Kantongi Rp11,7 Triliun, PT Infra Fiber Teknologi Indosat Arsari Siap Bangun Jaringan Digital Luar Jawa

Telko|July 4, 2026|
Kantongi Rp11,7 Triliun, PT Infra Fiber Teknologi Indosat Arsari Siap Bangun Jaringan Digital Luar Jawa

Trendtech, Jakarta – Ada kabar gokil nih buat industri digital tanah air! Dua raksasa besar, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan Arsari Group, baru aja resmi meluncurkan kongsi strategis mereka yang bernama PT Infra Fiber Teknologi (IFT). Platform infrastruktur fiber digital independen ini hadir sebagai jawaban buat memperkuat tulang punggung digital Indonesia biar makin sat-set dan merata ke seluruh pelosok.

Langkah kece ini jadi bukti nyata komitmen kuat kedua belah pihak buat memperluas jaringan internet berkualitas tinggi lewat model bisnis open-access. Jadi, nggak cuma fokus di kota-kota besar aja, tapi IFT ini siap menyebarkan konektivitas premium ke berbagai daerah yang selama ini masih minim akses, biar semuanya bisa ikutan rasain kemajuan digital.

Sebagai pemain independen, PT Infra Fiber Teknologi Indosat Arsari ini langsung tancap gas mengelola lebih dari 86.000 kilometer jaringan fiber. Angka fantastis ini mencakup jaringan backbone utama, kabel bawah laut domestik yang menghubungkan antar pulau, sampai jaringan akses langsung ke pengguna. Semuanya dikelola secara mandiri demi efisiensi maksimal.

Baca juga: Gaspol Bisnis! Telkomsel Enterprise Rilis Inovasi AdTech Solution di Ultah Ke-5 TADEX buat Manjakan Advertiser & Publisher

Dengan sistem tata kelola independen, IFT bakal ngebuka pintu kolaborasi selebar-lebarnya buat kemitraan wholesale. Artinya, operator telekomunikasi lain, perusahaan besar, hyperscaler, hingga penyedia layanan digital bisa langsung join bareng buat mempercepat pemerataan jaringan internet super cepat di tanah air.

Nah, peluncuran IFT ini juga jadi tanda resminya kelar transaksi strategis yang udah dimulai sejak Desember 2025 lalu. Dalam kesepakatan ini, Indosat dan PT Aplikanusa Lintasarta mengalihkan kepemilikan saham mereka di IFT ke PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT), yang merupakan lengan investasi milik Arsari Group.

Dari kongsi ini, Indosat dan Lintasarta secara kolektif mengantongi 49,9% saham di NFT. Nggak cuma itu, Indosat juga sukses memonetisasi aset fibernya dengan meraih dana segar fantastis sebesar Rp11,7 triliun! Dana jumbo ini bakal langsung dialokasikan buat memperkuat bisnis inti mereka, ekspansi jaringan 5G, hingga geber teknologi masa depan berbasis Artificial Intelligence (AI).

Aryo P.S. Djojohadikusumo, Deputy CEO & COO Arsari Group, menegaskan kalau daya saing bangsa baru bisa tegak kalau semua masyarakat dapet kesempatan digital yang sama. Makanya, IFT dipimpin oleh tim ahli yang nggak cuma paham cara bangun infrastruktur skala raksasa, tapi juga ngerti esensinya buat berdayain dunia usaha dan ekonomi masa depan Indonesia.

Senada dengan itu, Vikram Sinha selaku President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, bilang kalau misi utama buat berdayain masyarakat lewat teknologi nggak pernah goyah. Lewat kehadiran PT Infra Fiber Teknologi Indosat Arsari yang berbasis open-access ini, Indosat pengen mastiin kalau berkah dari teknologi AI, cloud, dan internet masa depan bisa dinikmati siapa aja.

Kondisi lapangan saat ini emang masih menantang banget, di mana internet kencang seringkali cuma numpuk di Pulau Jawa. Masih banyak daerah di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Indonesia Timur yang ngerasa ketinggalan. Padahal, pemerataan internet itu krusial banget buat sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi lokal.

Untungnya, peta jaringan IFT ini udah dirancang seimbang banget, yaitu sekitar 45 persen di Pulau Jawa dan 55 persen justru tersebar di luar Jawa! Posisi strategis ini bikin IFT siap jadi pahlawan inklusi digital yang bakal meratakan akses internet, naikin kualitas telekomunikasi, sekaligus nyiapin Indonesia menyongsong era keemasan AI.

Baca juga: Saring 33 Ribu Pendaftar, XLSMART Kucurkan Rp200 Juta untuk UMKM Perempuan di Kompetisi Modal Pintar 2026

Hendry Syam, Presiden Direktur PT Infra Fiber Teknologi, juga ikutan bersuara lantang. Beliau menegaskan kalau IFT nggak dibangun cuma buat manjain wilayah yang internetnya udah lancar. Mandat mereka jauh lebih mulia: nembus daerah-daerah terpencil yang selama ini terabaikan, biar pelaku usaha lokal di sana bisa naik kelas dan makin produktif.

Secara tata kelola, IFT dirancang super solid dengan standar transparansi dan akuntabilitas tingkat tinggi. Didukung penuh oleh para pemegang saham yang punya nama besar di dunia telekomunikasi, investasi digital, dan pasar modal, platform ini punya modal kuat buat narik investasi jangka panjang dari investor institusional dunia.

Ke depannya, prioritas utama IFT adalah gerak cepat bangun infrastruktur di daerah yang masih minim sinyal, memperluas kerja sama komersial, serta ningkatin kapasitas jaringan super gede. Kolaborasi epik ini diharapkan bisa menekan efisiensi biaya operasional sekaligus memperkokoh ekosistem digital Indonesia biar makin tangguh bersaing di kancah global.

Go to Top