Trendtech, Jakarta – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mempercepat transformasi digital layanan telekomunikasi melalui implementasi registrasi kartu SIM berbasis biometrik wajah (face recognition) serta penguatan adopsi eSIM. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan keamanan data sekaligus menghadirkan pengalaman registrasi yang lebih cepat dan praktis bagi pelanggan.
Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dilengkapi liveness detection, sistem mampu memastikan bahwa proses verifikasi dilakukan langsung oleh pengguna asli. Hal ini membantu meminimalkan potensi penyalahgunaan identitas sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap layanan digital XLSMART.
Baca juga: Indosat Hadirkan Indonesia AI Day, Percepat Transformasi Digital Ritel Indonesia
Direktur & Chief Regulatory XLSMART, Merza Fachys, menjelaskan bahwa teknologi biometrik ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat perlindungan data pelanggan.
“Implementasi verifikasi biometrik ini merupakan komitmen nyata XLSMART dalam meningkatkan standar keamanan data pelanggan. Validasi yang terhubung langsung dengan database Dukcapil memastikan identitas pelanggan valid dan terlindungi dari potensi penyalahgunaan,” ujar Merza.
Teknologi pengenalan wajah modern juga memiliki tingkat akurasi tinggi, yakni sekitar 95–99%, serta mampu menekan kemungkinan penggunaan identitas ganda hingga lebih dari 80%.
Untuk memudahkan akses pelanggan, XLSMART telah menyediakan layanan registrasi biometrik di 143 titik layanan di seluruh Indonesia, yang terdiri dari:
-
94 XL Center
-
51 Galeri Smartfren
Layanan ini banyak tersedia di wilayah dengan jumlah pelanggan tinggi seperti Jabodetabek, Jawa Timur, dan Sumatera.
Selain melalui gerai fisik, pelanggan juga dapat melakukan registrasi secara digital melalui:
-
Website resmi XL, AXIS, dan Smartfren
-
Aplikasi myXL, AXISNET, dan mySF
Dengan berbagai kanal tersebut, proses registrasi kini dapat dilakukan dengan lebih fleksibel kapan saja dan di mana saja.
Implementasi sistem biometrik juga membuat proses registrasi kartu SIM menjadi jauh lebih cepat. Jika sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 5–7 menit, kini proses registrasi dapat diselesaikan kurang dari satu menit melalui sistem otomatis berbasis teknologi Know Your Customer (KYC).
XLSMART juga menegaskan bahwa data biometrik pelanggan tidak disimpan oleh perusahaan. Data tersebut langsung diteruskan secara aman ke sistem Dukcapil untuk proses validasi, sesuai dengan prinsip security by design dan data minimization.
Baca juga: XLSMART Luncurkan Fitur Kontrol Pulsa, Lindungi Pengguna dari Pemakaian Tak Terduga
Sejalan dengan penguatan keamanan registrasi, penggunaan eSIM XLSMART juga terus meningkat. Hingga saat ini, jumlah pengguna eSIM XLSMART telah mencapai lebih dari 1,6 juta pelanggan.
Integrasi antara registrasi biometrik dan aktivasi eSIM memungkinkan proses aktivasi berjalan lebih lancar sekaligus memastikan tingkat keamanan yang sama kuatnya dengan kartu SIM fisik.
Melalui inovasi ini, XLSMART menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem telekomunikasi yang lebih aman, terpercaya, dan berorientasi pada pengalaman pelanggan, sekaligus mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia.