Kinerja Keuangan Telkom H1 2026 Cuan Maksimal! Efek Transformasi TLKM 30

Trendtech, Jakarta – Siapa bilang raksasa telekomunikasi lambat banting setir? PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) Baru aja ngebuktiin kalau strategi transformasi digital mereka bukan kaleng-kaleng! Sepanjang semester pertama tahun 2026, Telkom berhasil mencetak kinerja keuangan yang super solid. Pendapatan konsolidasi mereka menembus Rp75,9 triliun, alias naik 3,9% secara Year-on-Year (YoY).
Nggak cuma omzet yang naik, kantong laba Telkom juga makin tebal. EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) ikut melonjak 3,8% YoY jadi Rp37,5 triliun dengan margin super sehat di angka 49,4%. Yang paling bikin senyam-senyum, laba bersih normalisasi mereka tumbuh 6,2% YoY sampai Rp11,3 triliun. Semua capaian ciamik ini bukti sahih kalau bisnis mobile dan ekosistem digital Telkom lagi on fire banget!
“Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini,” ungkap Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom, penuh optimisme.
Baca juga: Gasspoll! Jaringan 5G XLSMART Jawa Timur makin luas di 8 kota, mabar dan streaming Anti-Buffering!
Telkomsel Makin Sat-Set, Kuota Data Laris Manis pas Piala Dunia
Kalau ngomongin penopang cuan terbesar, segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband) lewat Telkomsel jelas jadi bintang utamanya. Telkomsel sukses meraup pendapatan sebesar Rp55,6 triliun (tumbuh 3,3% YoY). Penggerak utamanya? Apalagi kalau bukan lini bisnis Digital Business Data yang melonjak drastis hingga 11,0%!
Usut punya usut, meroketnya konsumsi data ini ketarik banget sama momen liburan sekolah dan hype Piala Dunia. Anak muda sampai orang tua non-stop streaming match bola dan scrolling medsos. Alhasil, rata-rata pendapatan per pengguna alias Average Revenue Per User (ARPU) mobile Telkomsel melesat 9,0% YoY jadi Rp45.600.
Di sisi lain, buat layanan internet rumah IndiHome, Telkom sengaja melakukan kalibrasi basis pelanggan biar makin berkualitas. Meski jumlah pelanggan disesuaikan jadi 9,5 juta, nilai ARPU IndiHome secara kuartalan justru naik 3,4% jadi Rp211.000. Menariknya lagi, rasio konvergensi (penggabungan layanan mobile & fixed) naik ke 65%. Ke depannya, Telkomsel bakal makin ngegas pakai integrasi teknologi AI dan jaringan 5G!
B2B Infrastructure dan Data Center AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Bukan cuma ngandelin pelanggan retail, segmen B2B Infrastructure Telkom juga tumbuh gila-gilaan sebesar 19,0% YoY dengan total nilai Rp33,1 triliun! Anak usahanya di bidang menara, Mitratel, menyumbang pendapatan Rp4,7 triliun berkat total penyewaan menara (tenant) yang naik jadi 63.866 tenant.
Nah, yang paling futuristik ada di lini Data Center lewat NeutraDC. Seiring meledaknya kebutuhan infrastruktur Artificial Intelligence (AI) dan komputasi awan di Asia Tenggara, Telkom lagi gencar mengonsolidasikan seluruh aset data center grup ke NeutraDC. Langkah strategis ini bikin NeutraDC makin siap jadi pemain utama digital infrastructure regional!
Sementara itu, untuk bisnis internasional, Telkom berhasil mengantongi Rp5,7 triliun. Permintaan jaringan kabel laut internasional makin laris manis diborong raksasa teknologi global (Big Tech) yang butuh kapasitas koneksi jumbo demi menyokong adopsi AI global.
Baca juga: Solusi Manajemen Energi Indosat Business: Bikin Industri Hemat Listrik Pakai AI
Transformasi TLKM 30: Makin Ramping, Efisien, dan Siap Menatap Masa Depan
Semua performa kinclong ini nggak lepas dari eksekusi disiplin pilar transformasi TLKM 30. Telkom terbukti makin efisien dalam ngeluarin duit operasional (OPEX) dan makin bijak ngatur modal belanja (CAPEX) sebesar Rp10,8 triliun—dengan 96% fokus dibelanjain ke area bisnis masa depan seperti B2C, B2B Infrastructure, dan International Business.
Biar makin agile dan nggak banyak birokrasi, Telkom juga udah merampingkan (streamlining) 10 anak usahanya lewat divestasi, merger, hingga likuidasi. Nggak cuma itu, proyek Unlock Value seperti pengalihan aset InfraNexia Tahap 2 juga dipastikan rampung sesuai jadwal di semester II 2026.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini. Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus memperkuat investasi kapabilitas digital guna menjadi katalis pertumbuhan ekonomi digital nasional,” tutup Dian.

