Aksi Nyata DANA Berantas Konten Ilegal dan Judi Online, Sukses Sabet Penghargaan Bergengsi dari Komdigi!

Fintech|June 4, 2026|
Aksi Nyata DANA Berantas Konten Ilegal dan Judi Online, Sukses Sabet Penghargaan Bergengsi dari Komdigi!

Trendtech, Jakarta — Masalah konten negatif dan transaksi terlarang di dunia maya emang lagi jadi concern banget belakangan ini. Nah, kabar keren datang dari salah satu dompet digital terbesar di tanah air, DANA Indonesia. Komitmen kuat mereka dalam menciptakan ruang digital yang bersih, aman, dan tepercaya baru aja dapet apresiasi jempolan dari pemerintah.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI secara resmi menganugerahi DANA penghargaan atas kontribusi aktif mereka dalam menjaga ekosistem internet Indonesia. Gak tanggung-tanggung, DANA dinobatkan sebagai korporasi paling aktif dalam melaporkan konten ilegal lewat sistem Aduan Instansi, sebuah kategori bergengsi di bawah naungan Direktorat Pengendalian Ruang Digital, Ditjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi.

Baca juga: AFTECH Resmikan Kode Etik Terintegrasi 2025, Perkuat Tata Kelola dan Kepercayaan Industri Fintech

Langkah Agresif DANA Berantas Konten Ilegal Sejak 2024

Penghargaan ini diberikan barengan sama momen upgrade platform Aduan Instansi milik Komdigi ke versi yang jauh lebih canggih. Lewat platform termutakhir ini, kementerian, lembaga, hingga korporasi bisa sat-set melaporkan segala bentuk konten ilegal di internet—termasuk situs judi online—untuk langsung di-takedown.

Usut punya usut, langkah nyata DANA berantas konten ilegal ini bukan baru kemarin sore. Dompet digital ini ternyata sudah terintegrasi dengan platform aduan milik Komdigi sejak tahun 2024. Secara konsisten dan agresif, DANA terus melaporkan berbagai link website, aplikasi palsu, hingga akun media sosial nakal yang nekat mencatut nama DANA untuk memfasilitasi aktivitas haram seperti judi online.

Sejauh ini, platform Aduan Instansi sendiri totalnya sudah berhasil menyikat lebih dari 9,2 juta konten negatif di internet, di mana porsi laporan paling gedenya didominasi oleh kasus perjudian online.

Safriansyah Yanwar Rosyadi, Direktur Pengendalian Ruang Digital Komdigi yang menyerahkan langsung penghargaan ini, menyambut positif kontribusi DANA. Menurutnya, tantangan di ruang digital ini terlalu kompleks kalau cuma dihadapi sendirian.

“Kita butuh kerja bareng yang cepat, sistem pelaporan terintegrasi, dan pastinya akuntabel. Lewat sinergi kuat ini, kita harap ruang digital kita makin aman, sehat, dan produktif,” jelas Safriansyah.

Teknologi Canggih DANA Protection & Smart Friction Jadi Andalan

Merespons penghargaan prestisius tersebut, CEO & Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara, mengaku sangat termotivasi. Menurutnya, penghargaan ini jadi bukti autentik kalau DANA gak pernah main-main dalam melindungi pengguna setianya di tengah gempuran evolusi teknologi yang super kilat.

Untuk mendeteksi penyalahgunaan layanan, Vince membeberkan kalau DANA menerapkan sistem mitigasi berlapis berbasis risiko (risk-based transaction monitoring) yang didukung teknologi canggih. Begitu ada transaksi mencurigakan yang menyentuh parameter risiko judi online atau aktivitas ilegal lainnya, tim internal DANA bakal langsung melakukan analisis cepat dan eksekusi tindakan tegas. Mulai dari pembatasan akun, penundaan transaksi, sampai koordinasi intensif dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Gak cuma sistem internal, pengguna juga dipersenjatai dengan fitur proteksi maksimal. Lewat ekosistem DANA Protection, pengguna bisa memanfaatkan fitur Scam Checker yang terhubung langsung ke database aduan Komdigi. Jadi, sebelum transfer, kamu bisa cek dulu apakah nomor rekening atau link tujuanmu terindikasi penipuan atau gak.

Selain itu, ada juga teknologi bernama Smart Friction. Sistem ini bertugas memberikan alert atau peringatan berlapis buat pengguna saat mendeteksi adanya indikasi transfer ke nomor yang mencurigakan, sehingga kamu bisa berpikir dua kali sebelum kena tipu.

Baca juga: Catatan Akhir Tahun 2025 IFSoc: Menjaga Keberlanjutan Ekosistem Fintech Indonesia di Tengah Tantangan Fraud, AI, dan Integrasi Regional

Jemput Bola Lewat Posko Bantuan Keliling di 36 Kota

Hebatnya lagi, edukasi yang dilakukan DANA gak cuma lewat layar smartphone aja. Biar makin inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, DANA menjalankan aksi “jemput bola” melalui program Posko Bantuan Keliling yang tersebar di 36 kota di seluruh Indonesia. Fasilitas ini dihadirkan untuk mempermudah masyarakat berkonsultasi sekaligus melaporkan indikasi kejahatan digital secara langsung.

Di akhir kesempatan, Vince menegaskan kalau kejahatan siber adalah musuh bersama yang modusnya makin hari makin licik dan kompleks. Gak bisa kalau cuma diserahkan ke satu pihak atau satu platform saja.

“Kolaborasi berkelanjutan antara regulator, pelaku industri, media, hingga komunitas masyarakat adalah kunci utama. Edukasi harus diperluas, kewaspadaan publik harus ditingkatkan, dan inovasi gak boleh berhenti. Ke depannya, DANA siap terus ambil bagian di garda terdepan demi menjaga ruang digital Indonesia tetap aman dan tepercaya,” pungkas Vince.