Lintasarta & Starlink Makin Lengket! Siap Bikin Internet Indonesia Makin Ngebut dan Merata

Trendtech, Jakarta – Kamu ngerasa internet di daerah kamu masih suka lagging atau malah sering ilang sinyal? Tenang, ada kabar super fresh nih! Lintasarta—anak perusahaan dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH)—lagi makin intens banget nih PDKT alias kolaborasi bareng Starlink, layanan internet satelit keren punya SpaceX.
Kedua raksasa teknologi ini ketemuan langsung di acara bergengsi BATIC 2026 di Bali buat ngebahas masa depan internet tanah air. Pertemuan santai tapi berbobot ini fokus nyari cara biar jaringan terestrial (darat) dan satelit Low Earth Orbit (LEO) milik Starlink bisa makin padu. Hasilnya? Jaringan yang super fleksibel, tahan banting, dan siap ngelayanin kebutuhan digital kamu yang makin kompleks!
Era AI Butuh Internet Anti-Lemot!
Zaman sekarang, siapa sih yang gak pakai AI atau streaming konten high-res tiap hari? Perkembangan teknologi digital yang super cepat ini jelas nuntut kapasitas internet yang gak cuma gede, tapi juga stabil banget.
Baca juga: Meta Ungkap 5 Tren Sosial & Digital yang Akan Membentuk Wajah Bisnis di 2026
President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, ngejelasin kalau di era AI saat ini, konektivitas itu udah kayak nafas utama buat aktivitas bisnis maupun harian. Makanya, lewat duet maut Lintasarta dan Starlink ini, mereka pengen ngahadirin infrastruktur yang adaptif dan siap menjawab tantangan zaman modern.
Solusi Buat Wilayah Pelosok: Satelit LEO Starlink
Buat kamu yang belum tahu, Starlink pakai konstelasi satelit LEO yang terbangnya lebih dekat ke bumi dibanding satelit konvensional. Imbasnya, latensinya super rendah dan kecepatannya ngebut banget, cocok buat menjangkau daerah-daerah di Indonesia yang akses geografisnya lumayan challenging.
Kombinasi antara jaringan darat milik Lintasarta dan jaringan langit Starlink bikin pendekatan infrastruktur jadi makin fleksibel. Gak ada lagi cerita daerah pelosok ketinggalan zaman cuma gara-gara gak kebagian kabel fiber optik!
Kolaborasi Segmen Enterprise yang Makin Solid
FYI guys, kemitraan Lintasarta dan Starlink ini sebenarnya udah jalan sejak tahun 2024 lalu dan fokus ngelayanin sektor enterprise alias korporasi. Nah, di tahun 2026 ini, hubungan mereka makin erat buat ngejangkau pasar yang lebih luas di seluruh pelosok Indonesia.
Baca juga: XLSMART Gandeng Google Gemini: Gratis Akses 6 Bulan Buat XL, AXIS, & Smartfren!
Jonathan Harrison selaku Global Supply Manager Starlink bilang kalau Lintasarta itu mitra yang krusial banget buat mereka. Dengan nggabungin canggihnya teknologi Starlink dan kuatnya kapabilitas Lintasarta, mereka yakin bisa nyediain internet yang scalable buat ngebantu ekosistem digital Indonesia tumbuh pesat.
Gak Cuma Sinyal, Tapi Ekosistem Digital Lengkap!
Gak berhenti di konektivitas aja, langkah ini juga bagian dari visi Beyond Infrastructure milik Lintasarta. Mereka gak cuma mau jualan kabel atau sinyal, tapi benar-benar bangun fondasi digital yang terintegrasi penuh.
Lewat inovasi Intelligent Core, Lintasarta melembagakan 4 kapabilitas utama (4C): Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI. Semua elemen penting ini disatukan buat mastiin transformasi digital di Indonesia gak setengah-setengah dan siap bersaing di kancah global.

