Red Hat Tech Day Jakarta 2026: Mengupas Realitas AI di Tengah Hype

News|April 30, 2026|
Red Hat Tech Day Jakarta 2026: Mengupas Realitas AI di Tengah Hype

Trendtech, Jakarta – Saat ini, hampir semua perusahaan berbicara tentang kecerdasan buatan atau AI. Tapi, tidak banyak yang benar-benar tahu bagaimana menjalankannya tanpa rugi besar, melanggar aturan, atau kehilangan kendali teknis.

Pertanyaan sulit inilah yang coba dijawab dalam acara Red Hat Tech Day: Jakarta 2026.

Bertempat di Mandarin Oriental Jakarta, acara ini tidak hanya membahas visi besar. Lebih dari itu, Red Hat mengajak para pelaku IT, mitra, dan pengambil keputusan untuk fokus pada eksekusi nyata.

Red Hat Tech Day Jakarta 2026 mengangkat tema yang sangat membumi: bagaimana organisasi benar-benar mengimplementasikan AI, memodernisasi aplikasi, dan tetap bertahan di tengah lingkungan hybrid yang kian rumit.

Baca juga: Cisco Menuntaskan Akuisisi Splunk

Para peserta tidak hanya mendengar teori. Mereka bisa melihat langsung berbagai produk terbaru dari Red Hat, mendengar pengalaman mitra dan pelanggan, hingga mencoba langsung sesi lab dan demo.

Yang menarik, acara ini juga menjadi ruang bertukar pikiran antar profesional yang menghadapi tantangan serupa. Hangat, terbuka, dan sangat manusiawi.

Sepanjang acara, ada tiga perubahan besar yang disoroti:

  1. Model-as-a-Service mulai diminati banyak perusahaan. Dengan model ini, mereka bisa mengembangkan AI tanpa melanggar regulasi yang semakin ketat.
  2. Modernisasi virtualisasi lama menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk mendukung hybrid cloud dalam skala besar.
  3. Pergeseran menuju ZeroOps, di mana otomatisasi tidak hanya membantu, tapi hampir sepenuhnya mengoperasikan sistem secara otonom.

Ketiganya bukan sekadar wacana. Beberapa perusahaan di Indonesia sudah menjalankannya.

Dua pemenang Red Hat Innovation Award tahun ini hadir langsung membagikan cerita mereka: PT Bussan Auto Finance dan PT Pegadaian (Persero).

  • Bussan Auto Finance menceritakan transisi dari sistem monolitik ke lingkungan hybrid cloud-native. Hasilnya? Siklus deployment menjadi jauh lebih cepat.
  • PT Pegadaian mengambil sudut pandang berbeda. Mereka menyoroti sisi manusia dan operasional dalam menerapkan otomatisasi terpusat di jaringan yang besar dan tersebar. Hasilnya: beban kerja manual berkurang, sistem lebih responsif.

Kisah-kisah seperti ini membuat acara terasa dekat dan relevan, terutama bagi para pegiat IT di Tanah Air.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Vony Tjiu, Country Manager Red Hat Indonesia. Setelah itu, Steve Shirkey, Director AI Platform Asia Pacific Red Hat naik ke panggung.

Dalam keynotenya yang bertajuk “Innovate freely, operate efficiently: Build on a unified AI and application platform” , Steve mengingatkan satu hal penting:

Baca juga: Trend Micro Bantu Lindungi Dunia dari Serangan Ransomware Kelompok LockBit

“Banyak perusahaan khawatir terjebak dalam satu vendor saat mengadopsi AI. Platform terbuka adalah jawabannya.”

Dengan platform terbuka, perusahaan bisa mengembangkan AI dan aplikasi secara fleksibel. Biaya tetap terkendali. Kepatuhan tetap terjaga. Dan yang paling penting, inovasi tidak terhambat.

Selain keynote, Red Hat Tech Day Jakarta 2026 juga menghadirkan sesi diskusi yang sangat aplikatif, seperti:

  • Implementasi nyata open source AI
  • Tinjauan ulang strategi virtualisasi dan modernisasi
  • Realitas pengembangan otomatisasi di lingkungan kompleks
  • Evolusi pengembangan aplikasi di arsitektur hybrid dan multi-cloud

Tidak ketinggalan, ada sesi hands-on lab dan pameran solusi. Peserta bisa langsung mencoba, bertanya, bahkan berbagi pengalaman dengan sesama profesional yang sedang melalui perjalanan transformasi serupa.