MediaTek Dimensity 9600 Hadirkan Konfigurasi Dual Prime-Core Pertama di Kelasnya

Trendtech, Jakarta – Dunia chipset flagship kembali bergolak. Setelah rumor mengenai Snapdragon 8 Elite Gen 6 dari Qualcomm mulai berhembus kencang, kini giliran MediaTek yang ikut memanas suasana. Bocoran terbaru dari pembocor handal Digital Chat Station mengungkap bahwa MediaTek Dimensity 9600 akan membawa lompatan arsitektur yang belum pernah ada sebelumnya di seri Dimensity 9.
Kabar baiknya? Chip ini disebut-sebut akan menjadi yang pertama di keluarganya yang mengadopsi konfigurasi dual prime-core. Buat kamu yang mengikuti perkembangan teknologi, ini bukan sekadar angka. Ini perubahan fundamental yang bisa mengubah cara ponsel flagship bekerja, terutama dalam mengolah tugas-tugas berat berbasis AI.
Mengusung Proses 2nm TSMC, Bukan Sekadar Kencang Tapi Juga Irit Daya
Menurut laporan yang beredar, Dimensity 9600 akan dibangun menggunakan proses manufaktur 2nm N2P milik TSMC. Ya, kamu tidak salah baca. Ini adalah generasi proses yang lebih efisien dibandingkan pendahulunya. Secara teori, semakin kecil nanometer, semakin hemat daya, dan semakin kuat performa yang bisa dikeluarkan tanpa panas berlebih.
Baca juga: Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro: Kinerja CPU Naik Cuma di Bawah 20%, Tapi Jangan Kecewa Dulu!
Tapi yang lebih menarik justru ada pada susunan inti CPU-nya. Jika bocoran ini akurat, maka Dimensity 9600 akan mengusung tata letak 2+3+3. Artinya: dua inti “utama” yang super cepat, dipadukan dengan enam inti berkinerja tinggi. Ini pertama kalinya MediaTek berani melakukan lompatan seperti ini di seri 9.
Sebagai perbandingan, Dimensity 9500 masih menggunakan satu inti ARM C1-Ultra (4,21GHz) untuk performa puncak, tiga ARM C1-Premium (3,5GHz) untuk daya tahan, dan empat ARM C1-Pro (2,7GHz) untuk efisiensi. Nah, dengan dual prime-core, beban berat bisa dibagi ke dua inti utama, bukan hanya satu. Hasilnya? Multitasking lebih mulus, gaming lebih responsif, dan AI generatif berjalan lebih cair.
Disebut “Canyon”, MediaTek Siap Tempur di Medan Berat
Digital Chat Station menyebut bahwa konfigurasi dual prime-core pada Dimensity 9600 ini memiliki kode internal yang menarik, yaitu “Canyon”. Nama ini sekaligus menegaskan bahwa MediaTek serius membangun arsitektur yang benar-benar baru, bukan sekadar peningkatan kecil dari generasi sebelumnya.
Secara teknis, pengaturan 2+3+3 membuat chip ini lebih siap menangani beban kerja yang kompleks. Apalagi di era sekarang, di mana aplikasi berbasis AI seperti asisten virtual cerdas, editor foto bertenaga AI, hingga game dengan NPC cerdas semakin mendominasi. Dengan proses 2nm yang lebih efisien, Dimensity 9600 diprediksi akan memberikan peningkatan signifikan dibandingkan pendahulunya, baik dari segi kecepatan maupun efisiensi baterai.
GPU dengan Neural Shader: Kolaborasi Tanpa Batas antara NPU dan GPU
Tak hanya CPU yang ditingkatkan, sektor grafis juga dapat sentuhan istimewa. Dimensity 9600 dikabarkan akan menyematkan GPU baru dengan teknologi neural network shader. Apa maksudnya? Secara sederhana, teknologi ini memungkinkan GPU dan NPU bekerja lebih harmonis.
Bayangkan sebuah chip di mana komponen grafis dan komponen kecerdasan buatan tidak lagi bekerja sendiri-sendiri, tapi saling bantu. Hasilnya, konsumsi daya bisa ditekan drastis, sementara performa tetap mulus. Buat kamu yang suka main game berat atau editing video di ponsel, ini kabar yang sangat menggembirakan.
Persaingan dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6: Sama Tapi Tak Serupa
Tentu saja, Qualcomm tidak tinggal diam. Snapdragon 8 Elite Gen 6 juga dikabarkan akan mengadopsi tata letak CPU 2+3+3 yang serupa. Bedanya, Qualcomm mengandalkan inti Oryon buatan sendiri, sementara Dimensity 9600 akan menggunakan inti seri Cortex-C2 ARM yang akan datang.
Dengan kata lain, kita akan menyaksikan pertarungan menarik antara dua arsitektur berbeda yang mengejar tujuan sama: performa tinggi dan efisiensi energi. MediaTek membawa solusi dengan ARM Cortex-C2 yang sudah terbukti andal, sedangkan Qualcomm mengandalkan Oryon yang mulai matang generasi demi generasi.
Baca juga: REDMI 15 Punya Baterai 7.000 mAh Bisa Dukung Produktivitas
Situasi ini sebenarnya menguntungkan kita sebagai pengguna. Karena persaingan yang sehat akan mendorong inovasi lebih cepat, dan pada akhirnya, kita yang menikmati ponsel flagship dengan chipset terbaik di tahun 2026 nanti.
Dari semua bocoran yang ada, MediaTek Dimensity 9600 menunjukkan bahwa MediaTek tidak ingin sekadar menjadi “alternatif” dari Qualcomm. Mereka serius ingin memimpin, dengan berani mengubah arsitektur CPU yang sudah mapan. Dual prime-core, proses 2nm, GPU neural shader, dan kode internal “Canyon” adalah bukti nyata ambisi tersebut.
Apakah ini cukup untuk menggeser posisi Snapdragon 8 Elite Gen 6? Kita tunggu saja rilis resminya. Tapi satu hal yang pasti: pasar chip flagship tahun depan akan semakin panas, dan kita semua akan menuai manfaatnya.

