Samsung Punya Hardware, Apple Punya Merek: Siapa yang Paling Cuan di Industri HP?

Trendtech, Jakarta – Rivalitas antara Samsung dan Apple di industri ponsel pintar memang selalu menarik buat dibahas. Kedua raksasa teknologi ini memang kelihatan musuhan banget di permukaan, tapi kenyataannya mereka justru saling butuh di balik layar.
Bicara soal kompetisi pasar smartphone, Apple baru saja meluncurkan jajaran iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan ponsel lipat pertamanya, iPhone Duo. Langkah ini langsung bikin publik membandingkannya dengan Galaxy Z Fold 8 buatan Samsung yang rilis beberapa pekan sebelumnya.
Kemiripan di antara kedua HP lipat ini bukan cuma kebetulan visual semata. Saat Apple baru mau mencoba peruntungan di pasar foldable, mereka justru memakai keahlian rantai pasokan komponen milik Samsung yang sudah bertahun-tahun merajai kategori tersebut.
Baca juga: Apple Rilis iPhone Duo: Samsung Galaxy Z Fold8 Kena Mental atau Untung Banyak? (Analisa)
Fenomena menarik ini makin memperjelas satu pertanyaan besar di dunia bisnis teknologi modern: apakah Samsung sebenarnya yang menguasai perangkat keras, sementara Apple yang memegang kendali atas kekuatan branding?
Mari kita bedah dulu dari komponen paling vital dan paling sering kita lihat setiap hari, yaitu panel layar.
Divisi Samsung Display sudah lama diakui sebagai salah satu produsen panel OLED terbaik di dunia dan menjadi pemasok utama buat Apple. Untuk lini iPhone 18 generasi terbaru, Samsung kembali dipercaya memproduksi layar OLED canggih tersebut bersama LG Display.
Hubungan bisnis ini makin kelihatan unik pas peluncuran iPhone Duo. Ponsel lipat perdana dari Apple tersebut mengadopsi rantai pasokan layar lipat yang dikembangkan Samsung sejak mereka merintis pasar ponsel lipat pada tahun 2019 lalu.
Bukan cuma urusan layar visual saja, komponen memori internal dan RAM juga tidak kalah krusial.
Kebutuhan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang makin kompleks bikin memori smartphone jadi komponen super strategis. Sebagai salah satu raja chip memori dunia, Samsung Electronics menjadi tumpuan Apple di tengah krisis dan kelangkaan pasokan DRAM global.
Keterlibatan Samsung dalam perangkat keras Apple tergolong sangat dalam. Laporan analisis industri mencatat Samsung berhasil mengamankan sekitar 60 hingga 70 persen pasokan memori LPDDR untuk jajaran iPhone, bikin dapur pacu HP Apple makin gesit.
Sektor kamera pun punya cerita seru yang tidak kalah mengejutkan buat disimak.
Samsung dikabarkan mulai masuk ke rantai pasokan sensor gambar CMOS canggih buat lini iPhone terbaru. Kehadiran Samsung ini berpotensi menggeser dominasi Sony yang selama bertahun-tahun menjadi pemasok utama sensor kamera untuk perangkat Apple.
Namun, punya komponen hebat bukan berarti Samsung yang merakit dan bikin iPhone secara utuh.
Apple tetap memegang kendali penuh atas desain prosesor, sistem operasi iOS, algoritma kamera, serta antarmuka penggunanya. Contohnya chip A20 Pro, silikon buatan Apple sendiri yang dirancang khusus untuk memberikan performa maksimal pada model Pro.
Di sinilah letak keunggulan terbesar Apple yang sulit ditandingi oleh kompetitor mana pun.
Samsung boleh saja memproduksi komponen teknologi paling canggih di planet bumi. Namun, Apple punya sihir khusus untuk mengemas seluruh komponen dari berbagai pemasok itu menjadi satu produk bergengsi yang sangat diinginkan konsumen.
Ironi bisnis ini terlihat sangat jelas pada persaingan ponsel lipat. Samsung butuh waktu bertahun-tahun dan delapan generasi pengembangan ponsel lipat, tapi saat Apple datang membawa iPhone Duo seharga kurang lebih kisaran Rp 35 jutaan, publik langsung menyambutnya seperti inovasi yang benar-benar baru.
Baca juga: Mencari Kamera Smartphone Terbaik? Jangan Berhenti di Apple dan Samsung!
Samsung sudah membuktikan diri sebagai penyedia teknologi dan produsen perangkat keras paling jempolan. Di sisi lain, Apple terbukti jago bikin konsumen percaya bahwa kombinasi desain, ekosistem, dan nama besar mereka sangat layak dibayar mahal.
Pada akhirnya, pembagian peran di industri ponsel pintar makin terlihat tegas dan jelas. Samsung memegang kunci teknologi hardware yang memungkinkan HP canggih itu tercipta, sedangkan Apple memegang merek yang bikin jutaan orang rela mengantre demi membelinya.

