USD 68.000. Dalam situasi pasar yang fluktuatif seperti ini, trading derivatif crypto hadir sebagai alternatif strategi bagi para trader untuk tetap bisa memaksimalkan potensi keuntungan, baik saat harga naik (bullish) maupun turun (bearish).

Menyikapi dinamika pasar yang ada, PT Pintu Kemana Saja (PINTU) melalui produk Pintu Futures yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terus berinovasi. Fokus utamanya adalah memperketat manajemen risiko trading derivatif crypto agar pengguna bisa bertransaksi dengan lebih tenang dan terkontrol. Kini, Pintu Futures menyediakan lima fitur unggulan yang dirancang untuk melindungi modal serta mengoptimalkan strategi trading penggunanya.

Baca juga: AFTECH Resmikan Kode Etik Terintegrasi 2025, Perkuat Tata Kelola dan Kepercayaan Industri Fintech

Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, menjelaskan bahwa esensi dari trading derivatif bukan hanya soal mengejar profit. “Trading derivatif crypto tidak hanya soal mengejar potensi keuntungan, tapi juga tentang bagaimana seorang trader perlu mengontrol dan mengantisipasi risiko. Sepanjang 2025 kami terus menghadirkan fitur inovatif untuk mendukung manajemen risiko trading derivatif, yang sekarang semuanya sudah bisa dimaksimalkan oleh pengguna Pintu Futures,” ungkapnya.

Berikut adalah lima fitur unggulan dari Pintu Futures yang bisa dimanfaatkan untuk strategi manajemen risiko trading derivatif crypto:

  1. Take Profit dan Stop Loss (TP/SL): Fitur paling fundamental dalam manajemen risiko. Trader dapat mengatur target profit dan batas rugi secara otomatis. Dengan begitu, posisi akan ditutup secara otomatis saat harga mencapai level yang ditentukan, membantu mengamankan keuntungan dan membatasi kerugian tanpa harus terus-menerus memantau layar.

  2. Adjustable Leverage hingga 25x: Fleksibilitas menjadi kunci dalam trading. Pintu Futures memungkinkan trader untuk menyesuaikan besaran leverage dari 1x hingga 25x sesuai dengan strategi dan profil risiko masing-masing. Leverage yang lebih rendah bisa menjadi pilihan bagi trader yang ingin mengurangi potensi likuidasi.

  3. Price Protection: Volatilitas pasar yang ekstrem kerap kali menyebabkan slippage atau pergeseran harga yang tidak diinginkan. Fitur Price Protection melindungi posisi trader dari slippase ekstrem saat membuka atau menutup posisi di tengah kondisi pasar yang sedang tidak menentu. Trader bisa mengatur tingkat toleransi slippage, misalnya 0,2%, 1%, atau 2,5%.

  4. Initial Margin (IM) Buffer: Fitur ini berfungsi sebagai “bantalan” tambahan. IM Buffer memungkinkan trader menambahkan margin cadangan ke posisi yang sudah terbuka. Dengan adanya cadangan dana ini, posisi trading menjadi lebih kuat dan tidak mudah terkena likuidasi akibat fluktuasi harga sementara.

  5. Stop Order: Bagi trader yang mengandalkan analisis teknikal, fitur Stop Order sangatlah penting. Trader dapat melakukan order (beli atau jual) secara otomatis ketika harga menyentuh level tertentu. Ini membantu dalam mengelola risiko maupun masuk ke pasar berdasarkan sinyal strategi tanpa harus duduk berjam-jam di depan komputer.

Pentingnya pengelolaan risiko ini semakin terasa jika melihat data pasar terkini. Mengutip data dari Coinglass, saat harga BTC sempat jatuh ke level USD 60.000 pada 6 Februari 2026 lalu, pasar crypto global dihantam gelombang likuidasi besar-besaran yang mencapai USD 4,85 miliar. Akibatnya, indeks fear & greed atau indeks ketakutan dan keserakahan merosot tajam ke angka 6, level terendah di awal tahun 2026. Peristiwa ini menjadi pengingat nyata bahwa manajemen risiko trading derivatif crypto adalah sebuah keharusan, bukan sekadar pilihan.

Baca juga: Catatan Akhir Tahun 2025 IFSoc: Menjaga Keberlanjutan Ekosistem Fintech Indonesia di Tengah Tantangan Fraud, AI, dan Integrasi Regional

Iskandar menambahkan bahwa fitur hanyalah alat. Keberhasilan dalam trading derivatif crypto tetap bergantung pada analisis dan pengetahuan trader itu sendiri. “Trading derivatif crypto memberikan fleksibilitas bagi trader di berbagai kondisi pasar, bisa mengambil posisi long jika yakin harga naik, atau posisi short jika menilai harga akan turun. Namun perlu diingat bahwa ini masuk ke dalam kategori produk investasi high risk high return. Maka dari itu, selain terdapat fitur untuk manajemen risiko, menganalisis kondisi pasar dan menambah informasi juga sangat penting. Semua informasi mengenai kondisi pasar dan tips trading derivatif crypto kami berikan lewat platform edukasi Pintu Academy dan Pintu News,” tutup Iskandar.

Dengan kelengkapan fitur ini, Pintu Futures berupaya menjadi mitra terpercaya bagi masyarakat Indonesia yang ingin mendalami trading derivatif crypto secara lebih aman dan terukur di tengah volatilitas pasar yang masih akan terus terjadi.

By Published On: February 17, 2026Categories: FintechTags: , , , ,