Saham ITSEC Asia Resmi Dipecah 1:2 Usai RUPSLB 2026, Likuiditas Diharapkan Meningkat

News|April 18, 2026|
Saham ITSEC Asia Resmi Dipecah 1:2 Usai RUPSLB 2026, Likuiditas Diharapkan Meningkat

Trendtech, JakartaPT ITSEC Asia Tbk baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari ini. Hasilnya? Para pemegang saham menyetujui pemecahan nilai nominal saham atau yang biasa disebut stock split dengan rasio 1 banding 2.

Dengan keputusan ini, nilai nominal saham ITSEC Asia yang semula Rp25 per saham kini menjadi Rp12,5 per saham. Langkah ini tergolong strategis karena bisa meningkatkan likuiditas perdagangan saham di bursa.

Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk, Patrick Dannacher, menyampaikan bahwa seluruh keputusan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen perseroan untuk memperkuat fondasi.

“Kami ingin membuka akses lebih luas bagi investor. Seiring percepatan transformasi digital di Indonesia, kebutuhan cybersecurity akan terus meningkat. Kami pastikan dari sisi teknologi, tata kelola, dan organisasi, perseroan siap tumbuh berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga: Siapkan Masa Depan Komputasi Enterprise, IBM dan ARM Resmi Kolaborasi

Tak hanya nilai nominal yang berubah, jumlah saham beredar perseroan juga ikut terdampak. Sebelum stock split, saham yang beredar tercatat sebanyak 6,7 miliar. Setelah pemecahan saham, jumlahnya melonjak menjadi 13,43 miliar saham.

Penyesuaian ini juga diikuti dengan perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar terkait modal perseroan. Semua dilakukan agar struktur kepemilikan lebih ramah bagi investor ritel.

RUPSLB juga menyetujui perubahan Pasal 12 Anggaran Dasar. Intinya, mekanisme siapa yang berhak mewakili perseroan kini lebih jelas.

Presiden Direktur atau Wakil Presiden Direktur punya wewenang penuh. Dalam kondisi tertentu, dua anggota direksi lainnya juga bisa mewakili. Ini penting agar pengambilan keputusan tetap cepat dan tidak terhambat birokrasi internal.

Di tengah agenda strategis, ada momen haru dalam RUPSLB kali ini. Perseroan secara resmi menerima pemberitahuan wafatnya Bapak Bima Kurniawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur ITSEC Asia pada 14 Februari 2026.

Manajemen menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi beliau. Seluruh tanggung jawab kepengurusan selama masa jabatannya juga diberikan pelunasan dan pembebasan secara penuh.

Baca juga: NeutraDC Perkuat Posisi sebagai AI Enabler dan Penyedia Layanan Data Center Terkemuka

RUPSLB juga menetapkan jajaran pengurus anyar untuk sisa masa jabatan. Berikut susunannya:

Dewan Komisaris:

  • Presiden Komisaris: Richard Eko Indrajit
  • Komisaris Independen: Agustinus Nicholas L. Tobing
  • Komisaris: Andri Hutama Putra

Direksi:

  • Presiden Direktur: Patrick Rudolf Dannacher
  • Wakil Presiden Direktur: Marek Bialoglowy
  • Direktur: Eko Prasudi Widianto
  • Direktur: Bambang Susilo
  • Direktur: Doni Mora

Keputusan ini diambil demi memastikan kesinambungan kepemimpinan dan arah strategis perusahaan ke depan.

ITSEC Asia berdiri sejak tahun 2010. Kini, mereka dikenal sebagai perusahaan keamanan siber yang melayani berbagai sektor penting seperti keuangan, telekomunikasi, energi, hingga pemerintahan.

Tak hanya bisnis, perseroan juga aktif berkontribusi dalam ketahanan siber nasional. Mulai dari inovasi teknologi, pengembangan talenta muda, hingga kolaborasi lintas ekosistem.