Jujur Banget! Review Samsung Galaxy S26 Setelah 1 Bulan Pemakaian: Kenapa Akhirnya Pilih Si Kecil Cabe Rawit Ini?

Trendtech – Sebagai jurnalis teknologi di trendtech.id, ritme kerja gue itu super dinamis. Pagi bisa jadi lagi di rilis produk, siang ngejar breaking news di lapangan, dan malamnya harus nge-drop artikel opini sambil sesekali mabar biar kepala nggak meledak. Makanya, punya smartphone yang bisa diandalkan itu wajib hukumnya. Nah, setelah sebelumnya setia pakai Galaxy S23, keputusan gue buat upgrade ke Samsung Galaxy S26 satu bulan lalu ternyata jadi salah satu keputusan terbaik tahun ini.
Kenapa? Karena di era sekarang, nyari HP yang nggak bikin kantong celana penuh tapi punya performa monster itu susah banget. Kebanyakan flagship zaman sekarang ukurannya segede talenan. Tapi Samsung Galaxy S26 ini tampil beda. Dia bener-bener jadi si “Kecil Cabe Rawit” yang nemenin produktivitas harian gue. Nggak cuma spek di atas kertas yang naik kelas, tapi kehadiran Galaxy AI di dalamnya bener-bener ngerubah cara gue kerja sebagai jurnalis jadi jauh lebih taktis dan sat set.
Yuk, mari kita bedah bareng-bareng performanya setelah satu bulan gue siksa abis-abisan!
Desain Ringkas yang Kalem, Tapi Diajak Tempur Lapangan Tetap Tangguh

Pertama kali megang Samsung Galaxy S26, impresi pertama gue adalah: “Gila, ini super ergonomis!” Dengan dimensi yang cuma 149.6 x 71.7 x 7.2 mm dan bobot super enteng 167 gram, HP ini bener-bener surga buat kalian yang benci HP bongsor. Dimasukin ke kantong celana jeans nggak ngeganjal, dan dioperasikan pakai satu tangan pas lagi desak-desakan di tengah kerumunan press conference pun super gampang.
Samsung membawa penyegaran visual yang menurut gue dapet banget estetika milenial dan Gen-Z-nya. Di bagian belakang, ada sentuhan desain bernama ambient island yang menyatukan seluruh lensa kamera belakang ke dalam satu kesatuan rumah kamera yang rapi dan elegan, nggak kaku kayak generasi sebelumnya. Sementara buat varian Ultra sudutnya dibikin lebih membulat, varian standar Galaxy S26 ini justru mempertahankan kenyamanan genggaman yang pas berkat material premium kaca Gorilla Glass Victus 2 di bagian depan dan bodi yang kokoh.
Pas lagi liputan outdoor dan tiba-tiba hujan deras, gue nggak panik sama sekali. Galaxy S26 ini sudah mengantongi sertifikasi IP68. Artinya, dia sepenuhnya tahan debu dan aman banget kalau ketumpahan air atau bahkan tenggelam di air tawar hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.
Tangguh abis! Pilihan warnanya juga variatif banget dan kelihatan sangat premium, mulai dari Hitam (Black), Putih (White), Perak (Silver), Shadow Pink, Emas (Gold), Biru Langit (Sky Blue), hingga Cobalt Violet yang menurut gue paling mencuri perhatian karena kelihatan modis sekaligus profesional.
Layar 6,3 Inci: Meski Nggak Terlalu Luas, Tapi Manjain Mata Banget!

Sebagai jurnalis yang hobi ngetik berita langsung dari HP, layar itu krusial. Samsung Galaxy S26 dibekali panel Dynamic LTPO AMOLED 2X berukuran 6,3 inci. Yap, sedikit lebih besar dari pendahulunya, tapi berkat bezel yang super tipis dan simetris di seluruh sisi, sasis keseluruhannya tetep terasa ringkas.
Secara resolusi, varian standar ini memang berada di FHD+ (2340 x 1080 piksel), berbeda dengan kakaknya versi Ultra yang sudah QHD+. Tapi jangan salah, kualitas visualnya tajam mampus! Warnanya akurat, kontrasnya dapet banget, dan Samsung menyediakan mode Natural yang berguna banget pas gue lagi butuh edit foto hasil liputan biar warnanya nggak meleset, serta mode Vivid yang saturasinya bisa diatur sesuka hati buat nonton streaming film.
Dua hal yang bikin gue makin jatuh cinta sama layarnya setelah 1 bulan pemakaian:
Adaptif 120 Hz: Transisinya mulus banget pas lagi scrolling media sosial atau baca dokumen panjang, karena refresh rate-nya bisa turun naik otomatis dari 1 Hz sampai 120 Hz demi menghemat daya baterai.
Kecerahan Maksimal (Up to 1400 nits): Di bawah terik matahari Jakarta siang bolong pas lagi liputan di jalanan, layar HP ini tetep kelihatan jelas tanpa bikin mata gue harus mengernyit. Visibilitas luar ruangannya bener-bener juara.
Performa yang Nggak Ada Matinya: Multitasking Lancar, Diajak Gaming Tetap Adem

Kerja jadi jurnalis zaman now itu artinya lo harus siap buka puluhan tab browser sambil dengerin rekaman suara, buka aplikasi chatting kantor, dan ngetik draf artikel di Google Docs secara bersamaan. Berkat RAM 12 GB dan memori internal 256 GB yang sekarang jadi standar paling rendah (dua kali lipat dibanding pendahulunya!), proses multitasking di Galaxy S26 ini terasa sangat mulus tanpa ada gejala lag atau aplikasi yang tiba-tiba ke-reload.
Dapur pacunya ditenagai oleh chipset Exynos 2600 buatan Samsung sendiri. Awalnya gue sempet skeptis soal manajemen suhunya, apalagi varian standar S26 ini nggak dibekali sistem pendingin canggih berbahan vapor chamber super luas kayak yang ada di seri Ultra. Tapi setelah 1 bulan pemakaian harian, kekhawatiran gue sirna. HP ini tetep adem untuk pemakaian normal harian.
Terus gimana kalau kepalanya udah penat dan butuh mendinginkan pikiran dengan main game? Tenang, gue coba tes buat main game berat kayak Genshin Impact ataupun game fast-paced seperti Dead Cells di pengaturan grafis rata kanan (maksimal). Hasilnya? Frame rate stabil, responsif, dan suhu HP tetap terjaga dalam batas wajar. Perpindahan antar-aplikasi dari game ke aplikasi kerjaan juga instan banget—sesuatu yang emang wajib lo dapetin dari HP berlabel flagship premium sekelas ini.
Jadi Jurnalis Zaman Now: Kamera Praktis, Jagoan Low-Light!

Era membawa kamera DSLR atau mirrorless super berat pas liputan udah mulai lewat. Sekarang, modal kamera HP yang mumpuni aja udah bisa menghasilkan aset visual berkualitas tinggi untuk naik tayang di website media online. Samsung Galaxy S26 membawa konfigurasi tiga kamera belakang: kamera utama 50MP, ultrawide 12MP, dan telefoto 10MP, serta kamera depan 12MP (f/2.2). Meskipun kualitas di atas kertas di bawah seri Ultra yang punya kamera utama 200MP dan zoom 5x, performa riil si kecil ini nggak boleh diremehkan.
Kualitas tangkapan malamnya patut diacungi jempol. Lampu neon Moulin Rouge yang gemerlap malam hari terlihat jernih dan tajam, sementara perangkat lain cenderung membuatnya buram. Bahkan rangkaian lampu dari kincir angin yang berjarak jauh, yang biasanya ditangkap ponsel lain sebagai gumpalan cahaya kuning kabur, di Galaxy S26 ini tertangkap dengan detail semua warnanya. Kemampuan lensa telefotonya juga impresif; di siang hari, kamera ini mampu menjangkau sisi-sisi Notre Dame dan menangkap detail patung-patung gargoyle dengan sangat mudah.
Tapi jujur, namanya juga honest review, ada beberapa catatan kecil yang perlu gue sampaikan:
Foto Jarak Dekat (Macro): Untuk pengambilan gambar super close-up, S26 ini agak sedikit kesulitan menangkap detail ultra-mikro, seperti serbuk sari bunga atau tekstur sapuan kuas pada lukisan cat minyak.
Pengeditan AI Kreatif: Galaxy AI memberikan hasil yang optimal untuk editing praktis yang umum dilakukan pengguna, seperti menghapus objek yang mengganggu atau menyempurnakan foto. Sementara itu, untuk manipulasi visual yang lebih kompleks, kualitas hasil masih bergantung pada jenis objek, komposisi gambar, dan instruksi yang diberikan.
Untuk urusan video, ada fitur baru bernama Horizontal Lock yang canggih banget buat menstabilkan video saat merekam sambil bergerak atau berlari mengejar narasumber. Meski saat ini aktivasinya masih dilakukan melalui menu pengaturan kamera, langkah tersebut memberi pengguna kendali untuk mengaktifkan fitur hanya pada skenario yang memang memerlukan stabilisasi tambahan.
Baterai yang Bikin Hepi, Awet di Luar Ekspektasi!

Samsung mendengarkan keluhan pengguna tahun lalu dengan menaikkan kapasitas baterai di Galaxy S26 menjadi 4300 mAh (naik dari 4000 mAh milik S25). Di atas kertas, angka ini mungkin kelihatan standar untuk tahun 2026, tapi berkat optimasi efisiensi daya dari Exynos 2600 dan layar LTPO-nya, daya tahannya di luar ekspektasi!
Selama masa pengujian intensif gue di lapangan—mulai dari bolak-balik gulir layar, kirim pesan koordinasi, hingga jepret foto sana-sini—baterainya secara mengejutkan bisa bertahan hampir tiga hari sebelum minta dicolok pengisi daya lagi. Penggunaan harian terasa aman tanpa kendala sedikit pun. Yang agak disayangkan paling hanya kecepatan pengisian dayanya yang belum se-ngebut HP flagship kompetitor, serta fitur pengisian daya nirkabel magnetiknya yang mengharuskan kita memakai casing khusus yang kompatibel.
Galaxy AI: Rahasia Sukses Kerja Sat Set dan Produktif

Ini dia bintang utamanya! Kehadiran Galaxy AI di Samsung Galaxy S26 bener-bener jadi asisten pribadi yang bikin proses peliputan berita gue jadi efisien tanpa tanding. Beberapa fitur AI yang paling bermanfaat dan setiap hari membantu pekerjaan gue di antaranya:
Agentic AI & Now Nudge: Asisten pribadi cerdas yang secara proaktif membaca layar, memberikan pengingat agenda rilis pers, hingga menyarankan konten berita untuk dibagikan secara instan ke tim redaksi.
Call Screening: Penyelamat saat gue lagi sibuk wawancara. Fitur ini membantu menyaring nomor tak dikenal dengan meminta AI menanyakan keperluan penelepon, lalu menampilkan laporannya dalam bentuk teks secara real-time di layar.
Photo Assist (AI Eraser & Edit): Memudahkan gue menghapus objek bocor atau orang yang mengganggu di latar belakang foto liputan secara instan dan terlihat natural.
Peningkatan Bixby: Kendali suara untuk mengubah pengaturan ponsel dengan perintah natural, yang kini makin pintar karena sudah diintegrasikan dengan Google Gemini dan Perplexity.
Circle to Search: Nemu referensi atau fakta unik pas lagi ngetik? Tinggal lingkarin objek atau teks di layar, informasi pendukung langsung keluar secara real-time tanpa harus repot berpindah aplikasi.
Kesimpulan
Setelah 1 bulan membersamai aktivitas gue sebagai jurnalis teknologi di Trendtech.id, Samsung Galaxy S26 membuktikan bahwa ukuran kecil bukan halangan untuk tampil perkasa. Dia adalah definisi nyata dari “si kecil cabe rawit” di industri smartphone flagship tahun 2026.
Kombinasi desain ultra-kompak yang nyaman di kantong, ketangguhan bodi IP68, performa Exynos 2600 yang andal buat multitasking dan gaming, hingga kejeniusan Galaxy AI terintegrasi membuat HP ini sangat layak dimiliki—terutama buat para milenial dan Gen-Z yang punya mobilitas tinggi, anti ribet, tapi menuntut performa tanpa kompromi. Kalau kalian mencari kenyamanan genggaman tanpa mengorbankan fungsionalitas kerja harian, Samsung Galaxy S26 adalah jawabannya!
Harga dan Ketersediaan Galaxy S26
Galaxy S26 telah tersedia melalui samsung.com/id dan seluruh Samsung Store di Indonesia. Selama periode 1–30 Juni 2026, konsumen dapat menikmati promo eksklusif yang ditawarkan oleh Samsung
Berikut harga Galaxy S26 dan pilihan memori yang tersedia:
- Samsung Galaxy S26 12GB/256GB: Rp 16.499.000
- Samsung Galaxy S26 12GB/512GB: Rp 19.499.000

