Sejarah Baru! SpaceX Sukses Bawa Roket Raksasa Starship ke Orbit untuk Pertama Kalinya

Trendtech, Jakarta — Dunia teknologi luar angkasa lagi geger banget, sob! SpaceX resmi mencetak sejarah baru setelah sukses meluncurkan roket raksasa Starship ke orbit untuk pertama kalinya.
Penerbangan uji ke-14 yang super epik ini lepas landas dari fasilitas Starbase di Texas. Berdasarkan siaran langsung yang bikin deg-degan, pesawat ruang angkasa keren ini akhirnya sukses menembus orbit sekitar pukul 08:15 pagi waktu setempat.
Nggak cuma bawa badan roketnya doang, misi kali ini juga sekaligus menerbangkan 26 unit satelit Starlink V3 tercanggih ke angkasa. Gokil banget kan ambisi bos besar Elon Musk ini?
Baca juga: INET Perkuat Infrastruktur Digital Nasional, SGI Gandeng FiberHome Bangun Kabel Laut 6.870 Km
Meskipun sempat ada drama kecil pas salah satu mesin vakumnya mati di tengah jalan, Starship tetap meluncur mulus melanjutkan pendakiannya. Hebatnya lagi, roket pendorongnya sukses melakukan “pendaratan lunak” di lepas pantai Starbase tanpa halangan berarti.
Keberhasilan ini jadi batu loncatan paling krusial buat ekspansi bisnis internet satelit Starlink milik SpaceX. Maklum aja, segmen ini sekarang jadi ladang cuan terbesar dan paling diandalkan perusahaan sampai kuartal kedua ini.
Catatan fantastisnya, SpaceX sekarang sudah ngebut mengoperasikan sekitar 11.000 satelit aktif di orbit. Jumlah ini jauh banget ninggalin kompetitor terdekatnya, Eutelsat OneWeb, yang baru megang sekitar 650 satelit aja.
Dalam konferensi pers laporan keuangan bulan Agustus lalu, Elon Musk sempat sesumbar kalau suatu hari nanti Starlink bakal mendominasi penyediaan internet global. Terutama di negara-negara yang sudah merestui operasional mereka di seluruh dunia.
Dari segi kapasitas, satu roket Starship ternyata sanggup mengangkut 60 satelit Starlink V3 sekaligus ke orbit. Angka ini gila banget karena sekitar 20 kali lipat lebih banyak dibanding kapasitas roket legendaris Falcon 9 sebelumnya.
Desain futuristik Starship dan roket Super Heavy dibuat agar bisa dipakai ulang secara penuh (reusable). Jadi, SpaceX bisa makin hemat biaya operasional sekaligus bawa kargo super jumbo ke luar angkasa.
Beda dari 13 uji coba sebelumnya yang cuma terbang pendek, misi ke-14 ini memang dipatok buat mencapai orbit. Target jangka panjangnya, Starship bakal ngerjain beberapa putaran orbit sebelum akhirnya mendarat mulus di lepas pantai Chili.
Persiapan matang ini sengaja digeber demi menyambut misi besar NASA tahun depan. Wahana raksasa ini dipersiapkan buat ngebantu umat manusia balikan sama bulan lewat misi pengembalian astronot AS ke permukaan satelit alami bumi tersebut.
Baca juga: Gaspol Transformasi Digital, Telkom Indonesia Spill Gerakan UMKM hingga AI di HUT ke-61!
Nggak cuma urusan logistik bulan, COO SpaceX Gwynne Shotwell juga ngebocorin rencana gokil lain awal bulan ini. Mereka berniat naruh “superkomputer di luar angkasa” alias meluncurkan satelit komputasi AI khusus ke orbit pada tahun 2027 mendatang.
Semua satelit Starlink V3 yang meluncur hari Senin kemarin diproduksi langsung di pabrik canggih SpaceX di Redmond, Washington. Satelit anyar ini dibekali panel surya ganda yang jauh lebihPower-up, bodinya lebih jumbo, dan siap ngebut kirim data super cepat ke pelanggan setia Starlink.

