Snapdragon Wear Elite Hadir, Qualcomm Bikin Perangkat Wearable Makin Cerdas dan Personal

Trendtech, Jakarta – Qualcomm Technologies baru saja mengumumkan platform terbaru mereka yang diberi nama Snapdragon Wear Elite Platform. Ini bukan sekadar chip biasa, melainkan sebuah platform Personal AI yang dirancang khusus untuk membuka era baru perangkat wearable cerdas yang benar-benar personal dan selalu aktif.
Bayangkan jam tangan pintar atau perangkat wearable lain yang nggak cuma jadi pelengkap smartphone, tapi bisa berpikir, belajar, dan beradaptasi dengan kebiasaan kamu sehari-hari. Nah, itulah visi yang coba diwujudkan Qualcomm lewat platform anyar ini.
Bukan Sekadar Pelengkap, Tapi Bagian dari “Ecosystem of You”
Yang menarik dari Snapdragon Wear Elite ini adalah posisinya sebagai platform wearable Personal AI pertama di dunia yang mendukung WearOS by Google, Android, dan Linux. Dengan dukungan NPU untuk AI on-device serta rangkaian solusi konektivitas ultra low-power yang canggih, perangkat wearable bisa jadi jauh lebih pintar dari sebelumnya.
Alex Katouzian, Executive Vice President and Group General Manager, Mobile, Compute & XR (MCX) Qualcomm Technologies, menjelaskan kalau Snapdragon selama ini terus mengubah komputasi personal dengan menghadirkan kategori baru perangkat Personal AI.
“Hadir dalam beragam bentuk dan model, perangkat ini bukan lagi sekadar pelengkap smartphone, melainkan bagian aktif dari jaringan AI terdistribusi yang mencakup mobile, compute, XR, wearable, dan lainnya,” ujarnya.
Baca juga: Snapdragon 8 Gen 5 vs 8 Gen 3: Perang Generasi, Mana yang Layak Jadi Jantung Smartphone Anda?
Menurut Alex, Snapdragon Wear Elite menghadirkan kemapuan edge AI yang powerful melalui arsitektur NPU terintegrasi dan pemrosesan sensor canggih. Ini memungkinkan pengalaman Personal AI yang sesungguhnya.
“Ini adalah langkah berikutnya menuju visi ‘Ecosystem of You’, di mana kecerdasan bergerak bersama pengguna, belajar dan beradaptasi dengan konteks di seluruh perangkat personal mereka,” tambahnya.

Personal AI Maksimal dengan Kemampuan Multimodal
Konsep “Ecosystem of You” ini sebenarnya sederhana tapi powerful. Personal AI bakal mencapai potensi maksimalnya ketika seluruh perangkat kamu bekerja sebagai satu kesatuan. Di sinilah agen AI cerdas dengan kemampuan multimodal bisa bergerak bersama kamu, memahami konteks, serta mengantisipasi kebutuhan di setiap perangkat.
Snapdragon Wear Elite membawa berbagai kemampuan cerdas langsung di perangkat yang mendukung pengalaman agentic kaya fitur secara real-time. Dengan mengintegrasikan Qualcomm Hexagon NPU yang mampu menjalankan model hingga miliaran parameter di edge, dipadukan teknologi sensor fusion canggih, konektivitas dan komputasi berkinerja tinggi tapi tetap hemat daya, platform ini membuka kelas baru pengalaman AI personal.
Kemampuan yang ditawarkan juga beragam, mulai dari rekomendasi berbasis konteks, interaksi suara alami, life logging, hingga agen AI yang bisa mengambil tindakan dan mengatur berbagai tugas atas nama kamu sebagai pengguna.
Performa Ngebut Tapi Tetap Irit Baterai
Siapa sih yang nggak ingin perangkat wearable dengan performa kencang tapi baterainya tahan lama? Snapdragon Wear Elite menjawab kebutuhan itu dengan peningkatan signifikan dalam efisiensi daya, namun tetap menawarkan kecepatan dan kelancaran yang unggul.
Berdasarkan klaim Qualcomm, platform ini menawarkan peningkatan performa CPU single-core hingga 5x dan GPU hingga 7x lebih cepat untuk peluncuran aplikasi, multitasking, dan rendering yang lebih mulus. Bayangkan buka aplikasi di smartwatch jadi super cepat dan nggak ada lagi drama nge-lag.
Dari sisi daya tahan, platform ini mendukung baterai hingga beberapa hari, jadi frekuensi charging bisa berkurang drastis. Teknologi manajemen daya yang lebih canggih memungkinkan waktu penggunaan hingga 30% lebih lama dibanding generasi sebelumnya. Dan kalau pun perlu diisi ulang, fitur rapid charging bisa mengisi hingga 50% hanya dalam waktu sekitar 10 menit. Praktis banget buat kamu yang punya mobilitas tinggi.
Konektivitas Lengkap untuk Era AI
Snapdragon Wear Elite juga hadir dengan arsitektur konektivitas multi-mode pertama di kelasnya yang mengintegrasikan enam teknologi canggih sekaligus: 5G RedCap, Micro-Power Wi-Fi, Bluetooth 6.0, UWB, GNSS, dan NB-NTN.
5G RedCap misalnya, menghadirkan konektivitas seluler low-power yang canggih buat memastikan perangkat tetap selalu terhubung di mana pun.
Micro-Power Wi-Fi memungkinkan koneksi Wi-Fi selalu aktif dengan konsumsi daya sangat rendah. Cocok banget buat wearable yang perlu sinkronisasi konteks AI secara kontinu, pertukaran data lebih kaya, serta koordinasi mulus dengan perangkat terdekat dan layanan cloud.
Bluetooth 6.0 mendukung perangkat untuk saling terhubung dan berinteraksi dengan lebih presisi dalam ekosistem personal.
UWB memungkinkan perangkat berinteraksi secara aman dan presisi tinggi dalam jarak dekat, termasuk buat menemukan perangkat serta terhubung dengan aset berharga seperti mobil, rumah, dan lingkungan enterprise.
GNSS menghadirkan akurasi lokasi yang lebih tinggi buat mendukung pemrosesan AI, sehingga perangkat bisa menyesuaikan interaksi berdasarkan lokasi pengguna.
Yang terakhir, NB-NTN memperluas jangkauan konektivitas hingga ke jaringan satelit. Fitur ini memungkinkan pengiriman pesan dua arah dan komunikasi penting saat jaringan seluler maupun Wi-Fi tidak tersedia, berkat kerja sama dengan mitra ekosistem termasuk Skylo.
Dukungan Ekosistem dari Google, Motorola, dan Samsung
Platform anyar ini nggak berjalan sendiri. Qualcomm sudah menggandeng mitra global terkemuka seperti Google, Motorola, dan Samsung untuk mengembangkan ekosistemnya.
Bjørn Kilburn, GM of Wear OS by Google, mengungkapkan kalau dengan Wear OS, mereka menghadirkan pengalaman smartwatch yang semakin cerdas dan terintegrasi dalam keseharian pengguna.
“Snapdragon Wear Elite menghadirkan performa, daya tahan baterai, dan konektivitas yang menjadi fondasi penting bagi pengembangan Wear OS generasi berikutnya,” jelasnya.
Dari kubu Motorola, Francois LaFlamme, Vice President and Chief Strategy and Marketing Officer, menyebutkan kalau peralihan menuju AI personal membutuhkan fondasi yang mampu menyeimbangkan kecerdasan di perangkat, kemampuan sensing, konektivitas, dan komputasi yang lebih efisien.
“Snapdragon Wear Elite Platform membuka kesempatan bagi kami untuk mengupas secara mendalam potensi konsep seperti Maxwell, sekaligus mendorong inovasi ke tingkat yang lebih tinggi dibandingkan apa yang pernah kami perlihatkan sebelumnya,” ujarnya.
Baca juga: On-Device AI: Begini Cara NPU Snapdragon 8 Generasi 5 Mengubah Smartphone di 2026
Samsung juga nggak ketinggalan memberikan dukungannya. InKang Song, Executive Vice President and Head of Technology Strategy Team, MX Business at Samsung Electronics, mengungkapkan kebahagiaannya bisa memperluas kolaborasi dengan Qualcomm ke kategori wearable.
“Dengan integrasi Snapdragon Wear Elite, Galaxy Watch generasi berikutnya akan menjadi pendamping wellness yang semakin menyeluruh. Ini menjadi langkah penting dalam komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman yang lebih efisien dan personal melalui perangkat wearable kami,” jelasnya.
Kapan Bisa Dicoba?
Buat kamu yang udah nggak sabar pengen merasakan kecanggihan Snapdragon Wear Elite, kabar baiknya perangkat komersial pertama yang ditenagai platform ini diperkirakan bakal tersedia dalam beberapa bulan mendatang.
Buat informasi lebih lanjut, kamu bisa kunjungi laman Snapdragon Wear Elite dan product brief. Yang kebetulan sedang di Barcelona dan menghadiri MWC Barcelona, bisa mampir ke Booth Qualcomm 3E10 di Hall 3, Fira Gran Via buat lihat demo dan ngobrol langsung dengan perwakilan Qualcomm.
Era baru wearable cerdas benar-benar sudah di depan mata. Siap-siap smartwatch kamu bakal jadi jauh lebih pintar dan personal!

