Bukan Cuma Konsumen! Danantara dan Arm Siap Cetak 15.000 Talenta Demi Bangun Industri Chip Lokal

News|May 21, 2026|
Bukan Cuma Konsumen! Danantara dan Arm Siap Cetak 15.000 Talenta Demi Bangun Industri Chip Lokal

Trendtech, Jakarta – Selama ini Indonesia mungkin lebih sering dikenal sebagai konsumen gadget atau teknologi. Tapi, era itu tampaknya bakal segera bergeser. Langkah nyata untuk membangun industri chip lokal yang mandiri akhirnya resmi dimulai lewat kolaborasi strategis berskala global.

Danantara Indonesia baru saja menggandeng raksasa teknologi Arm, serta berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Didukung penuh oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, mereka resmi membuka gelombang pertama program pelatihan desain chip berstandar dunia.

Pelatihan intensif ini digelar selama tiga hari, mulai tanggal 20 hingga 22 Mei 2026, bertempat di Menara Mandiri, Jakarta. Ini adalah langkah awal dari mega proyek yang menargetkan pelatihan bagi 15.000 talenta digital Indonesia agar mahir dalam ekosistem desain chip Arm.

Baca juga: Satelit Nusantara Lima Resmi Kantongi Izin, Siap Bikin Internet Pelosok Makin “Sat-Set”!

Realisasi Komitmen Global Presiden Prabowo

Program keren ini bukan sekadar wacana mendadak. Inisiatif ini merupakan kelanjutan langsung dari perjanjian (framework agreement) yang ditandatangani oleh Danantara Indonesia dan Arm di London pada 23 Februari 2026 lalu.

Kala itu, prosesi penandatanganan disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan CEO Arm Rene Haas. Kerja sama ini menjadi bukti komitmen serius pemerintah dalam menjaga kedaulatan teknologi nasional. Tujuannya jelas, agar Indonesia punya pondasi kuat untuk bersaing di tengah sengitnya ekonomi digital dunia.

Siapa Saja yang Ikut Pelatihan Ini?

Pada tahap awal, program ini membidik hingga 1.000 peserta yang terdiri dari:

  • Engineers berpengalaman yang ingin upgrading skill.

  • Fresh graduates jurusan teknologi.

  • Mahasiswa aktif yang punya minat tinggi di dunia semikonduktor.

Selama pelatihan, mereka bakal dimentori langsung oleh pelatih bersertifikasi Arm. Materinya pun daging semua, mulai dari dasar-dasar desain chip dengan teknologi komputasi Arm, akses platform online, hingga career insight di dunia semikonduktor. Setelah kelas tatap muka selesai, peserta masih harus ikut pembelajaran online mandiri selama tiga bulan biar ilmunya makin matang.

Kenapa Industri Chip Lokal Begitu Penting?

Biar kamu ada gambaran, chip atau semikonduktor itu ibarat “otak” dari semua teknologi masa depan yang sering kita pakai atau lihat di media sosial. Mulai dari teknologi Artificial Intelligence (AI), smartphone, mobil listrik (EV), sampai pusat data (data center) semuanya butuh chip.

Dengan membangun industri chip lokal, posisi Indonesia di mata dunia bakal naik kelas. Kita tidak lagi cuma mengandalkan ekspor sumber daya alam mentah, tapi mulai transisi ke ekonomi berbasis inovasi. Talenta lokal nantinya bisa merancang dan mengembangkan teknologi AI secara mandiri tanpa bergantung penuh pada negara lain.

“Kunci pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia ada pada kemajuan industri dan teknologi. Semikonduktor adalah fondasi industri masa depan kita,” ujar Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit P. Santosa.

Menggunakan Teknologi yang Dipakai Global

Sebagai info, teknologi Arm sendiri adalah platform komputasi yang jadi kiblat perkembangan AI saat ini karena performanya yang tinggi tapi sangat hemat energi. Lewat program bernama Arm Total Access, Danantara bakal memanfaatkan keunggulan teknologi ini secara maksimal.

Pihak Kemdiktisaintek ikut ambil peran penting untuk menyaring mahasiswa terbaik dari berbagai kampus agar materi yang diberikan nyambung dengan kebutuhan industri di lapangan. Sementara itu, Kemenko Perekonomian bertugas memperkuat jembatan kolaborasi antara pemerintah dan pihak Arm global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, ikut menegaskan bahwa membangun industri semikonduktor yang kompetitif butuh napas panjang, riset yang kuat, dan talenta yang hebat. “Kolaborasi antara Danantara dan Arm adalah langkah yang sangat strategis buat Indonesia,” tuturnya.

Baca juga: ASIX Sinarmas Luncurkan LIBRA: Asisten AI Canggih Hasil Kolaborasi Bareng ITB & China Mobile

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman. Beliau menilai program ini sebagai langkah taktis untuk memperkuat pipeline talenta semikonduktor nasional langsung dari bangku kuliah.

Target Masuk Pasar Global Senilai USD 600 Miliar

Setelah Jakarta, gelombang pelatihan berikutnya bakal diadakan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia demi mencapai target total 15.000 talenta.

Lewat transfer ilmu skala besar ini, Indonesia sedang bersiap mengambil jatah kue di industri semikonduktor global yang nilainya fantastis, yakni lebih dari USD 600 miliar. Saatnya Indonesia unjuk gigi sebagai produsen yang punya nilai tambah, bukan lagi sekadar pasar bagi teknologi asing.