Matematika Jadi Seru! Telkomsel & Pemprov Bali Kolaborasi Hadirkan Ekosistem “AI for Education”

Telko|August 15, 2026|
Matematika Jadi Seru! Telkomsel & Pemprov Bali Kolaborasi Hadirkan Ekosistem “AI for Education”

Trendtech, Jakarta – Siapa bilang belajar matematika itu selalu bikin pusing dan horor? Anggapan jadul itu siap dihempas jauh-jorgon! Telkomsel bareng Pemerintah Provinsi Bali, Gasing Academy, Kuncie, plus para pemangku kepentingan pendidikan di Bali resmi berkolaborasi menghadirkan ekosistem pembelajaran digital berbasis Artificial Intelligence (AI) bertajuk “AI for Education”.

Lewat langkah keren ini, kemampuan numerasi guru dan siswa di Bali bakal digembleng biar makin jago, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan zaman now. Bukan cuma soal hitung-hitungan di atas kertas, tapi numerasi di sini diposisikan sebagai fondasi penting buat bernalar, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan cepat di kehidupan sehari-hari.

Inisiatif digitalisasi pendidikan ini juga senada banget sama Asta Cita keempat Presiden RI, terutama dalam urusan memperkuat pembangunan SDM, sains, teknologi, hingga kesetaraan akses pendidikan buat semua anak bangsa.

Baca juga: IdeaFest 2026 “ReHumanize”: Saatnya Rayakan Kreativitas Manusia di Tengah Gempuran AI

Kolaborasi Canggih dari Guru Sampai Game Interaktif

Ekosistem belajar ini dirancang super komprehensif, Gen Z! Langkah awalnya dimulai dari upgrade skill para guru lewat Gasing Academy yang mengusung metode GASING (Gampang, Asyik, Menyenangkan). Jadi, guru-guru bakal makin pede dan kreatif pas mengajar di kelas.

Buat para siswa, sesi belajar makin naik kelas lewat platform Sacred Octagon. Ini adalah game interaktif berbasis AI yang bikin anak-anak bisa latihan matematika dengan cara seru tanpa merasa tertekan. Gak cuma itu, ada juga platform SkulPintar yang disiapin buat mendukung proses pembelajaran plus asesmen berbasis data, jadi perkembangannya bisa pantau secara real-time.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menegaskan bahwa numerasi adalah kunci dasar berpikir logis. “Melalui kolaborasi ini, kami ingin memberi lebih banyak anak kesempatan untuk belajar, mencoba, mencoba lagi, hingga percaya bahwa mereka bisa dan berhasil. Dari Bali, mari bersama membangun generasi yang lebih cerdas, percaya diri, dan siap membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar,” ungkapnya.

Dukungan Penuh Pemprov Bali dan Sentuhan Empati Guru

Gubernur Bali, Wayan Koster, menyambut antusias kolaborasi bernilai tinggi ini demi menciptakan SDM Bali Unggul. Menurutnya, kemampuan numerasi bakal membentuk karakter generasi muda yang terbiasa berpikir logis dan beradaptasi cepat dengan teknologi modern.

Meski dibekali teknologi canggih seperti AI, konsep AI for Education ini tetap menempatkan sosok guru sebagai pusat pembelajaran (center of learning). Teknologi cuma hadir sebagai tool pembantu agar materi bisa disesuaikan sama kecepatan belajar tiap anak. Emplikasi, sentuhan empati, dan bimbingan langsung dari guru gak bakal pernah tergantikan oleh algoritma apa pun.

Baca juga: AI Cinefest 2026: Cara Telkomsel, Huawei, dan MiniMax Bikin Ekosistem Kreator AI Indonesia Makin Classy!

Pencetus Metode GASING, Prof. Yohanes Surya Ph.D, turut memberikan statement menginspirasi. “Tidak ada anak yang bodoh, yang ada adalah mereka yang belum dapat kesempatan belajar dari guru dan metode yang baik. Melalui GASING, matematika kami hadirkan secara sederhana, bertahap, dan menyenangkan,” tegasnya.

Buat memperluas jangkauan ke masyarakat luas, Telkomsel dan INA AI sebelumnya juga udah ngerilis Paket Bundling Telkomsel x Sacred Octagon yang bisa langsung diakses via aplikasi MyTelkomsel dan by.U. Integrasi teknologi, edukasi, dan sinergi pemerintah daerah ini diharapkan bisa jadi role model pendidikan digital inklusif di seluruh Indonesia!

Go to Top