Zebra Technologies Soroti Tren Industri 2026

News|December 24, 2025|
Zebra Technologies Soroti Tren Industri 2026

Trendtech, Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk transformasi digital, dunia industri terus bergerak mencari formula tepat untuk tetap tangguh. Zebra Technologies Corporation, baru saja memetakan sejumlah tren kunci yang akan membentuk wajah sektor manufaktur, logistik, ritel, dan publik pada 2026 mendatang. Fokusnya jelas: menciptakan operasional cerdas yang tidak hanya efisien, tetapi juga memberdayakan manusia di balik mesin.

Tantangan seperti kelangkaan tenaga kerja, gejolak rantai pasok, dan tuntutan konsumen yang semakin tinggi mendorong bisnis untuk lebih cerdas beradaptasi. Jawabannya tidak lagi sekadar pada otomasi, tetapi pada bagaimana teknologi dapat menjadi mitra bagi pekerja di garis depan.

“Laju perubahan di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, menuntut kecerdasan operasional yang baru. Dan semua itu berawal dari pemberdayaan para pahlawan di lini depan,” ujar Eric Ananda, Country Manager Indonesia Zebra Technologies, dengan nada penuh keyakinan.

Baca juga: Lenovo Luncurkan Solusi Penyimpanan Data Terbaru, Fondasi Penting untuk Infrastruktur Siap AI

“Kami berfokus menghadirkan solusi yang menyatukan aset, data, dan manusia secara real-time. Dengan memanfaatkan AI, machine vision, dan analitik canggih, organisasi tidak hanya mampu mengatasi tantangan hari ini, tetapi juga membuka pintu peluang baru untuk pertumbuhan yang berkelanjutan,” tambahnya.

Dari Pabrik Hingga Gudang: Teknologi Memberdayakan, Bukan Menggantikan

Laporan Zebra mengungkap pergeseran yang manusiawi dan praktis di berbagai sektor:

  1. Manufaktur Modern yang Lebih “Melihat”
    Kekurangan tenaga kerja terampil mendorong pabrik mengadopsi machine vision berbasis AI. Bayangkan, sistem yang mampu memeriksa kualitas produk secara real-time, mengurangi kesalahan, dan meminimalisir pemborosan. Studi bersama Oxford Economics bahkan menyebut, optimalisasi kontrol kualitas bisa mendongkrak pendapatan hingga 2,4 poin persentase. Di sini, teknologi hadir untuk mendukung akurasi dan ketahanan rantai pasok.

  2. Logistik yang Tidak Hanya Sekedar “Lacak”
    Sektor logistik telah melompat dari pelacakan dasar menuju analitik prediktif. Dengan data real-time dari RFID dan IoT, perusahaan kini bisa mengoptimalkan rute pengiriman secara dinamis—lebih cepat dan lebih ramah lingkungan. Hasilnya nyata: produktivitas di sektor transportasi dan logistik dilaporkan meningkat hingga 21%. Ini bukti bahwa investasi pada rantai pasok yang terkoneksi membuahkan hasil konkrit.

  3. Ritel yang Menyatu, dari Depan hingga Belakang
    Pengalaman belanja kita semakin personal berkat AI dan platform data terpadu. Teknologi self-service seperti scan-and-go dan checkout mandiri kian umum. Namun, di balik layar, teknologi mobile dan sistem inventori berbasis RFID membantu staf toko mengelola stok dengan presisi, mengurangi stock loss, dan memastikan produk yang kita cari selalu tersedia.

  4. Gudang Cerdas untuk Memuaskan Dahaga E-Commerce
    Gelombang belanja online mendorong inovasi di gudang. Sistem Warehouse Execution System (WES) berbasis AI dan IoT memastikan pesanan diproses lebih cepat dan akurat. Alat seperti Zebra VisibilityIQ™ Foresight bahkan bisa memprediksi gangguan, memaksimalkan waktu operasional perangkat, dan mengurangi e-waste. Efisiensi yang sejalan dengan komitmen keberlanjutan.

  5. Layanan Publik yang Lebih Responsif dan Terkoneksi
    Instansi publik juga berbenah. Pada 2026, petugas lapangan—dari tenaga keselamatan hingga petugas layanan—akan semakin dimanfaatkan dengan perangkat rugged mobile dan data real-time. Tujuannya mulia: meningkatkan kolaborasi antar-lembaga, mempercepat respons, dan melindungi data sensitif warga dengan lebih baik.

Baca juga: Red Hat & AWS Perkuat AI Generatif Enterprise, Tawarkan Efisiensi Biaya Hingga 40%

Inti dari Semua Transformasi: Manusia di Lini Depan

Laporan ini menggarisbawahi satu pesan utama: teknologi paling canggih pun akan sia-sia tanpa pemberdayaan manusia yang mengoperasikannya. Operasional cerdas sejatinya adalah tentang memberikan “superpower” bagi pekerja lapangan—dengan data yang akurat, alat yang intuitif, dan wawasan yang bisa ditindaklanjuti—sehingga mereka bisa mengambil keputusan terbaik di saat yang tepat.

Studi Zebra dan Oxford Economics mengonfirmasi hal ini: dengan memperbaiki alur kerja lini depan, organisasi berpotensi membuka pendapatan tambahan rata-rata US$3 miliar dan peningkatan laba US$120 juta. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti dampak nyata ketika setiap aset dan setiap orang dalam rantai nilai terhubung.

By Published On: December 24, 2025Categories: NewsTags: ,