PINTU Luncurkan Pintu Futures Lite, Trading Derivatif Crypto Jadi Makin Sat-Set!

Trendtech, Jakarta – PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi crypto resmi yang terdaftar dan diawasi OJK, baru aja merilis fitur teranyarnya, Pintu Futures Lite. Fitur mode trading derivatif crypto ini hadir dengan tampilan super simpel dan alur transaksi minimalis di aplikasi PINTU. Langkah ini jadi strategi PINTU buat makin memperluas adopsi trading derivatif di Indonesia, pas banget di tengah antusiasme anak muda yang makin melek investasi crypto.
Presiden Direktur PINTU, Andy Putra, ngungkapin kalau Pintu Futures Lite emang dirancang khusus jadi gerbang masuk buat para trader pemula hingga menengah yang mau nyobain trading derivatif crypto pakai leverage tanpa pusing. Lewat fitur baru ini, kamu bisa buka posisi Long atau Short cuma dalam tiga langkah mudah. Kerennya lagi, manajemen risiko tetap jadi prioritas utama lewat fitur keren kayak Isolated Margin, Take Profit, dan Stop Loss.
Baca juga: Pasar Kripto Lokal Makin Menggeliat, BTSE Indonesia Resmi Meluncur Lewat Joint Venture Strategis!
“Melalui Pintu Futures Lite, kami berharap fitur ini bisa jadi jembatan inklusi sekaligus pengalaman awal yang aman bagi trader baru. Ini juga jadi pilihan segar selain fitur Pintu Futures Pro yang lebih advanced,” ujar Andy.
Desain Pintu Futures Lite benar-benar dimanjain buat kenyamanan pengguna berkat antarmuka yang clean banget. Buka posisi trading di sini serba praktis dalam tiga langkah gampang:
-
Pilih Arah: Cukup tentuin mau ambil posisi Long (kalau kamu yakin harga bakal naik) atau Short (kalau kamu tebak harga bakal turun).
-
Atur Margin & Leverage: Tinggal geser slider buat set jumlah margin dan besaran leverage sampai maksimal 25x dari modal awal, sesuaian sama profil risiko kamu.
-
Set Risk Management: Begitu posisi kebuka, status transaksi bakal muncul secara real-time, dan kamu bisa langsung pasang Take Profit (TP) serta Stop Loss (SL) di halaman detail posisi aktif.
Alur super ringkas ini sengaja bikin trading derivatif crypto yang biasanya kelihatan ribet jadi makin friendly, terutama buat kamu yang baru pertama kali mau nyoba trading pakai leverage.
“Kombinasi leverage yang fleksibel, manajemen risiko otomatis, dan tampilan single-screen yang simpel jadi keunikan utama Pintu Futures Lite di pasar trading derivatif Indonesia. Kami makin yakin kemudahan ini bisa ningkatin adopsi dan inklusi trading derivatif crypto,” tambah Andy.
Bicara soal potensi pasar, perdagangan derivatif crypto secara global emang lagi gacor banget dibandingin pasar spot. Data dari 2026 Q2 Crypto Industry Report milik CoinGecko ngebuktiin kalau volume perdagangan derivatif crypto global di kuartal II-2026 nembus angka fantastis US1,95 triliun. Di level lokal, bursa kripto CFX nyatetin volume pasar derivatif Indonesia udah nembus Rp4,4 triliun per April 2026.
“Kami optimis Pintu Futures Lite bisa bantu masyarakat Indonesia memahami instrumen derivatif crypto secara bertahap dan bertanggung jawab. Ke depannya, PINTU bakal terus ngembangin fitur edukasi terintegrasi dan nambah pilihan aset crypto,” jelas Andy.
Meskipun nawarin banyak kemudahan, Andy tetap mengingatkan para investor kalau trading futures dengan leverage punya risiko yang tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh modal. Makanya, sangat penting buat selalu melakukan Do Your Own Research (DYOR) dan bijak ngelola risiko sebelum mulai eksekusi transaksi.

