Waduh! Sony dan Warner Music Resmi Gugat Anthropic, Tuduh AI Claude ‘Nilep’ Lirik Musik Populer

Trendtech, Jakarta – Dunia kecerdasan buatan lagi-lagi dihantam badai hukum yang cukup heboh. Raksasa label musik Sony Music dan Warner Music baru saja melempar gugatan berat ke perusahaan AI terkenal, Anthropic, di Pengadilan Federal California.
Usut punya usut, mereka nggak terima karya-karya musikus top dunia dipakai tanpa izin. Anthropic dituduh main nyomot ratusan lirik lagu dan notasi musik milik maestro legendaris kayak The Beatles, Michael Jackson, sampai bintang pop kekinian Taylor Swift.
Semua materi berhak cipta itu diduga dipakai secara ilegal cuma buat melatih model AI kebanggaan mereka, Claude. Tujuannya, supaya bot pintar ini makin jago merespons berbagai perintah dari pengguna.
Baca juga: Meta Ungkap Senjata Rahasia AI dan Kreator: Kunci Sukses Bisnis Zaman Now di Asia Pasifik!
Kasus hukum ini makin memperpanjang daftar panjang perselisihan antara pencipta karya kreatif dan pengembang teknologi masa kini. Penulis, penerbit, sampai lembaga berita kini makin gencar menuntut keadilan atas karya mereka yang sering dijadikan bahan latihan AI tanpa kompensasi.
Sebenarnya, perseteruan ini bukan hal baru buat Anthropic. Universal Music Group sudah lebih dulu menyeret mereka ke meja hijau sejak tahun 2023 atas masalah serupa, dan proses hukumnya masih bergulir panas sampai sekarang.
Tahun lalu, Anthropic sempat bikin sejarah sebagai perusahaan AI pertama yang berani bayar uang damai senilai 1,5 miliar Dolar AS. Langkah itu diambil buat menyelesaikan gugatan kelompok dari para penulis buku yang meradang.
Sayangnya, uang damai fantastis itu dinilai cuma formalitas belaka bagi pihak label. Sony dan Warner menyebut Anthropic menganggap denda bernilai triliunan Rupiah tersebut cuma sekadar biaya operasional biasa agar bisnis mereka tetap bisa jalan terus.
Bagi mereka, nilai penyelesaian tersebut sama sekali nggak bikin kapok. Apalagi, perusahaan AI itu terus mendulang keuntungan besar dari praktik yang dianggap merugikan, hingga valuasinya menembus angka fantastis 2 triliun Dolar AS.
Sampai berita ini diturunkan pada Senin lalu, pihak Anthropic, Sony Music, maupun Warner Music masih memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi terkait perselisihan hukum ini.
Dalam dokumen gugatannya, label musik tersebut membeberkan mode operasional Anthropic. Mereka diduga kuat mengunduh lirik dan partitur musik lewat file torrent ilegal demi memberi ‘makan’ kecerdasan buatan Claude.
Dampaknya bikin geleng-geleng kepala, karena Claude disebut-sebut bisa menyajikan lirik yang dilindungi hak cipta secara copy-paste alias persis kata demi kata saat diminta pengguna.
Baca juga: 9 Software Pemulihan File Terbaik untuk PC Windows, Penyelamat Data Hilang!
Pihak label makin geram karena kecerdasan buatan ini juga dipakai buat bikin lirik-lirik baru secara instan. Kehadiran lirik buatan AI ini jelas mengancam eksistensi dan pasar para pencipta lagu aslinya di industri musik.
Atas kerugian mendalam ini, Sony dan Warner meminta ganti rugi hingga 150.000 Dolar AS untuk setiap karya yang dilanggar. Mereka juga mendesak pengadilan segera mengeluarkan perintah tegas agar Anthropic stop memakai karya musik mereka.
Hasil dari pertarungan hukum skala besar ini bakal jadi penentu arah masa depan industri kreatif. Keputusan pengadilan nantinya diperkirakan bakal membentuk aturan main baru soal penggunaan musik, buku, hingga karya jurnalistik dalam era pelatihan kecerdasan buatan.

