SFT Global Ambassador: Tim Labmino Kembangkan RunSight

News|March 5, 2026|
SFT Global Ambassador: Tim Labmino Kembangkan RunSight

Trendtech, Jakarta – Tim Labmino, sekelompok mahasiswa Universitas Indonesia, baru saja mencuri perhatian dunia. Setelah dinobatkan sebagai Samsung Solve for Tomorrow (SFT) Global Ambassador, mereka membuka tabir cerita di balik RunSight—sebuah prototipe kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus sebagai virtual running guide.

Apa yang membedakan RunSight dari alat bantu navigasi biasa? Jawabannya terletak pada riset mendalam yang berakar dari empati. Tim Labmino tidak asal bikin alat. Mereka turun ke lapangan, ngobrol langsung dengan penyandang disabilitas visual, dan menemukan kebutuhan yang selama ini terabaikan.

Ternyata, berlari punya tantangan yang jauh berbeda dibanding berjalan kaki biasa. “Kecepatan tinggi, risiko tabrakan lebih besar, dan butuh arahan instan yang mudah dipahami,” jelas Anthony Edbert Feriyanto dari Tim Labmino. Sementara solusi navigasi yang sudah ada kebanyakan hanya fokus pada mobilitas harian, belum ada yang dirancang untuk aktivitas olahraga dengan ritme cepat.

Baca juga: Perlindungan Privasi Terbaru Segera Hadir di Samsung Galaxy

Awalnya, tim ini memang mengembangkan konsep navigasi umum. Tapi proses riset yang jujur membawa mereka pada pivot besar. “Kami sadar, berlari itu beda. Lebih cepat, lebih dinamis, butuh respons instan. Dari situ kami putuskan fokus ke track running,” ungkap Anthony.

Maka lahirlah RunSight: kacamata pintar ringan dengan kamera RGB yang nyaman dipakai dan harganya tetap terjangkau. Di bagian software, transformasi juga dilakukan. Mereka beralih dari satu model AI menjadi pipeline multi-model agar arahan yang diberikan jauh lebih presisi dan adaptif. “Inovasi bukan cuma teknologi canggih, tapi tentang bagaimana teknologi benar-benar memahami kebutuhan penggunanya,” tegasnya.

Secara teknis, RunSight bekerja layaknya virtual guide runner pribadi. Kacamata ini menangkap video di sekitar, lalu AI di perangkat langsung memprosesnya secara real-time. Sistem bisa mendeteksi garis lintasan dan hambatan di depan, lalu memberikan instruksi suara yang mudah dipahami. Pengguna pun bisa tetap berada di tengah lintasan dan menghindari objek dengan aman.

Tantangan terbesar justru datang saat pengoptimalan AI. Tim harus menjaga akurasi deteksi di berbagai kondisi—mulai perubahan cahaya, kepadatan orang, hingga jenis lintasan. “Model AI harus tetap ringan buat proses real-time, tapi akurat di kondisi nyata,” tambah Anthony.

Untuk memastikan keamanan, mereka menguji prototipe di berbagai skenario. Logika sistem dirancang dengan prinsip safety-first, menggunakan thresholdframe smoothing, dan aturan konservatif agar tidak memberikan arahan mendadak yang justru membingungkan pengguna.

Perjalanan Tim Labmino ini menjadi contoh nyata bagaimana anak muda Indonesia bisa bersaing di kancah global. Bukan cuma soal menang kompetisi, tapi tentang menciptakan solusi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, mengapresiasi langkah tim ini. “Samsung Solve for Tomorrow bukan hanya kompetisi inovasi, tapi tentang membangun pola pikir problem-solver di kalangan generasi muda. Tim Labmino buktikan bahwa ketika empati dipadukan dengan kapabilitas teknologi seperti AI, lahirlah solusi inklusif dan relevan,” ujarnya.

Baca juga: ASUS di CES 2026: Menghadirkan Kecerdasan AI ke Setiap Sudut Kehidupan, dari Kreativitas Hingga Keseharian

Di panggung global, Tim Labmino tak sekadar membawa pulang penghargaan. Mereka membawa semangat untuk terus mengembangkan RunSight, memperluas dampak, dan membuka jalan bagi lebih banyak inovasi yang berangkat dari hati. “Kami ingin tunjukkan bahwa anak muda Indonesia tidak hanya mampu menciptakan teknologi, tapi juga berani menggunakannya untuk menjawab tantangan nyata,” pungkas Anthony.

Tentang RunSight dan Tim Labmino:

RunSight adalah prototipe kacamata pintar berbasis AI yang dikembangkan mahasiswa Universitas Indonesia melalui program Samsung Solve for Tomorrow. Teknologi ini dirancang sebagai virtual running guide untuk membantu mobilitas dan keamanan penyandang disabilitas visual saat berlari di lintasan.