AI Makin Mandiri! Intel Rilis Xeon 6 Plus dan Ethernet E835, Siap Jadi Otak Era ‘Agentic AI’

News|June 6, 2026|
AI Makin Mandiri! Intel Rilis Xeon 6 Plus dan Ethernet E835, Siap Jadi Otak Era ‘Agentic AI’

Trendtech, Jakarta – Sadar atau nggak, dunia Artificial Intelligence (AI) lagi bergeser nih, Sobat Trendtech! Kalau dulu kita cuma pakai AI buat jawab pertanyaan atau bikin gambar (Generative AI), sekarang kita lagi masuk ke era Agentic AI. Singkatnya, AI sekarang makin mandiri, bisa mikir sendiri, ngambil keputusan, sampai nyelesaiin tugas-tugas rumit tanpa perlu disuapin perintah terus-menerus.

Nah, biar era Agentic AI ini jalannya mulus dan nggak lemot, Intel baru aja pamer inovasi paling gokil mereka buat infrastruktur data center masa depan. Nggak tanggung-tanggung, mereka melepas prosesor Intel Xeon 6 Plus (Xeon 6+), kontroler jaringan Intel Ethernet Seri 800 (E835), dan ngasih bocoran spek GPU masa depan mereka, Crescent Island.

Langkah ini mempertegas satu hal: di era AI yang makin pintar ini, CPU (prosesor) kembali memegang takhta tertinggi sebagai otak utama pengendali sistem.

Baca juga: Huawei resmi luncurkan Xinghe Intelligent Fabric di HNS 2025

Kenapa CPU Balik Jadi ‘Bos’ di Era AI?

Mungkin banyak yang mikir kalau AI itu cuma urusan GPU aja. Tapi kata bos Intel, itu keliru. Kevork Kechichan, Executive Vice President Intel Data Center Group, ngejelasin kalau naikin skala AI itu nggak bisa cuma modal komponen eceran. AI itu butuh sistem yang kompak dan kompak banget.

“Pas AI berubah jadi Agentic AI, tantangan terbesarnya pindah ke masalah koordinasi, manajemen data, dan kecepatan aliran informasi. Di sinilah CPU balik lagi jadi komandan utamanya (control plane),” kata Kevork.

Lewat duet maut Intel Xeon 6 Plus dan Ethernet E835, Intel sukses nyatuin kekuatan komputasi dan jaringan biar nggak ada lagi drama bottleneck (macet data). Hasilnya? Kerja AI jadi super ngebut, aman, dan pastinya efisien banget!

Kenalan sama Intel Xeon 6 Plus: Si Monster Efisiensi Berarsitektur 18A

Ini dia bintang utamanya! Prosesor Intel Xeon 6 Plus dirancang khusus buat menangani beban kerja cloud-native dan Agentic AI yang haus daya tapi dituntut tetap hemat. Menariknya, ini adalah prosesor data center pertama Intel yang dibuat pakai teknologi Intel 18A.

Intel paham banget kalau pengelola data center pusing sama tagihan listrik dan ruang rak yang terbatas. Makanya, Xeon 6+ ini punya keunggulan yang bikin geleng-geleng kepala:

  • Punya 288 Efficient-cores (E-cores): Performanya melonjak sampai 2,5 kali lipat dibanding generasi lama. Bahkan efisiensi daya per thread-nya 45% lebih irit ketimbang kompetitor sebelah!

  • Memori & Jalur Data Super Luas: Dibekali memori DDR5 12-channel dan 96 jalur PCIe Gen 5 plus dukungan CXL. Intinya, transfer data antar komponen bakal secepat kilat.

  • Fitur ‘Diet’ Listrik Pintar: Ada fitur Intel Application Energy Telemetry (AET) yang bisa mantau konsumsi listrik CPU secara real-time sesuai beban kerjanya.

  • Pangkas Ruang hingga 9:1: Punya rasio konsolidasi server sampai 9:1. Artinya, 9 server jadul sekarang bisa digantiin sama 1 server Intel Xeon 6+ aja. Hemat tempat, hemat biaya operasional (TCO)!

  • Keamanan Sekelas Benteng: Sudah ditanam fitur keamanan Intel SGX dan Intel TDX langsung di dalam komponennya, biar data rahasia perusahaan nggak gampang bocor.

Kabar baiknya, Intel Xeon 6 Plus ini udah diuji coba dan didukung penuh oleh para raksasa teknologi dunia kayak ASUS, Dell Technologies, Ericsson, GIGABYTE, HPE, Lenovo, sampai Supermicro.

Intel Ethernet E835: Jalan Tol Tanpa Hambatan Buat Data AI

Punya prosesor kencang bakal percuma kalau jaringan internetnya kayak siput. Biar klop, Intel ngerilis kontroler jaringan Intel Ethernet E835. Ini ibarat jalan tol super luas yang bikin aliran data AI nggak pakai macet.

Nggak cuma kencang, E835 ini juga juara banget soal urusan hemat energi. Coba cek speknya:

  • Speed up to 200 GbE: Fleksibel banget, bisa diatur kecepatannya mulai dari 10GbE sampai 200GbE lewat Intel Ethernet Port Configuration Tool (EPCT).

  • Sangat Irit Daya: Varian Intel E835-CQDA2 punya performa per watt 1,9 kali lebih efisien dari NVIDIA ConnectX-6 DX dan 1,4 kali lebih oke dari Broadcom BCM957508-P2100G.

  • Kurangi Beban Kerja CPU: Lewat teknologi RDMA (RoCEv2/iWARP), urusan kelola jaringan diambil alih oleh ethernet ini, jadi CPU bisa fokus mikirin hal lain.

Sama seperti prosesornya, perangkat jaringan ini udah disokong nama-nama besar kayak Cisco, Dell, HPE, Lenovo, dan Supermicro dengan jaminan masa pakai (support) lebih dari 10 tahun!

Kabar Gembira Buat UKM dan Bocoran GPU ‘Crescent Island’

Bukan cuma buat perusahaan kelas kakap, Intel juga perhatian sama pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Intel resmi ngerilis varian baru 12-core untuk lini Intel Xeon 6300 buat entry-level server. Sebelumnya, kelas ini cuma mentok di 8-core aja. Kerennya, para pemilik bisnis bisa langsung upgrade prosesor ini ke server lama mereka tanpa perlu ganti total perangkatnya. Lebih hemat modal, kan?

Terakhir, buat masa depan Agentic AI yang makin rakus memori, Intel ngasih kisi-kisi soal GPU data center terbaru mereka berkode nama Crescent Island.

Baca juga: Red Hat AI Inference Server: Hadirkan Demokratisasi AI Generatif di Seluruh Hybrid Cloud

Dibuat dengan arsitektur Xe 3P, GPU ini bakal bawa memori LPDDR5x jumbo hingga 480 GB! Desainnya juga ramah lingkungan karena cuma butuh daya 350W dan pakai sistem pendingin udara biasa.

Hebatnya lagi, para developer nggak perlu pusing soal software. Karena ekosistem Intel ini sifatnya open (terbuka), aplikasi yang dibangun pakai kartu grafis Intel Arc Pro bakal otomatis langsung cocok dan bisa jalan di GPU raksasa Crescent Island ini nantinya tanpa drama error.

Gimana, Sobat Trendtech? Intel beneran lagi tancap gas pol buat menguasai panggung masa depan AI lewat ekosistem yang makin solid. Menurut kamu, inovasi mana nih yang paling ditunggu? Tulis di kolom komentar, ya!