Home Fintech LinkAja Luncurkan Aplikasi LinkAja Dengan Tampilan Khusus Karyawan BUMN
LinkAja

LinkAja Luncurkan Aplikasi LinkAja Dengan Tampilan Khusus Karyawan BUMN

by Trendtech Indonesia

Trendtech, Jakarta – LinkAja secara resmi meluncurkan aplikasi LinkAja dengan tampilan khusus (skin) BUMN. Tampilan baru LinkAja ini diperuntukkan bagi para karyawan BUMN dengan fungsi sebagai aplikasi pembayaran dan komunikasi terpadu.

Direktur Utama LinkAja, Yogi Rizkian Bahar mengatakan, inisiasi ini bukan hanya sebagai perwujudan eksistensi LinkAja yang telah hadir selama lima tahun lebih mendukung program pemerintah dalam mewujudkan inklusi keuangan digital, melainkan juga wujud apresiasi LinkAja yang dipercaya sebagai solusi layanan aplikasi digital keuangan terpadu bagi perusahaan di bawah Kementerian BUMN.

“Sinergi ini merupakan langkah nyata yang memang telah diinisiasi sejak LinkAja berdiri. Untuk memaksimalkan kapabilitas LinkAja dalam kapasitasnya sebagai layanan aplikasi pembayaran dan komunikasi terpadu,” ujar Direktur Utama LinkAja, Yogi Rizkian Bahar.

Baca juga: BinaryX Hackathon Gelar Kompetisi Berhadiah Lebih dari US$ 30.000 untuk Developer Game

Bukan hanya itu, LinkAja terus mengimplementasikan perannya sebagai digital financial solutions di dalam ruang lingkup BUMN, terutama di dalam ekosistem Telkomsel, Pertamina dan Himbara. LinkAja senantiasa berinovasi dan berkolaborasi untuk mendukung aktivasi ekonomi Indonesia yang inklusif. Sebagai solusi digital layanan pembayaran dan komunikasi terpadu bagi karyawan BUMN dengan banyak kemudahan dan manfaat, ke depannya LinkAja akan terus mengembangkan manfaatnya, termasuk integrasi layanan aplikasi LinkAja dengan Sistem Sumber Daya di BUMN yang memungkinkan karyawan mendapatkan kemudahan akses finansial sesuai kebutuhan yang diterima melalui saldo LinkAja.

Deputi SDM &TI Kementerian BUMN, Tedi Bharata menyampaikan, kementerian BUMN menyambut positif terobosan LinkAja sebagai penyedia layanan keuangan digital terpusat dalam penyaluran dana dan juga sebagai kanal sentralisasi informasi pegawai BUMN Group termasuk didalamnya promo, penawaran menarik ataupun informasi produk dari BUMN Group. Harapannya keluarga besar BUMN Group mendapatkan informasi penawaran khusus baik produk maupun jasa dari seluruh perusahaan BUMN.

Nantinya, setiap pegawai BUMN Group berkesempatan mendapatkan penawaran khusus dari berbagai produk, jasa, dan layanan terkait transportasi, digital, dan telekomunikasi milik BUMN lainnya.

“Tentu Hal ini merupakan kolaborasi strategis sekaligus inisiatif yang baik dalam melakukan transformasi untuk layanan optimal bagi perusahaan dibawah pengelolaan Kementerian BUMN. Kami berharap agar setiap Perusahaan BUMN dapat bergabung dan mengambil bagian penting dan memiliki andil yang besar dalam transformasi yang tengah dilakukan, khususnya pemanfaatan layanan digital yang tersentralisasi ini,” jelas Tedi.

Saat ini lebih dari 200 ribu karyawan BUMN sudah terdaftar untuk dapat menikmati produk, program, informasi, layanan dan bertransaksi aktif dalam aplikasi ini. Kolaborasi ini diikuti oleh karyawan tetap dari perusahaan-perusahaan BUMN seperti Telkomsel, Telkom, BRI, BNI, Bank Mandiri dan BTN. Dengan dukungan dari Kementerian BUMN, LinkAja terus menjajaki potensi kolaborasi ke perusahaan-perusahaan BUMN lainnya dengan potensi sebanyak lebih dari 1 juta karyawan.

Baca juga: Jenius Rayakan Ulang Tahun Ketujuh dengan #jadilebihjenius

Bentuk sinergi ini merupakan implementasi dari fokus bisnis LinkAja melalui model bisnis dua sisi B2B2C(Business to Business to Consumer) dalam upaya memperkuat fundamental bisnis untuk mencapai profitabilitas dan keberlanjutan (sustainability). Dimana kerjasama dalam penyaluran dana ini merupakan salah satu bagian dalam fokus segmen B2B yang diharapkan akan meningkatkan loyalitas dan frekuensi transaksi pengguna (B2C).

Sebagai tambahan informasi, Hanya melalui use case penyaluran dana insentif yang sebelumnya telah LinkAja lakukan, jika dibandingkan dengan semester kedua tahun 2022, di semester pertama 2023 ini, LinkAja telah mencatatnya adanya peningkatan kualitas pengguna yang terlihat dari Average Revenue per User (ARPU) yang meningkat signifikan sebesar lebih dari 50%, hingga pencapaian retention rate sebesar lebih dari 84%.

Berita Lainnya

Leave a Comment