Hands On Motorola Signature: Akhirnya Melangkah ke Kelas Premium

Trendtech, Jakarta – Halo, Sobat Tekno! Pernah nggak sih kamu merasa Motorola itu seperti sahabat lama yang selalu andal di kelas menengah, tapi belum pernah benar-benar tampil sebagai bintang utama di panggung premium? Nah, kali ini mereka ingin mengubah pandangan itu. Motorola resmi meluncurkan Motorola Signature, smartphone paling mewah yang pernah mereka buat.
Saya sendiri sudah punya kesempatan melihat dan memegang langsung Motorola Signature selama satu harian. Meski waktu tergolong singkat untuk penilaian final, tapi cukup untuk merasakan getaran berbeda dari ponsel ini. Bukan sekadar spek tinggi, tapi ada rasa percaya diri yang baru dari Motorola.
Penasaran? Yuk, kita bedah satu per satu dengan gaya santai tapi mendalam.
Desain dan Kesan Pertama: Elegan, Nyaman, dan Berani Beda

Begitu pertama kali memegang Motorola Signature, yang terasa langsung adalah: “Wah, ini beda.” Motorola tetap setia dengan DNA ramping khas seri Edge, tapi eksekusinya kali ini jauh lebih tajam. Ketebalannya cuma 6,99 mm dan beratnya hanya 186 gram. Cocok banget buat kamu yang lelah dengan ponsel berat seperti bata.
Yang bikin saya jatuh cinta adalah varian warna Martini Olive dengan anyaman halus seperti kain kepar. Teksturnya terasa unik di tangan, anti sidik jari, dan memberikan kesan eksklusif. Motorola juga tetap setia pada kenyamanan genggaman. Tepinya lembut, konturnya pas, jadi betah dipakai scrolling medsos atau baca artikel berjam-jam.
Dari segi ketahanan, Motorola Signature nggak main-main. Pakai Gorilla Glass Victus 2 di depan, rangka aluminium kelas pesawat, sertifikasi militer MIL-STD-810H, dan tahan debu air dengan rating IP68+IP69.
Kesimpulan kecil dari saya: Desainnya menawan, kokoh, dan benar-benar nyaman dipakai sehari-hari.
Layar dan Audio: Memanjakan Mata dan Telinga

Kalau bicara soal hiburan, Motorola Signature seperti membawa bioskop mini ke dalam saku kamu. Layarnya AMOLED Super HD Extreme LTPO 6,8 inci dengan refresh rate 165Hz yang adaptif. Artinya, scrolling terasa mulus sekali, tapi tetap hemat baterai karena menyesuaikan konten yang ditampilkan.
Yang bikin saya terkesan adalah kecerahan layar yang tetap terang meski dipakai di luar ruangan. Ditambah dukungan Dolby Vision dan validasi warna Pantone, warna yang ditampilkan terasa hidup tapi tetap natural. Bukan layar terbaik di kelasnya, tapi konsisten memuaskan.

Dari sisi audio, kolaborasi dengan Bose benar-benar terasa. Speaker stereo ganda menghasilkan suara yang kaya, vokal jernih, bass cukup dalam, dan volume besar tanpa pecah. Dolby Atmos menambah efek ruang yang imersif. Cocok banget buat nonton film, main game, atau sekadar dengar podcast.
“Rasanya kayak lagi dengerin musik di ruang pribadi dengan akustik yang pas.”
Performa: Bukan Cuma Angka di Tolok Ukur

Motorola Signature ditenagai Snapdragon 8 Gen 5, dipadukan dengan RAM LPDDR5X hingga 16GB dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 1TB. Saya coba main Call of Duty: Mobile dan Diablo Immortal di pengaturan tertinggi, semuanya berjalan mulus tanpa hambatan.
Yang lebih penting, Motorola Signature juga pintur mengelola suhu. Ruang uap 6.002mm² dan sistem ArcticMesh Cooling terbukti efektif. Setelah hampir satu jam main game, ponsel tetap hangat, bukan panas berlebihan. Tidak ada tanda-tanda throttling alias penurunan performa.
Dukungan 24 pita 5G dan Wi-Fi 7 juga menjanjikan latensi super rendah. Sayangnya, saya belum bisa menguji secara maksimal karena keterbatasan jaringan di lokasi saya. Tapi sejauh ini, performanya terasa sangat menjanjikan.
Sistem Kamera: Akhirnya Motorola Punya Senjata Mematikan

Ini dia bagian yang paling membuat saya terkejut. Selama ini Motorola dikenal biasa saja di urusan kamera. Tapi Motorola Signature benar-benar mengubah permainan.
Konfigurasi kamera belakang:
50MP (Sony LYTIA-828, OIS) – kamera utama
50MP (ultra lebar) – plus mode makro
50MP (Sony LYTIA-600, periskop) – telefoto untuk zoom optik
Kamera depan juga 50MP (Sony LYTIA 500) dengan PDAF. Bahkan DXOMark menilai sistem kamera ini masuk 10 besar terbaik tahun 2026.
Dalam pemakaian nyata, hasil foto terasa konsisten. Warna cenderung sedikit hangat, yang menurut saya cocok untuk suasana kota atau ruangan. Lensa telefoto sangat membantu untuk mengambil detail tekstur dari jarak jauh. Mode malam juga andal dengan noise yang terkendali.
Video? Bisa rekam 8K 30fps, 4K Dolby Vision, hingga slow motion 120fps. Stabilisasi oisnya terasa mulus, bahkan saat saya coba rekam sambil berjalan.
“Ini pertama kalinya saya merasa kamera Motorola benar-benar setara dengan merek premium lain.”
Baterai dan Pengisian Daya: Seimbang, Bukan Besar Sekadar Angka
Motorola membekali Motorola Signature dengan baterai 5.200mAh. Sekilas memang kalah besar dari kompetitor yang sudah ada yang mencapai 7.000mAh. Tapi Motorola punya filosofi keseimbangan.
Dengan penggunaan normal (sosial media, foto, navigasi, streaming), baterai mampu bertahan sehari penuh hingga malam hari. Yang membuatnya istimewa adalah pengisian daya:
Kabel 90W – super cepat
Nirkabel 50W – praktis
Nirkabel terbalik – buat cas perangkat lain
Jadi meskipuk kapasitasnya tidak terbesar, kecepatan isi ulangnya sangat membantu dalam keseharian.
Software: Hello UI yang Bersih dan Menenangkan

Motorola Signature menjalankan Android 16 langsung dari pabrik dengan antarmuka Hello UI. Rasanya sangat mirip dengan Android murni (stock Android), tapi dengan tambahan fitur AI Moto yang berguna tanpa terasa mengganggu.
Yang paling saya suka: minim bloatware. Nggak ada aplikasi sampah yang nggak berguna. Sistem terasa enteng, cepat, dan responsif. Motorola juga menjanjikan 7 kali pembaruan Android utama, artinya ponsel ini bisa awet hingga dekade berikutnya. Keren banget kan?
Harga dan Penawaran: Apakah Sebanding?

Motorola membanderol Motorola Signature dengan harga: Rp 11.999.000
Kesimpulan Akhir: Apakah Motorola Signature Layak Masuk Wishlist-mu?
Setelah melihat dan mencoba menggunakan Motorola Signature, saya bisa bilang bahwa Motorola benar-benar serius ingin bersaing di pasar premium. Ponsel ini punya desain elegan, layar dan audio memukau, performa tangguh, serta sistem kamera yang akhirnya bisa diandalkan.
Untuk kamu yang mencari smartphone premium dengan pengalaman software bersih, kamera profesional, dan nuansa eksklusif, Motorola Signature layak banget dipertimbangkan.
“Motorola Signature bukan sekadar ponsel mahal. Ini adalah pernyataan bahwa mereka siap bermain di papan atas.”



