Home News Produksi Smartphone Global Menurun Pada Q2 2021
smartphone

Produksi Smartphone Global Menurun Pada Q2 2021

by Trendtech Indonesia

Trendtech, Jakarta – Produksi smartphone sangat terpengaruh karena kekurangan chip global serta meningkatnya kasus COVID-19 di beberapa wilayah Asia, ungkap laporan baru dari TrendMicro .

Laporan tersebut menambahkan bahwa pada kuartal kedua tahun ini, produksi smartphone mencapai 307 juta unit yang merupakan penurunan signifikan sebesar 11 persen dibandingkan dengan Q1 2021. Namun, jika dibandingkan dengan Q2 2020, angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 10 persen.

Baca juga: Xiaomi Menjadi Merek Smartphone Nomer 1 Indonesia

Samsung , yang telah mendominasi pasar smartphone selama bertahun-tahun, adalah produsen smartphone terbesar berdasarkan volume produksi pada kuartal kedua tahun ini, membuat 58,5 juta unit. Dibandingkan dengan produksi perseroan pada kuartal I-2020, turun drastis sebesar 23,5 persen.

Perusahaan ini memiliki fasilitas produksi di India dan Vietnam yang terpukul keras dengan wabah COVID-19. Raksasa Korea Selatan itu harus menghentikan sementara produksi di beberapa pabrik lokal atau mengurangi produksi.

Datang ke Apple, produksi iPhone menurun pada kuartal kedua tahun ini tetapi itu normal mengingat perusahaan memasuki fase transisi model. Pada kuartal ketiga, raksasa yang berbasis di Cupertino meluncurkan model iPhone baru dan kali ini, akan meluncurkan seri iPhone 13 dalam beberapa hari mendatang.

Baca juga: Accenture Umumkan Peresmian Innovation Centre for Cloud in Indonesia

Produksi iPhone turun 22 persen kuartal-ke-kuartal menjadi 42 juta unit. Jika perusahaan diurutkan berdasarkan jumlah produksi, maka Apple akan pindah ke posisi keempat, tetapi akan kembali pada kuartal ketiga dan keempat.

Dengan Samsung mendapatkan posisi teratas dan Apple peringkat keempat, pembuat smartphone Cina OPPO dan Xiaomi telah mengamankan posisi kedua dan ketiga berdasarkan unit smartphone yang diproduksi pada Q2 2021. Kedua perusahaan memproduksi masing-masing 49,5 juta unit dan termasuk sub-merek mereka.

 

 

 

Sumber

Berita Lainnya

Leave a Comment