Snapdragon 8 Elite Gen 6 Dikabarkan Akan Diproduksi di Proses 2nm Terbaru

Trendtech, Jakarta – Sebuah angin perubahan besar mungkin segera berhembus di dunia chipset flagship. Qualcomm, sang raksasa chipset mobile, dikabarkan sedang menjajaki “rumah produksi” baru yang ternyata adalah mantan mitra lamanya: Samsung Foundry. Targetnya? Tak lain adalah chipset andalan masa depan, yang diduga adalah Snapdragon 8 Elite Gen 6.
Ini menjadi sebuah babak menarik dalam persaingan industri semikonduktor. Selama beberapa tahun belakangan, TSMC seolah menjadi “bintang tunggal” untuk memproduksi chipset-chipset terkuat di dunia, dari Apple A-series hingga Snapdragon 8 Generasi sebelumnya. Kinerja dan efisiensi yang konsisten menjadi alasan utamanya.
Namun, rupanya Samsung tak tinggal diam. Perjuangan mereka untuk menyempurnakan teknologi fabrikasi chip ultra-mini akhirnya membuahkan hasil. Keberhasilan mereka dalam mengembangkan proses manufaktur 2 nanometer (2nm) ternyata berhasil memikat kembali perhatian klien besar, termasuk Qualcomm.
Baca juga: On-Device AI: Begini Cara NPU Snapdragon 8 Generasi 5 Mengubah Smartphone di 2026
CEO Qualcomm Konfirmasi Pembicaraan Serius dengan Samsung
Isu yang semula hanya menjadi rumor, mendapatkan penguat langsung dari level tertinggi perusahaan. Dalam ajang CES 2026, CEO Qualcomm, Cristiano Amon, secara terbuka mengonfirmasi bahwa diskusi dengan Samsung Foundry sedang berjalan dengan serius.
“Di antara berbagai perusahaan foundry, kami memulai diskusi dengan Samsung Electronics terlebih dahulu mengenai manufaktur kontrak menggunakan proses 2nm terbaru mereka,” ujar Amon. Pernyataan ini seperti sinyal terang bahwa kolaborasi besar sedang dirancang.
Meski Amon tak menyebut nama produk secara spesifik, semua mata tertuju pada satu calon: Snapdragon 8 Elite Gen 6. Chipset yang diprediksi akan menggerakkan smartphone flagship global pada 2027 ini, disebut-sebut akan menjadi produk pertama hasil rekonsiliasi teknologis kedua raksasa ini.
Apa Arti Kolaborasi Ini Bagi Industri?
Keputusan Qualcomm untuk mempertimbangkan Samsung kembali bukanlah langkah kecil. Ini adalah pertaruhan besar yang menunjukkan keyakinan baru. Jika akhirnya Snapdragon 8 Elite Gen 6 benar-benar lahir dari pabrik Samsung, pesannya jelas: Samsung Foundry telah mencapai tingkat kematangan, stabilitas hasil produksi (yield), dan efisiensi daya yang setara dengan standar industri tertinggi.
“Ini adalah pengakuan monumental bagi Samsung,” kata seorang analis industri. “Mendapatkan kepercayaan Qualcomm kembali untuk chipset paling prestisiusnya membuktikan bahwa lompatan teknologi 2nm mereka nyata dan menjanjikan.”
Samsung sendiri tak main-main. Mereka telah menyatakan akan memulai produksi massal chip 2nm lebih cepat dari pesaing, dimulai dengan Exynos 2600 untuk Galaxy S26. Namun, kunci kesuksesan jangka panjang mereka adalah menarik klien eksternal. Dan kabar baik bagi Samsung, minat itu telah datang.
Era Persaingan Foundry yang Lebih Sehat
Kabar bahwa Tesla telah bergabung, serta AMD dan Google yang dikabarkan tertarik, menandai kebangkitan Samsung Foundry. Dominasi TSMC yang hampir mutakhir beberapa tahun terakhir, kini mendapatkan penantang yang lebih tangguh.
Bagi kita sebagai konsumen, kompetisi yang lebih ketat antara foundry raksasa ini selalu membawa kabar gembira. Persaingan akan mendorong inovasi lebih cepat, efisiensi yang lebih baik, dan pada akhirnya, menghadirkan produk-produk teknologi yang lebih baik dan efisien ke tangan kita.
Jika semua berjalan sesuai rencana, Snapdragon 8 Elite Gen 6 yang diproduksi Samsung tidak hanya akan menjadi sekadar prosesor baru. Ia akan menjadi simbol pergeseran kekuatan dalam peta industri semikonduktor dunia. Kita tunggu kelanjutannya.

