Samsung Solve for Tomorrow 2026: Undang Generasi Muda Indonesia Ciptakan Inovasi Teknologi

News|April 16, 2026|
Samsung Solve for Tomorrow 2026: Undang Generasi Muda Indonesia Ciptakan Inovasi Teknologi

Trendtech, JakartaSamsung kembali membuka pintu bagi generasi muda Indonesia untuk ikut menciptakan perubahan nyata lewat teknologi. Program Samsung Solve for Tomorrow 2026 (SFT) resmi diluncurkan, dan pendaftarannya sudah bisa kamu mulai lakukan dari 28 April hingga 29 Mei 2026.

Program ini terbuka untuk pelajar SMA/SMK/MA sederajat, juga mahasiswa D3/D4/S1 yang masih aktif di seluruh Indonesia. Semua pendaftaran dilakukan lewat situs resmi Samsung Solve for Tomorrow.

Samsung ingin SFT 2026 jadi lebih dari sekadar kompetisi. Lewat program ini, para peserta diajak merasakan pengalaman belajar yang utuh, mulai dari Design Thinking, AI Amplification, hingga pendampingan langsung dari para ahli.

“Kami ingin generasi muda Indonesia berani mengambil langkah dan menghadirkan solusi nyata lewat teknologi. Samsung Solve for Tomorrow bukan sekadar kompetisi, tetapi perjalanan untuk mengembangkan ide, keterampilan, dan pola pikir inovatif,” ujar Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia.

Baca juga: Xiaomi Electric Scooter 6 Series Resmi di Indonesia

Tahun lalu, SFT mencatatkan 2.603 pendaftar, dengan 2.274 peserta yang lolos ke tahap penyisihan. Mereka membentuk 647 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Angka ini menunjukkan betapa besarnya minat anak muda dalam menciptakan solusi teknologi yang relevan.

Prestasi membanggakan juga datang dari Tim Labmino (Universitas Indonesia) yang terpilih sebagai Samsung Solve for Tomorrow Global Ambassador 2025. Ini membuktikan bahwa inovasi anak muda Indonesia mampu bersaing di kancah global.

“Mengikuti SFT mengubah cara kami melihat potensi diri. Perjalanan ini membuktikan bahwa ide yang lahir dari kepedulian bisa berkembang jadi solusi nyata,” kata Anthony Edbert Feriyanto dari Tim Labmino.

Dua Tema Besar: Lingkungan & Perubahan Sosial Lewat Olahraga

SFT 2026 mengusung dua tema yang bisa dipilih peserta:

1. Teknologi untuk Keberlanjutan Lingkungan

Fokus pada ekonomi sirkular, pengurangan limbah, daur ulang, dan regenerasi sumber daya. Peserta diajak menciptakan inovasi berbasis STEM untuk menjaga dan memulihkan lingkungan.

2. Teknologi untuk Perubahan Sosial melalui Olahraga

Menggabungkan olahraga dan teknologi untuk menciptakan akses yang lebih inklusif, terutama bagi perempuan dan penyandang disabilitas. Tujuannya: membangun masa depan yang lebih setara dan berkelanjutan.

Salah satu alumni SFT 2025, Kadek Nandana Tyo Nayotama dari tim Hackie Chan (Universitas Brawijaya) , merasakan dampak besar dari program ini. Timnya mengembangkan Pantara, platform berbasis AI dan Machine Learning untuk membantu pengelolaan bahan pangan segar.

“Awalnya saya kira SFT sekadar lomba biasa, tapi ternyata jauh melampaui ekspektasi. SFT mengajarkan kami memahami masalah dulu lewat Design Thinking sebelum membangun solusi. Itu membuka perspektif saya sebagai mahasiswa teknik,” ungkap Tyo.

Ia juga merasakan manfaat dari sesi AI Amplification Workshop dan mentoring langsung dari para expert. “Seluruh prosesnya membentuk kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, hingga menyampaikan ide secara jelas dan berdampak,” tambahnya.

Baca juga: Lenovo dan Huddly Padu Padan, Solusi Ruang Rapat Cerdas Makin Canggih di 2026

Samsung tak hanya lewat SFT, tapi juga program Innovation Campus (SIC) . Berbagai apresiasi telah diraih, seperti Penghargaan dari Detikcom sebagai Penggerak Talenta Digital, dan Uzone Choice Awards 2026 dalam kategori ESG Award Next-Gen Social Movement.

Ini menunjukkan bahwa program pendidikan Samsung benar-benar selaras dengan kebutuhan generasi muda Indonesia dalam mengembangkan keterampilan inovasi, problem solving, dan kesiapan menghadapi masa depan.

Jadi, buat kamu yang masih duduk di bangku SMA, SMK, MA, atau kuliah D3/D4/S1, jangan lewatkan kesempatan ini.
Daftarkan ide terbaikmu di Samsung Solve for Tomorrow 2026 mulai 28 April – 29 Mei 2026.
Buktikan bahwa anak muda Indonesia bisa menciptakan perubahan nyata lewat teknologi.