Review Infinix NOTE Edge: Tampil Elegan dengan Harga Bersahabat

Trendtech – Mencari smartphone yang terasa “lebih” dari sekadar harga pasarnya? Sebagai jurnalis teknologi yang telah meneliti puluhan ponsel, saya sering menemukan klaim “flagship killer” yang justru mengecewakan di bagian penting. Namun, pengalaman membuka kotak Infinix NOTE Edge memberikan kesan berbeda. Desainnya yang ramping langsung terasa premium di genggaman. Ponsel ini bukan hanya tentang spesifikasi di atas kertas, melainkan janji akan pengalaman pengguna yang mulus untuk mereka yang pintar berbelanja.
Mari kita telusuri bersama, apakah NOTE Edge benar-benar mampu memadukan keanggunan dan efisiensi dalam satu genggaman.
Desain & Build Quality: Elegansi yang Tak Mudah Usang

Saat pertama kali menggenggam Infinix NOTE Edge, yang terpikir justru adalah ponsel flagship beberapa generasi lalu, dalam arti yang baik. Ia tidak mencoba menjadi terlalu futuristik, namun elegan dengan caranya sendiri.
Dengan ketebalan 7.22 mm dan berat 181 gram, ponsel ini terasa pas di tangan, ringan untuk dibawa seharian, namun tetap terasa solid dan kokoh.
Sentuhan finishing pada varian warna Stellar Blue sungguh memikat. Lapisannya memantulkan cahaya dengan lembut, menciptakan gradasi warna yang dinamis, dan—ini yang paling saya syukuri, nyaris anti sidik jari. Setelah berjam-jam digunakan, bodi belakangnya masih terlihat bersih dan rapi, sesuatu yang jarang ditemui di kelas harganya.
Desain kamera rapi menambah kesan minimalis. Secara keseluruhan, Infinix berhasil menciptakan persona yang matang dan meyakinkan untuk disebut NOTE Edge.
Layar 3D Curved: Immersive Experience yang Tak Terduga

Membuka layar Infinix NOTE Edge adalah momen “wow” pertama. Layar lengkung 3D selebar 6.78 inci ini bukan sekadar gimmick. Ia menyajikan visual yang begitu immersive, seolah konten meluber dari tepian. Resolusi 1.5K dengan refresh rate 120Hz menghasilkan gambar yang tajam, warna yang hidup, dan animasi yang sangat halus. Scroll timeline media sosial atau baca artikel panjang terasa begitu nikmat.
Fitur yang benar-benar berguna adalah kecerahan puncaknya yang mencapai 4500 nit. Di bawah terik matahari siang, teks dan gambar tetap terbaca dengan jelas tanpa perlu meneduhkan ponsel dengan tangan.
Ditambah proteksi Corning Gorilla Glass 7i dan sertifikasi tahan debu/air IP65, saya merasa lebih percaya diri menggunakan ponsel ini dalam berbagai aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir berlebihan.
Kamera 50MP + AI: Bukan Sekadar Hitungan Megapixel

Sebagai pencinta fotografi, saya selalu skeptis dengan klaim kamera smartphone budget. Namun, Infinix NOTE Edge membawa kejutan yang menyenangkan. Sensor utama 50MP-nya bukan hanya menangkap detail yang kaya, tetapi kecerdasan AI di baliknya yang membuat perbedaan.

Fitur Live Photo Mode, biasanya jadi andalan ponsel premium, namun hadir di sini dan berfungsi sangat baik. Ia merekam 1.5 detik sebelum dan sesudah Anda menekan shutter, lalu mengompilasikan momen terbaiknya. Hasilnya? Foto candid yang natural, bebas dari ekspresi kaku.
Mode HDR-nya juga patut diacungi jempol, berhasil menyeimbangkan cahaya terang dan bayangan dengan porsi yang pas.
Sayangnya, untuk videografi, kisahnya sedikit berbeda. Meski bisa merekam hingga 2K, kurangnya stabilisasi optik (OIS) terasa. Kecuali Anda memiliki tangan yang sangat stabil atau menggunakan gimbal, rekaman video cenderung terasa goyah. Untuk vlog sehari-hari atau rekaman casual, opsi 1080p 30fps masih memberikan hasil yang cukup memadai.
Performa Dimensity 7100: Tenaga Kuda yang Efisien

Inilah jantung dari Infinix NOTE Edge, chipset MediaTek Dimensity 7100 5G. Awalnya saya ragu, mengingat ini adalah chipset kelas menengah. Tapi dalam pengujian nyata, keraguan itu pudar. Daya tahannya yang efisien berkat proses 6nm benar-benar terasa.
Saya mencoba menjalankan Mobile Legends dengan pengaturan maksimal. Hasilnya? Frame rate stabil di angka 60 fps bahkan dalam team fight paling chaotic sekalipun. Yang lebih mengesankan adalah manajemen panasnya.
Setelah bermain lebih dari satu jam, tubuh ponsel hanya terasa hangat, bukan panas menyengat. Untuk produktivitas sehari-hari, multitasking dengan belasan tab browser, aplikasi office, dan streaming musik, NOTE Edge melakukannya dengan mulus, hampir tanpa lag yang terasa.
Berikut beberapa Benchmark:
AnTuTu v10 – 757.637
Geekbench – 981 (Single-Core), 2887 (Multi-Core)
3DMark – 2517 (WildLife), 4301 (Sling Shot Extreme – OpenGL ES 3.1)
PCMark – 11298
CPDT – 428.69 MB/s (Seq. Write), 1.19 GB/s (Seq. Read)
XOS 16 & Fitur AI: Software yang Benar-Benar Membantu

Berdasarkan Android 16, XOS 16 terasa ringan dan intuitif. Infinix tidak membebani dengan bloatware yang mengganggu. Justru, fitur AI-nya yang praktis menjadi nilai tambah besar.
Social Translator adalah penyelamat bagi saya yang sering berkomunikasi dengan rekan kerja dari luar negeri. Fitur ini menyediakan terjemahan real-time selama panggilan audio atau video, menghilangkan hambatan bahasa dengan elegan.
Folax Smart Touch juga berguna, memungkinkan ekstraksi teks atau pencarian gambar dari elemen apa pun di layar hanya dengan menahan jari sebentar.
Baterai 6500mAh & Teknologi Pengisian: Daya Tahan Seharian Penuh

Dengan baterai raksasa 6500mAh (atau 6150mAh di beberapa wilayah), kekhawatiran kehabisan daya di tengah hari hampir tidak ada. Dalam tes pemutaran video terus-menerus, Infinix NOTE Edge bertahan lebih dari 21 jam—angka yang luar biasa.
Pengisian daya 24W-nya mampu mengisi penuh dari nol dalam waktu sekitar satu jam lebih. Fitur Adaptive Bypass Charging adalah sentuhan cerdas: saat bermain game sambil nge-charge, daya akan dialirkan langsung ke sistem, mengurangi stres pada baterai dan panas yang dihasilkan. Ini menunjukkan perhatian Infinix pada kesehatan baterai jangka panjang penggunanya.
Kesimpulan Akhir: Apakah Infinix NOTE Edge Layak Dibeli?

Setelah berminggu-minggu menguji, saya bisa katakan dengan yakin: Infinix NOTE Edge bukan sekadar smartphone budget biasa. Ia adalah produk yang matang, dirancang dengan pemikiran mendalam tentang kebutuhan pengguna nyata. Dibandrol dengan harga Rp 3,4 jutaan, smartphone ini mampu memberikan berbagai keunggulan.
Kelebihan:
- Desain premium dan tahan sidik jari.
- Layar 3D Curved dengan kecerahan tinggi yang memukau.
- Performa gaming dan multitasking yang sangat solid untuk kelasnya.
- Fitur AI seperti Social Translator yang benar-benar berguna.
- Daya tahan baterai yang sangat tangguh.
Kekurangan:
- Rekaman video tanpa stabilisasi optik.
- Tidak ada pengisian nirkabel.
Infinix NOTE Edge membuktikan bahwa Anda tidak harus merogoh kocek dalam-dalam untuk mendapatkan smartphone dengan pengalaman pengguna yang premium. Ia berhasil menyeimbangkan desain elegan, layar immersive, performa tangguh, dan fitur software yang cerdas dengan harga yang sangat bersaing.
Jika Anda mencari ponsel yang mampu menjalankan semua tugas harian dengan mulus, hemat baterai, dan memiliki beberapa kejutan fitur unggulan, NOTE Edge adalah jawaban yang sangat sulit untuk ditolak. Ia bukan flagship killer, melainkan smartphone cerdas yang tahu prioritas penggunanya.





















